Bacaan: 1 Korintus 12 : 12 -31
Nats 1 Korintus 12:25, supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan
Syalom Saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus . . . . .
Dalam pembacaan kita di 1 Korintus 12 ini, ada perpecahan di dalam jemaat Korintus dan telah terjadi konflik yang cukup serius diantara mereka. Beberapa dari mereka telah menjadi superior, sehingga mereka merasa tidak lagi membutuhkan kehadiran orang lain dalam melayani Tuhan. Ketika Rasul Paulus mendengar kabar tersebut, maka segera ia mengirimkan surat kepada jemaat Korintus.
Dalam suratnya Rasul Paulus menggunakan contoh analogi tubuh untuk menggambarkan gereja sebagai tubuh Kristus. Sama seperti tubuh manusia memiliki banyak anggota tubuh seperti : tangan, kaki, mata, telinga dll., demikian pula dengan gereja Tuhan terdiri banyak anggota dengan berbagai latar belakang dan karunia yang berbeda-beda, namun semuanya itu ada dalam satu tubuh Kristus dan Kristus sebagai kepalanya.
Dalam melakukan perannya maka tangan tidak bisa mengabaikan peran kaki, demikian juga mata tidak bisa mengabaikan peran telinga, bahkan anggota tubuh yg paling lemahpun semisal kuku itupun tidak bisa diabaikan. Oleh sebab itu sebagai anggota tubuh Kristus , kita tidak boleh mengabaikan peran dari anggota tubuh Kristus yang lain. Kita harus menghargai peran semua anggota tubuh Kristus yang lain, baik mereka yang berperan sebagai rasul, nabi, pengajar atau juga mereka yang mendapat karunia mengadakan mujizat, menyembuhkan, memimpin, berkata-kata dalam bahasa Roh.
Kristus yang sudah menebus dosa-dosa kita, melalui kematian-Nya, mempersatukan kita dengan-Nya. Hal ini merupakan teladan dan pemahaman dasar iman untuk hidup saling menghargai Tuhan sendiri sudah menerima kita apa adanya, maka menjadi panggilan kita untuk menerima dan menghormati orang lain, apa pun keadaannya.
Dalam kehidupan persekutuan gereja, gereja tidaklah bebas dari perbedaan dan perselisihan. Adanya perselisihan atau pertengkaran merupakan hal yang seringkali terjadi. Ibarat sebuah keluarga, hal-hal tersebut sulit dihindari. Akan tetapi disinilah letak persekutuan Kristen yang sebenarnya, di mana setiap perbedaan bahkan perselisihan dapat diselesaikan oleh karena Kristus. Kristus-lah Sang pemilik tubuh (jemaat), sehinga tiap-tiap orang yang adalah anggota-anggota tubuhNya, dapat saling menghargai seorang terhadap yang lain.
Kehidupan yang saling menghargai merupakan sikap yang sangat berguna dalam kehidupan bersama orang lain. Perbedaan pandangan politik, latar-belakang, status sosial, pendidikan, suku, agama, hendaknya tidak menjadi alasan untuk tidak saling menaruh hormat sebab saling menghargai merupakan panggilan iman Kristen
Tuhan memberkati….
EW