Renungan Harian Youth Sabtu, 12 April 2025
Ayat : Yohanes 15 : 1- 8
Shalom, salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Apa kabarnya hari ini, rekan-rekan youth Elohim? Semoga kita semua sehat dalam lindungan Tuhan.
Perumpamaan tentang pohon anggur selalu disebut-sebut dan diartikan sebagai hubungan Tuhan dengan umat-Nya. Ini karena pohon anggur juga banyak terdapat di Israel, dan anggur juga adalah minuman yang umum pada masa itu. Dan di Perjanjian Lama Israel juga digambarkan sebagai kebun anggur yang sedang diusahakan oleh Tuhan. Dalam perjanjian lama juga Tuhan menuntut Israel untuk berbuah-buah bagi Tuhan, Tuhan menuntut Israel berbuah, namun tidak berbuah, dan kalaupun berbuah, tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.(Yesaya 5:7).
Di Perjanjian Baru; dalam Yohanes 15 :1-8, menggambarkan seorang petani anggur yang menanam dan mengusahakan kebunnya. Demikian juga Tuhan memelihara bangsa Israel seperti kebun anggur-Nya. Hal yang sama juga digunakan pada orang Kristen saat ini.
Beberapa hal yang dapat kita pelajari dari perumpamaan pokok anggur ini adalah :
1. Yesus adalah Pokok Anggur yang benar (Yohanes 15 :1)
Seseorang yang sudah lahir baru harus tinggal didalam Kristus. Sebab bukan kita yang memiloih Dia, tapi Dia yang memilih kita. Yesus adalah pokok anggur kita yang benar, dan kita adalah ranting-rantingnya. Pokok anggur yang adalah Yesus sendiri, menjadi sumber segala sesuatu bagi kita yang adalah ranting-ranting-Nya. Jadi apa yang kita dapatkan dan nikmati didalam kehidupan ini, misalnya kekayaan, kehebatan, prestasi-prestasi kita, itu semua berasal dari pemeliharaan Tuhan Yesus.
2. Tinggal didalam Tuhan. (Yoh. 15:4)
Ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, namun diperlukan sumber yang menghidupi ranting tersebut, yaitu pokok anggur. “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah dipotongnya (aero = lift up/ diangkat) dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.” Kata asli dari dipotong adalah “aero” yang berarti dibersihkan dan diangkat serta diikat pada carang lain agar ranting tersebut dapat menerima sinar matahari, menjadikannya sehat dan berbuah. Allah kita adalah Allah yang berkemurahan dan penuh kasih.
Ia membersihkan dan mengangkat kita kembali, sehingga kita dapat berbuah dari pokok anggur yang benar itu. Jadi sangatlah penting bagi kita untuk tinggal didalam kasih Kristus yang adalah pokok anggur kita yang benar. (Yoh 15:9). Kita tidak dapat berbuah diluar Tuhan, oleh sebab itu jangan keluar dari kasih Tuhan didalam hidup kita. Kasih Tuhan yang telah membenarkan dan menguduskan kita
3. Dibersihkan supaya berbuah (yoh. 15 : 2)
Dalam proses pertumbuhan pohon anggur sangat dibutuhkan pembersihan terhadap pohon tersebut. Tujuan dibersihkan dan dipangkas adalah supaya lenbih banyak menghasilkan buah. Begitu sebaliknya. Jika kita membiarkan pohon anggur tersebut tanpa dipangkas atau dibersihkan, maka akan menumbuhkan batang-batang yang tidak berguna yang akan merugikan pertumbuhan pohon anggur tersebut.
Memang ketika dibersihkan atau dipangkas, tidaklah enak atau tidak nyaman. Tetapi jikalau ingin bertumbuh dan menghasilkan banyak buah, maka harus ada pembersihan dan pemangkasan pada pohon anggur. Begitu juga kita, ada proses yang harus kita lalui entah itu melalui masalah-masalah yang datang dalam kehidupan kita, atau ujian, kesulitan dan lain sebagainya. Tujuannya agar hidup kita lebih banyak mengeluarkan buah.
Rekan-rekan youth yang dikasihi Tuhan, mari kita hidup seperti ranting yang selalu berharap akan pokok anggur yaitu sumber kehidupan kita, Yesus Kristus.
Bukan hanya berharap namun kita juga tinggal didalam Dia dan mau dibersihkan dan dipangkas , sehingga kita menghasilkan buah-buah yang baik bagi kemuliaan Tuhan. Demikian hal-hal yang dapat kita pelajari dari pohon anggur yang selalu berhubungan dengan Tuhan dan berbuah untuk Tuhan.
Tuhan Yesus Memberkati
MW – AdS
PENGUMUMAN
Mengundang rekan-rekan semuanya untuk bisa hadir dalam Youth ang akan diadakan pada hari SABTU, 12 April 2025 jam 17.00 di Gedung Gereja Elohim Batu
Tema youth celebration kita sore ini adalah ~ Opposite ~

Lukas 6:12–16. Perikop ini mencatat momen penting dalam pelayanan Yesus: pemilihan dua belas rasul. Sebelum membuat keputusan besar ini, Yesus menghabiskan malam dalam doa kepada Allah, menunjukkan bahwa pemilihan ini bukan sembarang keputusan strategis manusiawi, melainkan hasil dari hubungan yang intim dengan kehendak Bapa. Melalui pemilihan para rasul ini, Yesus menunjukkan bahwa Kerajaan Allah dibangun bukan di atas dasar keseragaman, tetapi dalam keberagaman yang dipersatukan oleh kasih dan tujuan ilahi.
Tema “Opposite” menyoroti bagaimana Tuhan memakai orang-orang yang secara karakter, latar belakang, bahkan ideologi saling bertolak belakang, untuk menjadi alat-Nya di dunia. Apa yang bagi dunia tampak tidak kompatibel, dalam tangan Tuhan justru menjadi kesatuan yang kuat.
Kita dipanggil bukan untuk menyingkirkan yang berbeda, tetapi untuk melihat bagaimana Tuhan bekerja di tengah-tengah perbedaan itu, membentuk komunitas yang mencerminkan kasih, pengampunan, dan misi yang lebih besar dari diri kita sendiri. Lebih jelasnya yuk datang sama-sama sebentar sore … kami tunggu yaaaa
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan