Elohim Ministry youth SET FREE YOURSELF

SET FREE YOURSELF



Renungan Harian Youth, Kamis 20 Maret 2025

Syalom rekan-rekan Youth semuanya, semoga kita semua dalam keadaan baik dan sehat.
Dalam kehidupan, kita pasti mengalami pasang surut, termasuk saat menghadapi masalah. Terkadang, masalah bisa membuat kita takut, gelisah, bahkan merasa tidak memiliki kekuatan untuk mengatasinya. Hal ini sering terjadi karena kita masih terikat dengan cara hidup lama—hidup yang belum sepenuhnya berserah kepada Tuhan dan percaya pada karya-Nya. Namun, melalui pengorbanan Yesus di kayu salib, kita telah dibebaskan dari kehidupan lama yang penuh dosa. Orang yang telah dibebaskan dari dosa akan memiliki keberanian dan kepercayaan diri saat menghadapi masalah, sebab ia yakin bahwa pengorbanan Yesus adalah nyata, sempurna, dan penuh kuasa.

Sebaliknya, itu adalah bagian dari sifat manusia yang Tuhan ciptakan untuk membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat dan tangguh. Mengapa demikian? Karena melalui kesedihan, seseorang yang jauh dari Tuhan dapat kembali mendekat kepada-Nya. Orang-orang hebat lahir dari berbagai tantangan dan kesulitan karena mereka memilih untuk meninggalkan cara hidup lama. Jangan berjalan sendirian dalam kesedihan, karena itu hanya akan menghambat pertumbuhanmu. Bebaskanlah dirimu dari kekangan kehidupan yang lama, andalkan Tuhan sehingga menjadi seseorang yang dewasa dan punya pemikiran yang maju.

“Keep your mind focused on God’s goodness. Stay in an attitude of faith and victory, you will no longer under the bondage that’s been passed down from previous generation.”

Dalam sebuah pertemuan, seorang peserta membagikan pengalaman imannya bersama Tuhan. Ia mengakui bahwa masa lalunya sangat kelam dan penuh kegelapan. Kenangan akan kehidupan lamanya yang penuh dosa sering membuatnya merasa malu. Namun, sejak percaya kepada Yesus, hidupnya mengalami perubahan besar. Ia mulai aktif dalam pelayanan dan melakukan berbagai kebaikan untuk menebus kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat di masa lalu. Sekilas, tidak ada yang salah dengan keinginannya untuk berbuat baik. Namun, ada satu hal yang keliru—yaitu motivasinya. Bukankah melakukan kebaikan adalah hal yang baik? Tentu saja. Namun, jika perbuatan baik dilakukan dengan tujuan menebus dosa, maka ada kesalahan dalam pemahamannya tentang keselamatan.

Ingatlah, hidup kita telah dibebaskan dari dosa melalui kematian Yesus di kayu salib. Kita tidak perlu menebus dosa dengan usaha kita sendiri, karena Kristus telah menanggung semuanya. Jika kita berbuat baik dengan motivasi untuk melengkapi keselamatan, itu berarti kita tidak sepenuhnya percaya bahwa karya Kristus sudah cukup. Seakan-akan kita masih merasa perlu menambahkan sesuatu agar keselamatan kita menjadi sempurna. Padahal, keselamatan adalah anugerah dari Tuhan, bukan hasil usaha manusia.

“Begin speaking in terms of victory rather than defeat. Your words have amazing power, so quit talking about what you can’t do and start talking about what God can do.”

Setiap manusia memiliki kebiasaan, baik yang membangun maupun yang kurang bermanfaat. Misalnya, sebagai orang percaya, kita diajarkan untuk memulai hari dengan berdoa kepada Tuhan Yesus, mengucap syukur atas perlindungan-Nya sepanjang malam dan atas kesehatan yang diberikan di pagi hari. Namun, ada juga orang yang tidak memiliki kebiasaan berdoa saat bangun pagi. Kedua hal ini merupakan hasil dari kebiasaan yang dibangun masing-masing individu.

Kita tidak bisa menyalahkan atau menghakimi mereka yang tidak berdoa, karena itu adalah hubungan pribadi mereka dengan Tuhan. Sebaliknya, menghakimi orang lain justru bukan kebiasaan yang baik.

Ibrani 3:7-8 Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun.

Ayat diatas mengingatkan kita akan bahaya memiliki hati yang keras, seperti bangsa Israel yang memberontak terhadap Tuhan di padang gurun. Bangsa Israel telah menyaksikan mukjizat demi mukjizat—dari pembebasan mereka dari perbudakan di Mesir, pembelahan Laut Merah, hingga penyediaan manna dari langit. Namun, ketika mereka menghadapi tantangan, mereka malah bersungut-sungut dan meragukan Tuhan. Sikap ini menunjukkan hati yang tidak percaya dan tidak taat. Akibatnya, mereka harus mengembara di padang gurun selama 40 tahun dan banyak yang tidak pernah masuk ke Tanah Perjanjian.

Kita pun sering terjebak dalam pola yang sama. Saat masalah datang, kita lebih memilih untuk mengeluh daripada berserah kepada Tuhan. Kita mungkin menyimpan dendam, sakit hati, atau ketakutan yang menghalangi kita untuk merasakan damai sejahtera dari Tuhan. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk membebaskan diri dari kekerasan hati dan belajar untuk mendengar suara-Nya dengan kelembutan hati. Tuhan ingin kita memiliki hati yang lembut, penuh iman, dan siap mendengar suara-Nya. Jangan biarkan pengalaman buruk, kepahitan, atau ketidakpercayaan mengeraskan hati kita seperti bangsa Israel di padang gurun. Hari ini, lepaskan semua yang menghalangi hubungan kita dengan Tuhan dan bebaskan diri kita dengan berserah kepada-Nya.

Tuhan telah memberikan kebebasan kepada kita dengan harga yang sangat mahal—sebuah kebebasan yang tidak bisa dibeli atau ditukar dengan apa pun di dunia ini. Jangan biarkan hidup kita kembali terikat oleh dosa. Yesus mati di kayu salib untuk menggenapi rencana Allah, yaitu memberikan kebebasan dan kemerdekaan sejati yang sangat berharga. Namun, jika kita terus hidup dalam perhambaan dosa, bukankah itu berarti kita tidak menghargai kasih-Nya?

Kemerdekaan yang Tuhan berikan jangan sampai disia-siakan. Kita sendirilah yang menentukan langkah ke depan—apakah kita memilih hidup bersama Allah atau mengikuti jalan dunia.

Tuhan Yesus Memberkati

LW – SCW

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *