Renungan Harian Youth, Senin 10 April 2023
Bacaan: Lukas 23: 44 – 48
Setelah Yesus ditangkap sampai Dia mati di kayu salib, tidak lagi banyak kata-kata pengajaran yang diucapkanNya, sekarang saatnya Dia memperlihatkan semua yang diajarkanNya itu melalui perbuatan. Maka saat ini kita hendak menghayati pengorbanan Yesus di kayu salib seperti yang diungkapkan oleh Yohanes “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia”. (Yohanes 1:29).
Menurut kesaksian Injil Lukas, saat Yesus akan mati, ada kejadian-kejadian yang ajaib yang terjadi sebelum pada saat dan sesudah kematianNya. Kejadian ajaib ini memberikan kita banyak pengertian untuk semakin menghayati iman kita kepada Tuhan Yesus.
1. KEGELAPAN – Matahari tidak bersinar
Pukul 12 siang setelah Yesus di kayu salib, matahari yang tidak bersinar sehingga kegelapan meliputi seluruh daerah. Tentunya ini bukanlah gejala alam yang biasa atau seperti yang kita ketahui saat ini seperti gerhana matahari, yang jika ditelusuri lebih dalam kegelapan yang terjadi saat itu bukanlah gerhana matahari. Namun ini adalah suatu keajaiban yang diperlihatkan Allah kepada dunia ini bahwa dunia telah kembali kepada keadaannya yang semula, yaitu gelap gulita yang menutupi samudera raya (Kejadian 1:2). Yesus yang adalah terang sejati, terang bagi dunia ini akan mati dan ini diperlihatkan melalui matahari yang tidak bersinar menjelang kematian Yesus. Seperti yang pernah dikatakan oleh Tuhan Yesus “Hanya sedikit waktu lagi terang ada diantara kamu. Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu” (Yohanes 12: 35). Sehingga keajaiban yang Tuhan perlihatkan melalui kegelapan yang terjadi saat Yesus akan mati mengingatkan kita, bahwa
Yesus yang mati di kayu salib adalah terang bagi kehidupan kita, betapa gelapnya hidup kita tanpa Yesus.
2. TABIR BAIT SUCI TERBELAH DUA
Tabir bait suci sebagai penutup ruang maha kudus yang menjadi tempat kehadiran Allah. Tidak seorang pun boleh masuk kedalamnya selain imam besar, itu pun hanya boleh satu kali dalam setahun (Ibrani 10). Tabir pemisah itu menjelaskan tentang adanya jarak yang memisahkan manusia berdosa dengan Tuhan yang kudus. Seperti yang dikatakan di Yesaya 59:2 “tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu”. Segera setelah kematian Tuhan Yesus, tabir yang ada di bait suci itu terbelah yang hendak menjelaskan bahwa jalan masuk ke tempat mahakudus kini sudah terbuka.
Melalui kematian Tuhan Yesus menunjukkan bahwa Tuhan Yesus telah memenangkan kita dari dosa yang memisahkan kita manusia dari Tuhan yang Maha Kudus.
Dengan mengambil beban dosa dan menanggung hukumannya, Yesus telah menyingkirkan pemisah antara Allah dan manusia.
Allah telah membuka DiriNya, menunjukkan jalan kudusNya supaya kita datang menghampiri kekudusanNya. Inilah kasih Tuhan yang besar kepada kita, supaya kita mensyukurinya dengan tidak mensia-siakan jalan yang telah Tuhan berikan kepada kita. Dalam diri kita ada Allah yang penuh kasih yang mau mendengarkan doa kita setiap saat, yang mau menuntun kita dalam setiap langkah hidup kita.
3. KESAKSIAN – Kepala pasukan dan orang banyak
Kepala pasukan itu dengan jelas mengetahui bagaimana proses penderitaan sampai dengan kematian Tuhan Yesus. Dari semua apa yang mereka lakukan untuk mengeksekusi Yesus, sikap dan ucapan Tuhan Yesus di kayu salib, dan juga kejadian-kejadian alam yang mengikuti setelah kematian Tuhan Yesus, pada akhirnya kepala pasukan itu mengungkapkan perasaannya tentang Tuhan Yesus dan berkata “Sungguh, orang ini adalah orang benar!” Kepala pasukan tentu mengetahui orang-orang seperti apa yang memang pantas mendapatkan hukuman mati di kayu salib. Ungkapan kepala pasukan itu hendak menjelaskan bahwa dari semua proses yang sudah terjadi hingga Yesus mati, bahwa Yesus memang adalah orang benar yang tidak selayaknya mendapatkan hukuman mati di kayu salib.
Tidak hanya kepala pasukan itu, tetapi juga juga seluruh orang banyak yang menyaksikan penyaliban Tuhan Yesus merasakan duka atas kematian Yesus. Mereka memukul-mukul diri seakan menyesalkan apa yang telah terjadi. Mungkin dari mereka ada yang telah meneriakkan untuk menyalibkan Yesus, memaki dan menertawakan Tuhan Yesus. Namun semua yang mereka lakukan itu dibalas Tuhan Yesus dengan perkataan “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. “.
Jika mereka yang tidak mengenal siapa Yesus dapat menyesal, apalagi kita yang telah mengetahui apa sesungguhnya yang telah Tuhan Yesus lakukan dengan mati di kayu salib, kita dituntun agar kita semakin menghidupi pengorbanan Yesus dengan sungguh-sunguh mau hidup dalam pertobatan.
Kita hendak menyadari betapa besar kasih Tuhan bagi kita, Tuhan tidak ingin dosa membuat kita menderita, sehingga Dia mengorbankan diriNya mati di kayu salib menjadi korban upah dosa kita. Kitalah yang selayaknya mati karena dosa, tetapi kita bersyukur kepada Tuhan yang memberi kita keselamatan dari maut. Maka apakah yang bisa kita perbuat sebagai ungkapan syukur kita atas pengorbanan Yesus di kayu salib? Tuhan telah menganugerahkan kepada kita hidup baru, hidup yang tidak lagi dikuasai oleh dosa, maka jangan lagi kita kembali dikuasai oleh dosa, tetapi tetaplah kita terus menerus hidup dalam pimpinan Tuhan untuk hidup dalam kekudusan.
Amin, Tuhan Yesus Memberkati
EYC 08042023-YDK