Renungan Harian Youth, Senin 18 September 2023
Dalam kehidupan kita akan ada “Waktu Puncak” yang akan datang dan mungkin kita tidak pernah tahu (atau bisa saja tahu) kapan itu akan terjadi. Dan setiap kesempatan itu akan bisa kita ambil dengan baik ketika kita MEMILIKI PERSIAPAN yang baik. Dengan kata lain ~ kita akan selalu ada dalam kondisi untuk mempersiapkan kehidupan kita baik untuk tujuan yang dekat maupun tujuan yang jauh bahkan mencapai kepada kekekalan.
Mengutip quotes terkenal dari ― Benjamin Franklin, “By failing to prepare, you are preparing to fail.” ~ “Dengan gagal untuk mempersiapkan, Anda sedang mempersiapkan untuk gagal”
Tuhan Yesus juga memberikan sebuah peringatan yang penting bagi setiap kita untuk kita terus mempersiapkan diri
Lukas 12:35 “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.
Jika kita Konteks ayat ini adalah sebuah peringatan tentang KEWASPADAAN – sebagai Pelayan yang siap sedia ketika Tuannya datang. “Tetap Menyala” – sebuah kata perintah yang berarti pelita itu harus menyala dan terus menyala.
Persiapan adalah hal yang penting
ada banyak orang yang tidak berani masuk dalam hal-hal yang besar yang Tuhan sudah persiapkan dalam kehidupan ini alasan paling besar adalah “tidak siap” … Bicara tentang Pelita – ayat ini terkorelasi dengan kisah didalam
Matius 25:1-13, Perumpamaan tentang Perempuan yang Bijaksana dan Bodoh.
Dalam perumpamaan ini menceritakan tentang pentingnya melakukan Tugas dengan baik dan memiliki persiapan dalam melaksanakan tugasnya. Alkitab seringkali membuat kontras atau perbandingan, dan dalam konteks ayat –ayat ini sedang dibandingkan antara gadis yang bijaksana dan yang bodoh. Dan kita harus memahami bahwa Bodoh disini Alkitab tidak menyangkutkannya dengan masalah intelektual atau bakat dan kepandaian namun kepada kesadaran diri untuk mempersiapkan kehidupan kita
10 gadis ini mereka memiliki persamaan (Ayat 5) yaitu memiliki Tugas yang sama, melaksanakan tanggung jawab yang sama dan mereka menunggu, kelelahan sampai tertidur
Namun Menjadi berbeda di ayat 8-9… yang membedakan adalah “PERSIAPANNYA” … Gadis yang bodoh mungkin berfikir gampanglah, mungkin Tuan datang nya cepet jadi ga perlu siapin minyak. Atau gampanglah … ga usah repot-repot begini aja sudah cukup.
Yang menentukan bijaksana bukanlah gelar, keahlian, kecakapan namun yang membedakan adalah “persiapannya”… Masa persiapan adalah masuk dalam masa penantian (menanti bukanlah pekerjaan yang Menyenangkan). kedua kelompok ini sama-sama menanti dan menunggu, sama-sama tertidur. ~ melalui sebuah proses yang sama Ingatlah bahwa Masa persiapan – sebuah proses yang tidak mudah karena tidak ada yang melihat, yang menilai, tidak ada panggung.
Akhirnya … Ketika waktunya tiba, gadis bodoh yang tidak mempersiapkan diri ini kelabakan dan cara paling gampang adalah meminta … Namun Gadis Bijaksana tidak memberikan karena tidak akan cukup.
Apa yang harus kita sadari dalam kehidupan ini ?
- MEMPERSIAPKAN KEHIDUPAN ADALAH URUSAN PRIBADI MASING-MASING.
Apakah gadis bijaksana ini pelit? Tidak memiliki belas kasihan? Tentu tidak … alasannya tidak cukup. Urusan pertumbuhan iman kita adalah urusan masing-masing pribadi, kita tidak bisa “Ndompleng” Iman kita kepada orang lain.
Masing-masing kita akan mempertanggung jawabkan diri kita masing-masing dihadapan Tuhan
- JANGAN MENUNDA KARENA KESEMPATAN ADA BATASNYA
Kisah ini tidak berhenti sampai disini, mereka masih mengusahakan diwaktu “Injury Time” untuk bisa mendapatkan minyak … tetapi dikatakan hari sudah malam.
Sebuah Peringatan : Akan ada waktunya dimana kesempatan itu akan habis dan tidak bisa diulang, jadi bijaksanalah dalam mempersiapkan kehidupanmu. – Jangan Menunda supaya kamu tidak menyesal.
Pergunakan Masa mudamu untuk mempersiapkan seluruh kehidupanmu seutuhnya, perkara-perkara jasmani dan rohani, supaya engkau tidak menyesal
- ORANG YANG MEMILIKI PERSIAPAN KEHIDUPAN PASTI AKAN LEBIH KUAT.
Orang yang BIJAKSANA = Orang yang MEMPERSIAPKAN KEHIDUPAN
Setiap orang yang mempersiapkan kehidupannya pasti akan selalu siap untuk meraih setiap kesempatan yang ada dalam kehidupannya. Kesiapan berjumpa dengan kesempatan akan menghasilkan keberhasilan.
Perikop ini diakhiri dengan : Sebab itu hendaklah kamu berjaga-jaga, karena tiada kamu ketahui akan hari atau waktunya (25:13)
Ini adalah urusan yang sangat penting,
kita tidak tahu waktunya kapan kita kembali kepada Tuhan … karena itu yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan diri kita sepenuhnya dan sebaik mungkin.
Tuhan Yesus memberkati
EYC 160923 – YDK