Renungan Harian Anak, Selasa 09 Januari 2024
Syalom adik-adik Elohim kids. Apa kabar hari ini? Semua dalam keadaan sehat ya. Hari ini kita mau sama-sama merenungkan firman Tuhan bahwa rencana Allah selalu berhasil, bahkan ketika kita tidak memahaminya. Untuk memahami ini, kita akan melihat ke dalam kisah kehidupan Ayub dalam Alkitab..
Ayub adalah seorang yang sangat setia kepada Allah. Dia menjalani hidup yang bahagia dan sukses. Tapi tiba-tiba, banyak hal buruk terjadi padanya. Dia kehilangan harta bendanya, anak-anaknya, dan bahkan kesehatannya. Meskipun semuanya tampak sulit, Ayub tetap setia dan percaya kepada Allah. Ayub mengalami penderitaan yang sangat luar biasa. Ayub kehilangan anak-anaknya, Ayub juga kehilangan semua hartanya, tapi tidak berhenti di situ saja Ayub juga mengalami sakit dari telapak kaki sampai ke batu kepalanya.
Tetapi penderitaan Ayub belum berhenti istrinya menyumpahi Ayub dan juga sahabat-sahabatnya mendatangi Ayub bukannya mereka menguatkan Ayub, tapi seakan-akan mereka menuduh Ayub melakukan sesuatu yang tidak pantas atau menuduh Ayub melakukan dosa terhadap Allah. Kita bisa bayangkan dan merasakan Se andainya kita diposisi Ayub apakah kita bisa setia dan bertahan seperti Ayub atau malah sebaliknya kita mengutuki Allah.

Ada satu kata yang merangkum semua penderitaan Ayub, yaitu “kehilangan”. Ayub kehilangan anak-anaknya, kehilangan harta, Ayub juga kehilangan kesehatannya, istrinya dan sahabat-sahabatnya. Kenapa Ayub mengalami semuanya itu? Karena Ayub mengasihi Tuhan, karena Ayub takut akan Tuhan. Begitu juga dengan Kita semua harus setia kepada Tuhan, setia beribadah supaya kita dijauhkan dari segala penderitaan dan marah bahaya. Tetapi Ayub mengalami kehilangan akan segala sesuatu karena kesetiaannya kepada Tuhan.
Adik-adik ketika Ayub mengalami semuanya ini ia tidak mengeluh melainkan membawa semua masalahnya itu kepada Tuhan, Tetapi Tuhan Diam. Justru di dalam diam-Nya Allah, Allah sedang bekerja dan membuktikan bahwa Tuduhan iblis itu salah. Ayub mengasihi Tuhan bukan karena pemberian-pemberian Allah, tetapi Ayub mengasihi Allah itu sendiri. Ayub mengasihi sang pemberi bukan pemberian-Nya.
Rencana Allah terhadap Ayub terjadi, Ayub tetap setia dan mengasihi Allah, ia tetap mengandalkan Allah, sehingga Ayub berkata: aku tahu bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Ketika kita mengalami pencobaan kita merasa tidak adil bagi kita tetapi di situlah Allah bekerja mengalahkan semua tuduhan iblis kepada Ayub. Allah punya rencana yang indah bagi kita semua.
Mari kita berjalan dalam rencana Allah, walau terkadang Allah tidak memberitahukan Rencana-Nya kepada kita. Ada satu hal yang harus kita pegang Yaitu Allah itu BAIK. Dia tidak akan mencelakai kita. Dia mempunyai rencana yang indah. Kadang-kadang, kita juga menghadapi situasi sulit atau tidak mengerti mengapa sesuatu terjadi. Tapi ingatlah, seperti Ayub, kita bisa percaya bahwa Allah memiliki rencana yang sempurna. Dia selalu menyayangi kita dan mau menolong kita melewati segala sesuatu.
Ayat hafalan:
Ayub 42:2 “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu , dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.”
Komitmenku hari ini
ketika aku menghadapi situasi sulit aku mau tetap setia dan berserah kepada Allah. Aku percaya Dia tahu apa yang terbaik untukku, dan rencana-Nya selalu yang terbaik.
Tuhan Yesus memberkati
ID – KCP