Renungan Harian, Sabtu 28 Juni 2025
Nats: 2 TAWARIKH 20 : 21, Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk Tuhan dan memuji Tuhan dalam pakain kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata ; “Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi Tuhan bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya”.
Ada sebuah kisah inspiratif, Sang akrobatik itu berhasil melintasi tali tadi dengan selamat. Kemudian ia bertanya kepada para penonton, “Percayakah saudara-saudari bahwa saya akan bisa melintasi tali ini lagi untuk kedua kalinya?” Mereka serentak menjawab, “Percayaaa…!” Sang akrobatik menantang, “Kalau begitu, siapa yang berani ikut dengan saya melintas di sini?” Semua diam, sunyi-senyap seperti batu-batu kali yang bisu. Kemudian seorang anak kecil berteriak, “Saya mau…!” Semua mata tertuju kepada anak itu. Dengan penuh kepercayaan kepada kemampuan sang akrobatik, anak kecil itu duduk di bahunya. Semua orang menjadi sangat serius dan tegang mengikuti langkah demi langkah sang akrobatik itu, dan…ternyata sang akrobatik bisa menyeberang dengan sukses. Setelah sampai di ujung dengan selamat, semua orang bersorak gembira. Mereka kagum atas keberanian anak kecil itu dan kepercayaannya kepada sang akrobatik bahwa mereka akan selamat. Para penonton kepo dan ingin tahu siapakah gerangan anak itu? Jawab sang akrobatik itu, “Ia adalah anak saya! ” Ooooo… pantas! Begitu guman para penonton. Semua menjadi paham mengapa anak itu berani, sedangkan semua penonton lain tidak berani ambil resiko.
Saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan, kita melihat ketika menghadapi serbuan dari aliansi bani Moab, bani Amon, dan pasukan Meunim. Yosafat, raja Yehuda menghadapinya dengan menggunakan pujian. Tindakan yang membuka kesempatan se lebar-lebarnya bagi pihak lawan untuk menyerbu dan membantai,….tetapi tidak bagi Yosafat yang sebelumnya dalam kegentaran ia membawa perkara tersebut kehadapan Tuhan melalui Yahaziel Tuhan memberi jawaban, yakni tak usah takut, tak usah kecil hati dan tak usah bertempur karena Tuhan yang akan bertindak untuk membawa kemenangan bagi mereka dengan mulut yang penuh dengan puji-pujian dan tanpa senjata, Yosafat memenangkan pertempuran tersebut yaitu dengan hanya DENGAN PERCAYA KEPADA TUHAN…..
Saudara-saudara hanya dalam firmanNya Tuhan menyatakan agar kita menyerahkan segala kekuaatiran kita kepadaNya, dan Tuhan menjanjikan jalan keluar dari setiap permasalahan. Kiranya kita senantiasa memberikan tanggapan atas iman kita kepadaNya. Sehingga hati kita menjadi tentram dan dengan mulut kita selalu memuji Tuhan.
Saudara dari kisah Yosafat ini memberi bukti bahwa pengharapan kepada Tuhan tak pernah mengecewakan. Biarlah kita terus belajar dengan segenap hati percaya kepada Tuhan. Dan biarlah Tuhan mengampuni kami kalau kerap kali kami meragukan penyertaan-Mu dan pemeliharaan-Mu bahkan meragukan campur tangan-Mu.
Ajar kami untuk tetap bersyukur untuk berkat-berkatMu dalam segala perkara hidup kami dan biarlah damai sejahtera dan suka citaMu yang memberkati kami semua,
Tuhan Yesus memberkati…..
ew
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
saya mau mendapat renungan harian setiap hari