Elohim Ministry umum Taburlah benih Kebaikan

Taburlah benih Kebaikan



Renungan Harian Kamis, 29 Januari 2026

Shalom …
Dalam kehidupan jemaat masa kini, kita hidup di tengah dunia yang bergerak cepat, penuh kompetisi, kata-kata, opini, dan tindakan yang sering kali dilakukan tanpa dipikirkan dampaknya. Media sosial, percakapan sehari-hari, keputusan kecil maupun besar—semuanya adalah ladang tempat kita sedang menabur. Banyak orang ingin menuai hasil yang baik, kehidupan yang diberkati, relasi yang sehat, dan damai sejahtera, tetapi lupa satu prinsip rohani yang sangat mendasar: apa yang kita tabur, itulah yang pasti kita tuai. Alkitab dengan tegas mengajarkan hukum tabur-tuai sebagai ketetapan Allah yang berlaku sepanjang zaman. Selama masih ada siang dan malam, selama langit dan bumi masih ada, hukum ini tidak akan pernah berubah.

Dasar Firman Tuhan

“Bibir orang bijak menaburkan pengetahuan, tetapi hati orang bebal tidak jujur.” (Amsal 15:7). Firman Tuhan ini menegaskan bahwa apa yang keluar dari hidup seseorang—terutama dari bibir dan tindakannya—menunjukkan siapa dirinya dan menentukan apa yang akan dituainya kelak.

Kisah Chris

Chris sebenarnya dibesarkan dalam keluarga yang taat dan mengenal nilai-nilai iman. Namun ketika memasuki masa remaja, hidupnya mulai melenceng. Ia perlahan menabur benih-benih kehancuran melalui gaya hidup pesta pora, penggunaan narkoba seperti kokain dan speed, hingga akhirnya terjerumus dalam alkohol berat—terutama setelah ia mengalami pukulan besar dalam hidupnya, yaitu kematian putrinya. Pilihan-pilihan hidup yang keliru itu membawa Chris ke titik terendah. Hubungannya dengan sang ayah memburuk hingga sering terjadi pertengkaran, kecanduannya terus berulang, dan pada suatu masa ia bahkan bergumul dengan pikiran untuk mengakhiri hidupnya. Hidup Chris menjadi gambaran nyata dari hukum tabur-tuai yang tegas: ketika seseorang menabur kesusahan, ia akan menuai kesusahan yang jauh lebih besar.

Namun di tengah kehancuran itu, ada benih lain yang ternyata telah lama ditabur. Tanpa banyak diketahui orang, ibu Chris selama bertahun-tahun setia menabur kebaikan dengan memberikan donasi kepada Ventura County Rescue Mission. Ia melakukannya dengan tulus, tanpa pernah membayangkan bahwa suatu hari benih itu akan kembali kepada keluarganya sendiri. Ketika Chris berada di titik paling gelap dalam hidupnya, ia mulai mencari pemulihan yang berlandaskan iman. Berkat informasi yang ia peroleh dari ibunya, Chris akhirnya masuk ke program rehabilitasi di Ventura County Rescue Mission. Di tempat itulah hidupnya mulai dipulihkan. Luka batinnya perlahan disembuhkan, hubungannya dengan sang ayah diperdamaikan, dan ia mulai menabur benih-benih yang baru—melalui kelas-kelas rohani, disiplin hidup yang sehat, dan keputusan untuk hidup benar di hadapan Tuhan.

Kini, Chris melihat dengan jelas bagaimana Tuhan menyusun rencana-Nya dalam hidupnya. Ia memiliki kerinduan untuk membuka sebuah tempat penampungan bagi para tunawisma, sebagai wujud syukur atas kasih karunia yang ia terima. Ia menyadari bahwa kesetiaan ibunya dalam menabur kebaikan telah menjadi sebuah “lingkaran penuh” — benih yang ditabur dengan kasih kini kembali sebagai berkat pemulihan dari Tuhan.

Sumber: “Sowing and Reaping – A Mother’s Giving Comes Full Circle” – Ventura County Rescue Mission (diterbitkan 6 April 2021).

Tiga Poin Utama Renungan Hari ini

1. Hukum Tabur-Tuai adalah Ketetapan Allah yang Tidak Bisa Dihindari

Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa tabur-tuai bukan sekadar prinsip moral, tetapi hukum rohani yang ditetapkan Allah sendiri. Rasul Paulus menegaskan bahwa manusia tidak dapat mempermainkan Allah: apa yang ditabur, itu juga yang akan dituai pada waktunya.

Ayub berkata dengan lugas, “Orang yang membajak kejahatan dan menabur kesusahan, ia menuainya juga.” Ini adalah kebenaran yang “jelas dan bersih”—tidak abu-abu. Menabur kebaikan akan menghasilkan kebaikan, tetapi menabur kejahatan, kecurangan, dan ketidakjujuran pasti membawa konsekuensi.

Karena itu, setiap perkataan, keputusan, dan tindakan kita sesungguhnya adalah benih yang sedang kita tanam untuk masa depan kita sendiri.

2. Apa yang Keluar dari Bibir Menentukan Apa yang Kita Tabur

Amsal 15:7 menyatakan bahwa bibir orang bijak menaburkan pengetahuan. Artinya, orang bijak tidak sembarangan berbicara. Perkataan mereka membangun, menguatkan, memberi arah, dan membawa kehidupan.

Sebaliknya, hati orang bebal digambarkan tidak jujur. Dari hati seperti ini, yang keluar bukan kebenaran, melainkan kebodohan, tipu daya, dan kesesatan. Jika seseorang gemar berkata curang, menipu, memutarbalikkan fakta, atau menyakiti orang lain dengan kata-kata, maka itulah benih yang sedang ia tabur. Alkitab memperingatkan kita untuk berhati-hati terhadap kecurangan (bdk. Amsal 22:8), sebab kecurangan bukan hanya merusak orang lain, tetapi pada akhirnya menghancurkan diri sendiri.

3. Menuai Kehidupan yang Baik Dimulai dari Menabur Hal yang Baik

Firman Tuhan mengajak kita untuk rajin menabur kebaikan, dimulai dari hal-hal sederhana: perkataan yang benar, sikap yang jujur, tindakan yang penuh kasih, dan perbuatan baik yang memuliakan Tuhan.

Efesus 2:10 mengingatkan bahwa kita diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Allah sebelumnya. Artinya, hidup orang percaya seharusnya menjadi ladang yang menghasilkan buah yang baik.

Kita tidak bisa mengharapkan panen yang baik jika benih yang kita tabur adalah benih yang buruk. Sama seperti ilustrasi sederhana: jika kita sedang sakit, tidak masuk akal jika orang lain yang kita suruh minum obat. Demikian juga dalam kehidupan rohani—kita tidak bisa menipu diri sendiri. Apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai.

Refleksi Renungan hari ini

Kita sering berharap menerima kebaikan, pengertian, dan berkat dari Tuhan maupun sesama, tetapi lupa untuk memeriksa apa yang selama ini kita tabur melalui perkataan, sikap, dan tindakan kita. Kita perlu jujur bertanya kepada diri sendiri: benih apa yang sedang kita tanam hari ini? Apakah kita menabur kebenaran atau kebodohan, kejujuran atau kecurangan, kasih atau kepahitan? Firman Tuhan mengajak kita untuk berhenti menipu diri sendiri dan mulai menabur hal-hal yang benar, karena masa depan rohani kita sangat ditentukan oleh apa yang kita tabur hari ini.

Karena itu, marilah kita hidup dengan penuh kesadaran, menabur kebaikan, kebenaran, dan kasih setiap hari. Dengan demikian, kita akan menuai kehidupan yang berkenan kepada Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama.

Hikmat Hari Ini

Jangan menipu diri sendiri: masa depan kita ditentukan oleh benih yang kita tabur hari ini.

Tuhan Yesus memberkati

YNP

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800

Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

1 thought on “Taburlah benih Kebaikan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *