Renungan Harian Kamis, 19 Oktober 2023
Ayat Pokok : Markus 6:1
Shalom… Selamat pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai mahluk sosial, yang artinya manusia tidak bisa hidup sendiri atau mencukupi kebutuhan sendiri. Manusia selalu membutuhkan orang lain dan Alkitab mencatat: Tuhan Allah berfirman : “tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja…”
Pada tahun 2000 sebuah perusahaan film di amerika merilis film yang berjudul “Cast Away”. Sebuah film bergenre drama petualangan yang menceritakan tentang seorang eksekutif muda bernama Chuck Nolan [diperankan oleh Tom Hanks] mengalami kecelakaan pesawat, kemudian terdampar di sebuah pulau kecil terpencil yang belum tersentuh peradaban manusia. Chuck Nolan mengalami kehampaan akut manusia tanpa interaksi dengan sesamanya.
Teks pokok kita hari ini menceritakan tentang salah satu mujizat yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus di Kapernaum. Markus menulis bahwa setelah Yesus berkeliling di kota-kota sekitar Galilea, DIA kembali lagi ke Kapernaum. Reputasi Yesus menyebabkan banyak orang datang dan melihat DIA (orang sakit, para pemimpin agama, dan lain-lain).
Dari teks tersebut kita dapat belajar beberapa hal;
1. Kita memerlukan komunitas.
Setiap manusia cenderung untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan bersosialisasi dengan manusia lainnya. Dalam bersosialisasi, kita memerlukan komunitas yang tepat. Seorang sosiolog dari Universitas Indonesia mengatakan bahwa dalam pengambilan keputusan, seseorang dipengaruhi kuat oleh lingkungan kecil (komunitas) dimana ia berada dan dengan siapa ia bergaul.
Rasul Paulus memperingatkan jemaat yang ada di Korintus demikian; ” jangan kamu sesat: pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik” [1 Korintus 15:33]. Jadi setiap kita harus memiliki komunitas yang sehat agar hidup kita bertumbuh dan berperan dengan baik.
2. Iman melahirkan kreatifitas.
Betapa bersyukurnya orang yang lumpuh tersebut memiliki sahabat-sahabat yang luar biasa, yang memiliki iman yang kuat, yang selalu mendukung, yang membuang semua alasan-alasan logis yang ada pada waktu itu karena keadaan yang tidak memungkinkan dan terus berusaha untuk membawa orang lumpuh itu ke hadapan Yesus.
Iman dari para pengusung orang lumpuh tersebut melahirkan kreatifitas yang luar biasa. Mereka membongkar atap rumah -tentunya dengan ijin dari si pemilik rumah- persis diatas Yesus dan setelah terbuka mereka menurunkan tilam tempat orang lumpuh tersebut berbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka [iman keempat orang pengusung itu], DIA mengampuni dosa orang lumpuh tersebut dan menyembuhkannya.
Ibrani 11:6 iman dan kesungguhan untuk mencari Tuhan akan mendapatkan upah.
Bapak, ibu dan saudara yang terkasih. Perhatikanlah bahwa iman sejati dan iman yang kuat bisa bekerja dengan berbagai cara dan selalu melahirkan kreatifitas yang luar biasa.
Adakalanya iman harus mematahkan perlawanan akal sehat, dan kadang-kadang juga perasaan kita. Namun, dengan cara apa pun, iman ini akan tetap diterima dan diakui oleh Yesus Kristus. Belas kasihan-NYA melahirkan pengampunan dan kesembuhan.
Amin. Tuhan memberkati.
DS