Renungan Harian Rabu, 07 Oktober 2026
Ayat Pokok: Yeremia 29:11, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
Shalom… Selamat pagi, Bapak, Ibu, dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus.
Perjalanan kehidupan di dunia penuh dengan tanda tanya. Tidak ada seorang pun dari kita yang tahu apa yang akan terjadi. Besok kita tidak tahu, lusa apalagi, minggu depan makin tidak tahu, bulan depan kita tidak tahu, dan tahun depan pun demikian. Kadangkala kita dikejutkan dengan hal-hal tak terduga yang terjadi. Seseorang pergi ke dokter hanya untuk check-up kesehatan saja, eh… tiba-tiba harus opname karena didiagnosis sakit yang memerlukan tindakan medis yang intensif.
Ketika kita mengalami hal tersebut, terkadang reaksi alami kita adalah marah, kecewa, dan bertanya kepada TUHAN, “Mengapa hal yang tidak nyaman ini menimpa hidupku?” Kita mulai berhitung dengan Tuhan. Kita berkata, “Bukankah aku telah setia melayani Tuhan? Bahkan aku juga berkorban untuk pekerjaan Tuhan, tetapi mengapa yang terjadi malah sebaliknya? Apakah aku telah melakukan kesalahan dan dosa yang besar sehingga semua ini menimpaku?”
Bapak, Ibu, dan saudara yang terkasih, ketika teks Yeremia 29:11 ini ditulis, bangsa Israel sedang berada dalam pembuangan di Babel. Mereka diangkut oleh Raja Babel, yaitu Nebukadnezar, setelah ia mengalahkan Kerajaan Yehuda. Para nabi palsu Israel mengirim surat dan berkata bahwa mereka berada di Babel tidak untuk waktu yang lama. Namun, Yeremia mengirimkan surat kepada mereka dan berkata bahwa setelah genap tujuh puluh tahun, Tuhan akan memperhatikan mereka dan membawa mereka kembali ke Israel.
Dalam analogi kepingan puzzle, sebuah kepingan puzzle yang terpisah dari puzzle lainnya hanya akan terlihat sebagai sebuah benda yang berbentuk aneh, gelap, dan bergelombang. Kepingan puzzle itu terlihat jelek dan tidak berguna. Namun, di mata sang perancang puzzle, satu kepingan saja sangat berharga dan berguna karena ia melihat gambar besar yang utuh, di mana gambar tersebut tidak akan menjadi lengkap tanpa kepingan puzzle tersebut.
Hidup dan peristiwa-peristiwa yang kita alami hari ini—kesulitan, penantian, atau air mata—hanyalah satu bagian kecil dari puzzle kehidupan kita dalam rancangan Allah. DIA memegang gambar utuh dari hidup kita, di mana setiap kepingan akan disusun menjadi sebuah keindahan yang luar biasa menurut waktu-Nya.
Marilah kita belajar bersama kebenaran tentang “Rancangan Damai Sejahtera” Allah bagi kita, dengan mengacu kepada surat kiriman Yeremia kepada bangsa Israel yang sedang berada dalam pembuangan di Babel.
Rancangan Damai Sejahtera Tuhan Tidak Berarti Tanpa Pergumulan
Iman kepada Tuhan tidak memberikan jaminan bahwa jalan kehidupan kita akan selalu datar atau bebas dari penderitaan. Iman membawa kita kepada sebuah proses perjalanan yang terkadang mempertemukan kita dengan tantangan, pergumulan, dan badai kehidupan. Namun, kita percaya bahwa di tengah beratnya tantangan dan pergumulan, TUHANlah yang memberikan kekuatan.
Contoh: Peristiwa Perjalanan Kehidupan Yusuf
Rancangan Tuhan atas Yusuf dinyatakan dalam Kejadian 45:5: “Sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.” Untuk memelihara sebuah bangsa, Yusuf dengan rela menjalani kehidupan yang penuh dengan lika-liku dan tantangan yang berat. Proses perjalanan Yusuf dimulai dari rumah sebagai anak kesayangan dengan fasilitas hidup yang berbeda dengan saudara-saudaranya. Hal itu membuat Yusuf dibenci oleh mereka. Kemudian lahirlah ide dan tindakan jahat untuk membunuh Yusuf, tetapi Ruben membatalkan niat jahat saudara-saudaranya itu. Kemudian mereka menjual Yusuf kepada rombongan Ismael. Sebagai budak, Yusuf dijual lagi oleh orang Ismael kepada Potifar. Yusuf bekerja dengan sangat baik sehingga rumah Potifar diberkati karena keberadaan Yusuf. Namun, karena hasutan istri Potifar, Yusuf akhirnya masuk penjara. Di penjara itulah Yusuf bertemu dengan juru roti dan juru minum Raja Firaun. Dari penjara, TUHAN kemudian mengangkat Yusuf menjadi perdana menteri di Mesir.
Bapak, Ibu, dan saudara yang terkasih, cara pandang kita terhadap pergumulan dan tantangan hidup harus berbeda, sama seperti Tuhan yang memiliki cara pandang yang sama sekali berbeda dengan kita. Marilah kita menyelaraskan cara pandang kita dengan cara pandang Tuhan.
Dengan iman, kita yakin sepenuhnya bahwa rancangan TUHAN adalah rancangan damai sejahtera yang memberikan kita hari depan yang penuh harapan.
Refleksi Renungan
Kita mungkin sedang menjalani sebuah musim kehidupan yang tidak mudah. Ada pergumulan, penantian, kegagalan, kehilangan, atau keadaan yang belum kita mengerti. Namun, kita belajar untuk tidak menilai seluruh kehidupan hanya dari satu kepingan peristiwa yang sedang kita alami. Seperti sebuah puzzle yang belum selesai, kita mungkin hanya melihat bagian yang tampak tidak indah, sementara Tuhan melihat gambar kehidupan kita secara utuh. Karena itu, kita mau belajar mempercayakan hidup kepada Tuhan, tetap setia dalam proses, dan menyelaraskan cara pandang kita dengan cara pandang-Nya. Kita percaya bahwa sekalipun perjalanan kita tidak selalu mudah, Tuhan tetap memegang hidup kita dan memiliki rancangan damai sejahtera serta hari depan yang penuh harapan.
Hikmat Hari Ini
Jangan menilai rancangan Tuhan hanya dari satu kepingan kehidupan yang sedang kita jalani. Tetaplah percaya, karena Tuhan melihat gambar kehidupan kita secara utuh.
Doa Meresponsi Firman Tuhan Hari Ini
Tuhan, kami bersyukur karena Engkau adalah Allah yang mengetahui rancangan kehidupan kami. Ketika kami menghadapi pergumulan, kesulitan, penantian, dan keadaan yang tidak kami mengerti, sering kali kami mudah kecewa dan mempertanyakan rencana-Mu. Hari ini kami mau belajar mempercayai-Mu dan menyelaraskan cara pandang kami dengan cara pandang-Mu. Tolong kami untuk tetap setia dalam setiap proses, memiliki iman yang teguh, dan percaya bahwa di balik setiap kepingan kehidupan yang kami jalani, Engkau sedang mengerjakan rancangan-Mu yang baik. Berikan kami kekuatan untuk menjalani setiap tantangan dan pengharapan untuk melihat hari depan yang Engkau sediakan. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
Amin.
Tuhan memberkati.
DS
Amin, terima kasih Tuhan untuk berkat Mu pada pagi hari ini.