Renungan Harian Anak, Kamis 09 Januari 2025
Syalom, adik-adik yang dikasihi Tuhan! Bagaimana kabarnya hari ini? Kakak berdoa semoga adik-adik semuanya dalam keadaan sehat dan penuh semangat untuk menjalani hari ini. Pagi ini, kita akan belajar bersama-sama tentang “Tidak Menyerah dan Terus Berjuang.”
Adik-adik, apakah kalian pernah berada dalam situasi yang sulit sampai-sampai rasanya ingin menyerah saja? Misalnya: Ketika belajar untuk ulangan, tapi pelajaran terasa sulit dipahami. Saat bertanding sepak bola melawan tim yang sangat kuat, dan rasanya mustahil untuk menang. Tantangan seperti ini bisa membuat kita merasa lelah dan ingin menyerah. Tapi tahukah adik-adik, ada banyak tokoh di Alkitab yang juga menghadapi situasi yang sulit, namun mereka tidak menyerah dan terus berjuang. Salah satunya adalah Rasul Paulus.
Rasul Paulus adalah seorang pemberita kabar baik tentang Tuhan Yesus. Tetapi tugas itu tidak mudah baginya. Ia menghadapi banyak kesulitan, seperti dianiaya, dipenjara, bahkan nyawanya terancam. Namun, Paulus tidak menyerah. Ia tetap berjuang mengabarkan Injil, sehingga banyak orang, termasuk bangsa-bangsa non-Yahudi, percaya kepada Tuhan Yesus. Selain Paulus, ada tokoh lain di Perjanjian Lama yang juga mengalami banyak tantangan dalam hidupnya, tetapi ia tidak menyerah. Siapakah dia? Yusuf.

Kisah Yusuf: Tidak Menyerah dalam Kesulitan
Kisah Yusuf dimulai ketika ia dijual sebagai budak oleh saudara-saudaranya karena rasa iri mereka. Yusuf dibawa ke Mesir dan menjadi budak di rumah Potifar, seorang pejabat penting di istana Firaun. Di sana, Yusuf difitnah oleh istri Potifar hingga akhirnya ia dipenjara. Meskipun berada di penjara, Yusuf tetap tidak menyerah. Ia terus berjuang dan setia kepada Tuhan. Ketika berada di penjara, Yusuf menolong juru minum dan juru roti Firaun dengan mengartikan mimpi mereka. Keahliannya ini akhirnya membawanya kepada Firaun. Yusuf mengartikan mimpi Firaun tentang kelaparan yang akan datang, dan karena hikmatnya, Yusuf diangkat menjadi pejabat tertinggi di Mesir setelah Firaun.

Mengapa Yusuf dan Paulus Tidak Menyerah menghadapi setiap tantangan? Jawabannya adalah karena mereka tahu Allah menyertai mereka.
Allah menyertai Yusuf. Dalam Kejadian 39:2 tertulis bahwa Allah menyertai Yusuf, sehingga ia berhasil dalam segala hal yang dikerjakannya.
Allah menyertai Paulus. Dalam surat-surat Paulus, ia sering menulis bahwa Tuhan memberikan kekuatan kepadanya untuk terus maju dan menyelesaikan tugas yang Tuhan berikan.
Allah memberikan kekuatan, kesabaran, dan kemampuan kepada Yusuf dan Paulus untuk terus berjuang. Penyertaan Tuhan inilah yang membuat mereka tidak menyerah.
Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Yusuf dan Paulus?
- Tetap berjuang, meskipun menghadapi kesulitan.
- Percaya bahwa Tuhan selalu menyertai kita.
- Berdoa dan meminta kekuatan dari Tuhan.
Seperti Yusuf dan Paulus, kita juga bisa mengatasi tantangan dalam hidup kita karena Tuhan selalu menyertai dan memberikan kita kekuatan.
Ayat Hafalan : “Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.” (Yeremia 1:8)
Komitmen Hari Ini: “Tuhan Yesus, aku percaya bahwa Engkau selalu menyertaiku. Aku tidak mau menyerah dalam menghadapi tantangan, karena aku tahu Engkau akan memberiku kekuatan untuk terus berjuang.”
Selamat beraktivitas! Jangan lupa, tetap semangat dan terus berjuang, karena Tuhan selalu menyertai kita. 😊🙏
Mik – RS