Renungan Harian Selasa, 15 Agustus 2023
Bacaan : Mazmur 21
Nats : Mazmur 21:2, TUHAN, karena kuasa-Mulah raja bersukacita; betapa besar kegirangannya karena kemenangan yang dari pada-Mu!
Syalom Bapak Ibu Saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus . . . .
Semua orang ingin sukses. Ironisnya, banyak orang tidak bahagia justru setelah mereka meraih sukses. Sebut saja Kurt Cobain, penyanyi dari grup Nirvana yang bunuh diri ketika sedang tenar-tenarnya di tahun 1990-an. Atau, para rohaniwan yang citranya runtuh karena kesuksesan mereka. Belum lagi para pengusaha yang setelah sukses, justru keluarganya berantakan. Dan, masih banyak kisah tragis lain tentang kesuksesan. Ini menunjukkan pentingnya menjaga sikap hati saat meraih kesuksesan.
Bacaan hari ini berbicara tentang kemenangan Raja Daud. Berbagai kejayaan dan kesuksesan ia peroleh, sehingga ia menjadi raja yang besar dalam sejarah bangsa Israel. Pemazmur menjelaskan perihal sukacita sejati dalam sebuah kesuksesan ketika ia menguraikan keberhasilan seorang raja yang berjalan bersama Tuhan. Kebanggaan diperoleh bukan sekadar karena kesuksesan dalam kehidupan atau pun kemenangan dalam peperangan, melainkan semata-mata karena karya Allah dalam hidup orang beriman.
Perhatikan bagaimana Daud menggambarkan peranan Allah dalam keberhasilannya, antara lain: (1) sukacita datang dari Allah semata (2-3); (2) Allah menjadikan raja sebagai pengantara keberhasilan dan kemenangan-Nya (4-7); (3) penyertaan dan pemeliharaan Allah ada bersama umat-Nya (8-14). Berbagai kemenangan yang dialami Raja Daud (3, lih. ay. 1) menjadi dasar pujian umat kepada Allah (7-12). Dan puji-pujian ini juga diarahkan kepada masa depan, yaitu ketika Allah hadir dalam penghakiman-Nya pada akhir zaman (10-11). Selain itu, Raja Daud juga mengakui bagaimana Allah terlibat secara nyata dalam setiap pergumulan kehidupannya-termasuk dalam pemerintahannya. Dan inilah sumber sukacita yang sejati dalam kesuksesannya
Oleh karena itu, ia mengembalikan semua kemuliaan hanya bagi Tuhan. Hasilnya, ia bersukacita. Bukan karena kemenangannya, melainkan karena kesadaran yang ia miliki tentang siapa yang memberi kesuksesan tersebut, yakni Tuhan.
Dari mazmur ini kita belajar tentang cara menyikapi kesuksesan. Pertama, kita harus selalu menyadari bahwa kita sukses bukan melulu karena kita hebat, tetapi lebih utama karena anugerah Tuhan. Dalam rencana-Nya, Allah memercayakan berkat yang lebih kepada kita. Karena itu kita tidak boleh menjadi sombong. Kedua, kesuksesan bukan untuk dinikmati sendiri, melainkan untuk disalurkan kepada sesama. Sama seperti segala berkat yang lain, Tuhan ingin kesuksesan kita dipakai untuk memberkati orang lain dan memuliakan nama-Nya. Dengan demikian, kita akan menjadi orang sukses yang bahagia
KITA SUKSES KARENA ALLAH MEMERCAYAKAN ANUGERAH BERKAT-NYA YANG LEBIH KEPADA KITA
Tuhan Yesus Memberkati
TC
Puji Tuhan. Semua Karena AnugrahNya