TUHAN MENDENGAR DOA DAN MEMULIHKAN UMATNYA

TUHAN MENDENGAR DOA DAN MEMULIHKAN UMATNYA

Syalom rekan-rekan Youth, kiranya hari ini kita tetap sehat dan dalam perlindungan Tuhan 

Sampai saat ini kita semua memang mengalami dampak Covid-19 dan banyak dari kita yang sudah mendengar bahwa dalam menghadapi Covid-19 adalah vaksinasi namun kita perlu juga untuk tetap melakukan  ketaatan dan kewajiban dalam menjaga protokol kesehatan.  Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, kasus positif Covid-19 mengalami penurunan dalam lima pekan terakhir, seiring dengan diterapkannya pembatasan kegiatan masyarakat. Namun kita harus tetap waspada teman teman.

2 Tawarikh 7 :14,”Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku hendak mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.”

Melalui ayat Firman Tuhan ini, kita mengetahui bahwa Tuhan, Allah Bapa yang bertakhta di sorga mendengar segala doa umat-Nya yang menyebut atas nama-Nya. Tuhan berkenan karena mereka merendahkan diri di hadapan Tuhan. Tuhan suka kepada umat-Nya yang berdoa dan mencari wajah-Nya. Tuhan senang melihat umat-Nya meninggalkan jalan-jalannya yang jahat. Lalu, mereka kembali datang, beribadah, berdoa, bersyukur, memuji, memuliakan, menyembah dan melayani-Nya. Tuhan akan mendengar dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka dari sorga.

Allah telah menyampaikan kepada bangsa Israel bahwa kunci untuk mengalami pemulihan adalah merendahkan diri, berdoa dan mencari wajahNya, lalu berbalik dari jalan-jalan yang jahat (bertobat). Jadi pertobatan adalah kunci untuk mengalami pemulihan dari Tuhan. Pertobatan inilah yang harus kita perjuangankan dan lakukan terus-menerus, dengan tujuan agar kita tidak lagi hidup di dalam dosa, apalagi kita sebagai orang Kristen sudah ditebus oleh darah Kristus.

Lalu bagaimana kunci pemulihannya? Jawabannya adalah tergantung dari respon kita sebagai bagian dari umatNya.  Apa yang dapat memulihkan kita?

1. Bertobat dengan kerendahan hati.

Kita tidak akan pernah menemukan pemulihan pribadi  jika kita coba untuk menyembunyikan dosa-dosa kita dari Allah.  Pertobatan inilah yang harus kita perjuangankan dan lakukan terus-menerus, dengan tujuan agar kita tidak lagi hidup di dalam dosa, apalagi kita sebagai orang Kristen sudah ditebus oleh darah Kristus. Maka “…siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17).

Tuhan akan mengampuni dosa-dosa kita, dan pengampuan Tuhan inilah yang menjadi awal dibukanya pintu kemurahan dan anugerahNya.

2. Kita harus berdoa dalam ketekunan.

Allah mau kita berdoa dan tidak menyerah. Ia mau kita berdoa dalam ketekunan. Kenyataannya kita terlalu cepat menyerah. Itulah alasan mengapa kita tidak melihat jawaban kepada doa-doa kita.

“Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati,”  (Yeremia 29:12-13). 

3. Kita tetap taat dan menjaga diri

Dimasa Pandemi ini mari kita bersikap bijak dalam menjalani hari hari, mari kita melindungi diri sendiri, memperhatikan langkah2 kita, mari kita tetap taat menjaga protokol kesehatan.

Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka. Amsal 27 : 12

Rekan ekan Youths,.kita tahu bahwa bangsa bangsa di dunia termasuk bangsa kita sedang mengalami krisis ini, itu berarti ita perlu melakukan syarat-syarat untuk pemulihan keadaan. Jika keadaan ternyata sudah serba sukar, banyak bencana, krisis di segala bidang, kejahatan di mana-mana, sampai wabah pun terjadi, maka yang kita perlu lakukan adalah bertobat, berbalik dari jalan-kita yang jahat yang jahat. Pemulihan tidak akan terjadi di saat orang yang tidak mengenal Allah berbuat lebih baik.

Apapun setiap pergumulan yang kita hadapi , mari sama sama kita berdoa kiranya Allah akan menunjukan belas kasih dan AnugerahNya untuk memulihkan keadaan kita dan keadaan negeri kita.

Komitmen :

Ajar kami untuk tetap tekun berdoa dan menyerahkan setiap pergumulan didalam tanganMu saja, Kami percaya hanya Engkau yg sanggup memulihkan keadaan kami.

KP – SCW

Komunikasi

Komunikasi

Renungan Harian, Kamis 02 September 2021.

2 Petrus 3:18, ”Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus….”

Hari ini kita merenungkan Firman tentang bertumbuh dalam hubungan dengan Yesus, bertumbuh dalam hubungan dengan Yesus artinya mengenali Dia lebih mendalam lagi, lebih mengasihi dan mentaati Dia.

Komunikasi adalah faktor penting agar dapat bertumbuh dalam hubungan dengan Yesus. Sama halnya dengan kita saat hendak mengenal seseorang, diperlukan komunikasi. Semakin sering kita membangun komunikasi dengan seseorang, maka semakin kita mengenal orang tersebut. Demikian juga dengan Tuhan, diperlukan komunikasi dalam membangun hubungan. Dan komunikasi yang baik adalah komunikasi dua arah, dimana keduanya saling berkomunikasi.

Terdapat empat aspek komunikasi yang akan membantu kita mengembangkan hubungan kita dengan Yesus.

Tuhan berkomunikasi dengan kita melalui Alkitab. (2 Timotius 3:16,17)

Melalui Alkitab Tuhan memperlihatkan sifat-Nya dan kehendak-Nya. Alkitab berisi perintah-perintah Tuhan, panduan bagaimana kita menjadi pengikut-pengikut-Nya. Alkitab berisi sabda atau perkataan Tuhan sendiri, maka dari itu kita perlu membaca, mendengar dan merenungkan Firman itu.

Kita berkomunikasi dengan Tuhan melalui doa. (Filipi 4:6,7)

Doa adalah komunikasi kita kepada Tuhan, dalam doa kita bercerita kepada Tuhan akan apa yang sedang kita gumulkan, dalam doa kita menaikkan permohonan dan dalam doa kita naikkan ucapan syukur kita.

Dalam 1 Yohanes 5:14,15 memberitahu kita bahawa kita boleh mendoakan apa pun juga. Apabila kita berdoa menurut kehendak Allah, Dia mendengar dan akan menjawab doa kita. Mengucap syukur kepada Allah adalah juga sebahagian daripada berdoa (1 Tesalonika 5:18: Efesus 5:20). Mengucap syukur kepada Allah menyatakan bahawa kita mempercayai Dia.

Kita berkomunikasi dengan sesama orang Kristian melalui persekutuan (Ibrani 10:24,25)

Dalam persekutuan dengan saudara-saudara seiman, kita mendorong dan membimbing satu sama lain. Bersekutu dengan orang Kristian lain adalah penting untuk saling mendorong supaya mengasihi dan berbuat baik. Perkataan Yunani untuk persekutuan, “koinoia”, bermakna “berkongsi”. Kita perlu mengongsikan pengalaman Kristian kita kepada orang lain yang mengasihi Allah, dan juga membiarkan mereka berkongsi dengan kita. Allah telah menubuhkan gereja sebagai tempat untuk kita bertemu dengan orang Kristian lain untuk mempelajari tentang Allah. Pengajian Alkitab dan pertemuan lain juga sangat membantu.

Kita berkomunikasi dengan orang lain yang tidak mengenal Tuhan secara peribadi dengan bersaksi. (Kisah Rasul 4:12)

Bersaksi adalah perintah Tuhan bagi kita yang telah menerima Keselamatan oleh Tuhan Yesus Kristus, dengan tujuan orang yang belum mengenal Tuhan dapat mengenal Allah yang benar, Allah yang sanggup menyelamatkan.

Dengan keempat aspek komunikasi ini, mari kita terus bertumbuh dalam membangun hubungan dengan Tuhan Yesus yang semakin hari harus semakin erat.

Tuhan Memberkati

CM

“JANGAN PAMER DONG!”

“JANGAN PAMER DONG!”

Renungan Harian Anak, Kamis 02 September 2021

Selamat pagi adik-adik Elohim Kids. Bagaimana kabarnya hari ini? Pasti luar biasa kan? Nah pagi ini kita akan belajar Firman Tuhan bersama-sama ya….

Mona senang sekali hari ini karena ia mendapat hadiah dari tantenya yang baru datang dari luar negeri. Mona mendapat sebuah jam tangan baru yang sangat bagus. Jam itu berwarna ungu, warna kesukaan Mona. Setiap hari Mona memakainya, bahkan ketika Mona pergi ke sekolah. la memamerkan jam dari luar negeri itu kepada teman-temannya. Saat melihat ada temannya yang memakai jam tangan, Mona mengejeknya karena tak sebagus miliknya. Mona setiap hari selalu berusaha agar dia bisa tampil ok di depan semua orang dan selalu memamerkan apa yang dia miliki sehingga banyak teman-temannya yang merasa tidak senang dengan sikap Mona.

Wah, wah, sikap Mona sangat tidak baik ya adik-adik karena jam tangan itu kan pemberian tantenya juga barang – barang yang dia miliki adalah pemberian orang tuanya. Mona belum tentu bisa beli sendiri. Mona sudah menjadi sombong karena apa yang ia miliki.

Sikap seperti itu tidak boleh ditiru ya, adik-adik. Firman Tuhan di dalam Amsal 3:9 berkata supaya kita memuliakan Tuhan dengan harta kita. Itu berarti kita memuliakan Tuhan dengan apa pun yang kita miliki. Harta tidak selalu tentang berapa banyak uang yang kita miliki. Harta juga tentang apa yang ada di dalam diri kita, hati, pikiran, akal, kepandaian, bakat atau kemampuan. Semuanya itu bukan karena hasil dari diri kita sendiri tapi semuanya adalah dari Tuhan.

Adik-adik Tuhan tidak senang dengan orang yang sombong/congkak, karena kesombongan adalah sikap hati yang tidak mengandalkan Tuhan tetapi mengandalkan kekuatannya sendiri.

Dalam Yakobus  4:6 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

Alkitab banyak menceritakan bagaimana Tuhan menghukum orang-orang yang sombong, seperti dari Firaun, Goliat, Saul, Nebudkadnesar, Belsyazar, Haman dan ada juga Herodes Agripa bahkan ada juga nama-nama lain yang ditentang dan dihukum oleh Tuhan karena kesombongannya.

Ingatlah bahwa Tuhanlah yang memberkati kita, jadi kita tak boleh sombong atau pamer ya adik-adik. Mari menggunakan semua yang kita miliki baik itu kepandaian, harta benda, dan semuanya untuk memuliakan nama Tuhan.

Ayat Hafalan:

Mazmur 146:2 Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.

Komitmenku hari ini

Tuhan Yesus, tolonglah aku agar aku menggunakan apa yang kupunyai untuk memuliakan nama-Mu. Jaga hatiku supaya aku tidak menjadi anak yang sombong

EPR – RS