Renungan harian Rabu, 08 April 2026
Ayat Pokok : Matius 11:6, “Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”
Syalom . . . Selamat pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam TUHAN Yesus Kristus. Bicara tentang kata kecewa, beberapa diantara kita atau mungkin bisa jadi kita semua pernah mengalami yang namanya Kecewa. Sebut saja kecewa kepada siapa; kepada orang tua ketika kita masih kecil karena diPHP, ingin sesuatu tetapi di beri yang lain. Dikecewakan oleh orang-orang dekat, dikecewakan oleh guru atau atasan kita. Atau sebut saja dikecewakam oleh siapa.
Kecewa menurut kamus besar bahasa indonesia berarti kecil hati, tidak puas [karena tidak terpenuhi keinginannya]. Sedangkan menurut ilmu Psikologi “kecewa” adalah Kondisi dimana Individu merasakan hal yang tidak mengenakkan, menjengkelkan disertai ada rasa kemarahan karena apa yang diinginkan tidak sesuai dengan realita yang terjadi. Kamus wabster mendefiniskan kecewa adalah gagal memenuhi harapan atau keinginan. Bisa juga dikatakan sebuah kondisi dimana harapan dan realita tidak bertemu.
Kata “kecewa dan menolak” dalam teks bahasa Yunani memakai kata “σκανδαλισθῇ” [skandalisthē] yang artinya menyebabkan orang lain jatuh dalam dosa/tersesat sehingga berdosa dan menyangkal iman yang dulu. Jika melihat konteks dari teks pokok kita, ayat tersebut merupakan penggalan dari jawaban Yesus kepada dua orang murid Yohanes Pembaptis yang bertanya kepada-NYA tentang apakah Yesus adalah Mesias yang dinantikan itu. Pertanyaan ini datang bukan karena kecewa tetapi karena Yohanes sedang berusaha meyakinkan dirinya bahwa Yesus yang telah dia perkenalkan, yang telah dia baptis dan yang Allah sendiri menyatakan kepadanya bahwa DIAlah anak yang dikasihi dan Bapa berkenan kepada-NYA. Yohanes ingin merasa lebih yakin lagi sepenuhnya bahwa Yesus adalah Mesias yang sudah lama dijanjikan dan diharapkan.
Dan setelah mendapatkan jawaban tersebut Yohanes Pembaptis benar-benar yakin bahwa Yesus adalah Mesias yg dijanjikan tersebut. Dalam jawaban tersebut Yesus memberikan peringatan betapa bahaya jika seseorang kecewa, karena akan membawa kepada penolakan. Dalam konteks penggunaannya, Yesus memakai kata σκανδαλισθῇ [skandalisthe] yaitu “Ketika seseorang merasa “tersinggung” (skandalizo) karena perilaku orang lain, yaitu bahwa mereka melihat sesuatu dalam diri orang lain yang mereka tidak setujui, dan yang kemudian menghalangi mereka untuk menghormati orang tersebut. Bukan hanya berdampak buruk pada dirinya sendiri tetapi kemudian menghalangi orang lain untuk datang kepada-NYa. Betapa ngeri kondisi seseorang yang kecewa.
KEKECEWAAN itu seperti bom waktu, setiap orang yang menyimpan KEKECEWAAN pasti akan mengalami kerugian besar.
Oleh sebab itu jangan simpan KEKECEWAAN dalam hati, terlebih bila dipupuki, karena KEKECEWAAN hanya akan berbuahkan sesuatu yang menyakitkan, bahkan lebih jauh akan membawa seseorang kepada kebencian bahkan kepahitan. Siapakah yang kemudian mengalami kerugian??? Ya diri kita sendiri. Oleh sebab itu lepaskan KEKECEWAAN, buanglah itu dan anggaplah bahwa setiap kenyataan yang datang yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan sebagai sarana di mana TUHAN sedang melatih kita untuk menjadi lebih BIJAKSANA dan menjadi DEWASA lagi di dalam DIA.
Berbanding terbalik dengan Yohanes Pembaptis, salah satu murid-NYA kecewa kepada Yesus, dia adalah Yudas Iskariot. Mathew Henry dalam tafsirannya berkata demikian; “Perhatikanlah, dalam perkara-perkara yang berhubungan dengan Kristus dan keselamatan kita oleh-Nya, kita sebaiknya harus merasa benar-benar yakin. Kristus tidak tampak dalam kemegahan dan kekuasaan lahiriah seperti yang diharapkan orang-orang dari-Nya. Murid-murid-Nya sendiri pun tersandung dalam hal ini, dan mungkin Yohanes juga.” Yudas kecewa karena Yesus bukanlah Mesias seperti yang dia harapkan, yang hadir dalam kemegahan dan akan membebaskan dari jajahan romawi dan membangkitkan lagi kejayaan kerajaan Daud. KEKECEWAAN Yudas terjadi sebagai akibat dari ketidaksetujuannya dengan kebenaran Ilahi tentang tujuan kedatangan Mesias yaitu DIA datang ke dunia untuk membebaskan manusia dari kutuk dan perhambaan dosa, sesuatu yang lebih besar dari hanya sekedar pembenasan secqra lahiriah dari penjqjahan romawi, karena penjajahan karena dosa akan membawa manusia ke dalam kebinasaan.
Bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam TUHAN, apakah mungkin saat ini kita sedang bergumul dengan kekecewaan??? Kecewa karena anak-anak kita tidak menjadi seperti yang kita harapkan?? Kecewa karena istri atau suami kita tidak seperti yang kita inginkan??? Atau bahkan mungkin kecewa karena doa kita tidak dijawab TUHAN, kita menginginkan sesuatu dan memintanya dalam doa, namun ternyatq kita tidak menadapatkan seperti apa yang kita doakan dan harapkan. Bapak, ibu dan saudara yang terkasih, marilah kita kembali kepada kehendak Allah. Marilah kita mencari apa yang menjadi isi hati-NYA. Jika doa kita tidak TUHAN jawab itu artinya DIA berkata “tidak” bagi doa kita karena hal tersebut bukanlah hal yang baik atqu tepat bagi kita. Kita harus memiliki yakin kepada kasih dan kemahatahuan Allah. DIA pasti memberikan yang terbaik bagi kita. Mengerti kehendak TUHAN akan membuat kita jauh dari kekecewaan.
Kita harus ingatlah bahwa hanya diri kita sendirilah yang bisa MENGONTROL dan menjaga diri dan hati kita dari kekecewaan, bukan orang lain yang ada disekitar kita. Jika kita berusaha untuk MENGONTROL dan MENGUBAH orang lain, atau bahkan mungkin berusaha mengontrol keadaan, maka pasti diri kita sendirilah yang akan menjadi KECEWA. Terimalah setiap kenyataan dengan UCAPAN SYUKUR. Dan belajarlah untuk mengontrol perasaan kecewa kita dengan mengerti maksud dan kehendak TUHAN atas hidup kita.
Management KEKECEWAAN akan menolong kita untuk belajar, supaya kita hanya MENARUH dan MENGGANTUNGKAN semua HARAPAN kita kepada TUHAN. Roma 5:5 menuliskan; “Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” Kiranya TUHAN melalui karya Roh Kudus dalam diri kita, menolong kita agar kita tidak menjadi kecewa namun senantiasa bertekun dalam kasih dan ketekunan kita, berusaha mengerti kehendak TUHAN dan mengejar apa yang menjadi isi hati-NYA dan percaya bahwa segala seauatu akan ditambah bagi kita.
Hikmat Hari Ini
Kekecewaan tidak akan menguasai hidup kita ketika kita belajar mempercayai kehendak Tuhan dan menggantungkan seluruh pengharapan hanya kepada-Nya.
Amin. Tuhan memberkati.
DS
JOIN GRUP
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f
Atau klik tombol dibawah ini >>>
Kekecewaan tidak akan menguasai hidup kita ketika kita belajar mempercayai kehendak Tuhan dan menggantungkan seluruh pengharapan hanya kepada-Nya. Amin, terima kasih Tuhan. Berikan kami hikmat dan kemampuan untuk menggantungkan seluruh pengharapan hanya kepada Mu Tuhan.