Renungan Harian Rabu, 25 Februari 2026
Ayat Pokok : 1 Tesalonika 5:18 “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”
Syalom . . . Salam sejahtera dalam kasih TUHAN Yesus Kristus.
Pada awal tahun 2026, Indonesia dihebohkan dengan berita bahwa Indonesia akan mengalami blackout selama 7 hari dimulai tanggal 20 Februari 2026. Hal tersebut disampaikan oleh Komisaris Jendral Polisi [Purnawirawan] Dharma Pongrekun di chanel youtube ngaji roso pada hari senin, 12 Januari 2026. Pernyataan tersebut sempat membuat heboh warganet dan mempertanyaan valid atau tidaknya berita tersebut, banyak orang yang kuatir dan berfikir bagaimanakah persiapan yang harus dilakukan jika Indonesia benar-benar mengalami “blackout” selama 7 hari. Namun sudah beberapa hari terlewat dari tanggal yang di beritakan, namun ternyata hal tersebut tidak terjadi.
Ada banyak orang pada masa sekarang ini yang mengalami kekuatiran yang berlebihan terkait dengan kondisi dunia dan prediksi-prediksi tentang apa yang akan terjadi yang disampaikan melalui media sosial. Bukan hanya pada orang-orang secara umum, namun banyak orang kristen yang ikut terbawa oleh berita-berita yang sifatnya prediksi saja sehingga banyak orang percaya yang sulit untuk bersyukur dan kehilangan damai sejahtera.
Dalam situasi seperti inilah nasihat Rasul Paulus kepada jemaat Tesalonika menjadi sangat relevan. Jemaat Tesalonika hidup di tengah tekanan, penganiayaan, dan ketidakpastian mengenai masa depan, termasuk pengharapan akan kedatangan Kristus yang kedua kali. Namun Paulus tidak berkata, “Khawatirlah,” melainkan:
“Mengucap syukurlah dalam segala hal.”
Perhatikan frasa “dalam segala hal”, bukan “untuk segala hal.” Artinya, ucapan syukur tidak bergantung pada keadaan yang menyenangkan saja. Syukur adalah sikap hati yang tetap percaya kepada kedaulatan Allah, bahkan ketika keadaan tidak sesuai dengan harapan.
Lebih jauh lagi, Paulus menegaskan bahwa mengucap syukur adalah kehendak Allah di dalam Kristus Yesus bagi kita. Ini bukan sekadar anjuran moral, melainkan bagian dari kehidupan orang yang telah ditebus oleh Kristus. Hidup dalam Kristus berarti hidup dalam perspektif syukur.
Mengapa mengucap syukur penting bagi kita???
1. Mengucap syukur adalah kehendak Allah.
Mengucap syukur bukan pilihan tambahan dalam kehidupan rohani, melainkan kehendak Allah sendiri. Ketika kita bersyukur, hati kita dijaga dari kepahitan saat realita tidak sesuai harapan. Masa-masa sulit tidak harus membuat kita menjadi pahit atau kecewa kepada Tuhan. Sebaliknya, kesulitan dapat menjadi kesempatan untuk melihat kuasa dan kebesaran Tuhan bekerja. Dalam proses itu, kita belajar mengenal Tuhan lebih dalam dan lebih intim. Syukur mengubah cara pandang kita: dari fokus pada masalah menjadi fokus pada penyertaan Tuhan.
2. Mengucap syukur menjaga hati kita tetap berada dalam hubungan yang benar dengan Sang Pemberi segala anugerah yang baik.
Setiap berkat yang kita terima berasal dari Tuhan. Ketika kita bersyukur, kita sedang mengakui bahwa hidup kita bergantung kepada-Nya.
Ucapan syukur menolong kita melihat hidup dari sudut pandang yang benar. Kita tidak lagi memandang segala sesuatu hanya dari sisi manusiawi, tetapi dari kacamata iman. Bahkan dalam situasi yang sulit sekalipun, kita percaya Tuhan tetap bekerja mendatangkan kebaikan. Syukur membuat hati kita tetap melekat pada Sang Pemberi, bukan hanya pada pemberian-Nya.
3. Mengucap syukur akan menghindarkan kita dari kesombongan.
Manusia sangat mudah jatuh dalam kesombongan. Kita bisa merasa bahwa keberhasilan, pencapaian, dan kesuksesan adalah hasil usaha kita sendiri. Namun ketika kita mengucap syukur, kita diingatkan bahwa setiap tarikan napas, kesehatan, kesempatan bekerja, dan kemampuan berpikir adalah anugerah Tuhan. Tanpa kemurahan-Nya, kita tidak dapat melakukan apa pun. Syukur meruntuhkan keangkuhan dan menumbuhkan kerendahan hati. Kita sadar bahwa hidup ini sepenuhnya bergantung pada kasih karunia Allah.
Bapak, ibu dan saudara yang terkasih. Marilah kita senantiasa mengucap syukur kepada Tuhan atas segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita entah itu baik ataupun buruk dan percaya bahwa Tuhan selalu memiliki tujuan yang benar dan baik atas segala sesuatu yang DIA ijinkan terjadi atas hidup kita. Marilah kita mengucap syukur atas segala sesuatu yang kita miliki, bahwa semua yang kita miliki adalah anugerah Tuhan, sebab segala pemberian yang baik dan anugerah yang sempurna datang dari TUHAN. Dengan mengucap syukur, kita memuliakan DIA, satu-satunya TUHAN yang berkuasa dan berdaulat atas segala sesuatu diatas muka bumi ini. Amin.
Refleksi Renungan Hari ini
Kita sering kali lebih mudah mengeluh daripada bersyukur, terutama ketika keadaan tidak berjalan sesuai keinginan kita. Namun firman Tuhan mengingatkan bahwa bersyukur adalah kehendak-Nya bagi kita. Saat kita memilih untuk bersyukur, kita sedang mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan yang berdaulat. Kita belajar melihat setiap peristiwa sebagai bagian dari rencana-Nya, menyadari bahwa semua yang kita miliki adalah anugerah, dan menjaga hati kita tetap rendah serta melekat kepada-Nya.
Hikmat Hari Ini
Syukur bukan menunggu keadaan berubah, tetapi memilih percaya bahwa Tuhan tetap bekerja dalam segala keadaan.
Tuhan Memberkati.
DS
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
1 Tesalonika 5:18 “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” Terima kasih Tuhan untuk berkat “kedua” hari ini untuk selalu mengucap syukur. Berkat “pertama” saya hari ini adalah “bangun pagi dengan tubuh yang sehat”. Amin. Semoga semua saudaraku dapat menikmati berkat dari Tuhan untuk hari ini.
amin. besyukur masih bangun pagi, antar anak sekolah. melihat dunia. apapun masalah keuangan biar tuhan yesus yang berkehendak