“Menjadi Murid Kristus”

“Menjadi Murid Kristus”

Renungan Harian Anak, Senin 06 September 2021

Apa Kabar adik adik semua??  Puji Tuhan kita sudah memasuki hari Senin, berarti semua sudah siap untuk pembelajaran sekolah hari ini kan … semangat ya adik-adik

Adik-adik pasti kita semua bersyukur kepada Tuhan karena memiliki keluarga yang memperhatikan adik-adik semuanya mulai dari orang tua, kakak atau adik, opa atau oma, om dan tante, mereka semuanya adalah berkat yang Tuhan berikan. Nah bagaimanakah cara Adik-adik mengungkapkan terima kasih kepada mama dan papa yang sudah membesarkan dan mendidik Adik-adik? Ada yang memberikan hadiah kepada mama dan papa pada saat mereka ulang tahun, ada yang membantu pekerjaan di rumah atau ada yang belajar rajin supaya menjadi juara kelas dan membanggakan orang tuanya. Ya, itu adalah cara Adik-adik untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada orang tua.

Trus bagaiamana kita mengungkapkan rasa syukur kita kepada Tuhan? Tentunya jawabanya adalah jadilah anak Tuhan dan Murid Tuhan Yesus yang baik dan terus bertumbuh, melakukan Firman Tuhan sehingga kehidupan kita semuanya bisa memuliakan Bapa di Sorga.

Kita kemarin sudah belajar dalam Sunday Funday tentang Murid-murid pertama Tuhan Yesus. Dalam Injil Yohanes 1:35-51, Tuhan Yesus memanggil murid-muridNya yang pertama, Awalnya 2 orang murid dari Yohanes Pembaptis salah satunya Bernama Andreas , Mereka langsung ikut Tuhan Yesus dan percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Anak Domba Allah yang menebus dosa umat manusia.  Kemudian Andreas mengajak Simon pada Yesus. Yesus memandangi Simon dan berkata, “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas”. Yang artinya adalah Petrus. Keesokan harinya, Yesus berangkat ke Galilea dan bertemu dengan Filipus lalu berkata, “Ikutlah Aku“, kemudian Filipus menemui Natanael dan menceritakan tentang Yesus seperti yang pernah disebutkan oleh para nabi kepadanya.

Ketika Natanael tahu Yesus berasal dari kota Nazaret, ia sedikit ragu masakan dari kota kecil itu asal sang Mesias, namun Filipus mengajaknya untuk menemui Yesus. Ketika Yesus melihat Natanael, la berkata, “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” … singkat cerita Natanaelpun percaya dan mengikut Yesus. Adik-adik, dari cerita tadi kita belajar bahwa pribadi Tuhan Yesus begitu luar biasa, Dia adalah juru selamat atau Mesias yang sudah dijanjikan, sehingga dengan antusias orang mau menjadi murid-Nya.

Menurut Adik-adik, menjadi murid Tuhan seperti apa? Ya, mau menceritakan tentang Tuhan Yesus dan kebaikan-Nya kepada semua orang bahkan kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan, seperti Andreas mengajak Simon menemui Tuhan Yesus, Filipus mengajak Natanael menemui Tuhan Yesus, sehingga akhirnya Simon dan Natanael pun mau menjadi murid Tuhan Yesus. Mau kan Adik-adik bercerita tentang Tuhan Yesus? Adik-adik menceritakan kebaikan Tuhan yang adik-adik alami, pertolongan Tuhan, bahkan kasih Tuhan Yesus yang sudah menyelamatkan kita semua dan menjanjikan kehidupan yang kekal

Kita juga mau menjadi murid Tuhan Yesus yang setia ya … setia beribadah, setia berdoa, baca Alkitab, baca renungan dan ayat hafalan … kita semua harus hidup didalam kasih dan kebaikan sehingga kita bisa memuliakan Bapa yang di Sorga.

Ayat Hafalan

Efesus 2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya.

Komitmen Hari ini

Aku mau menjadi murid Kristus yang Setia, terus belajar menjadi pengikut Kristus yang bertumbuh dan menyenangkan hati Tuhan

SF050921 -SP

Mengejar Visi Atau Ambisi

Mengejar Visi Atau Ambisi

Renungan Harian Youth, Senin 01 Februari 2021

Syalom …semangat pagi buat rekan-rekan Youth semuanya ….

Rekan-rekan jika ditanya tentang tujuan kehidupan … ternyata tidak semua kita bisa menjawabnya dengan mudah … terlepas dari semua situasi yang ada sebagai anak Tuhan seharusnya kita memahami tujuan kehidupan kita.

Apakah Visi kehidupan itu?

Visi merupakan sesuatu yang didambakan untuk dimiliki dimasa depan (what do they want to have). Visi menggambarkan aspirasi masa depan tanpa menspesifikasi cara-cara untuk mencapainya, visi yang efektif adalah visi yang mampu membangkitkan inspirasi. Proses perwujudan visi merupakan proses perwujudan rencana Allah. Jadi, yang terutama adalah Rancangan Allah dalam kehidupan kita.

Namun disisi yang lain, ada yang namanya Ambisi … seringkali Ambisi dikonotasikan negatif … namun Ambisi ternyata hal yang positif jika dikerjakan dengan motivasi hati yang benar. Ambisi menurut The Webstera’s Dictionary adalah keinginan yang kuat untuk memperoleh kesuksesan dalam hidup dan mencapai hal-hal besar atau baik yang diinginkan. Berambisi adalah berkeinginan keras mencapai sesuatu.

Belajar dari Kejadian 11:1-9 mencatat mengenai Kisah Nimrod. Nimrod adalah orang yang mula-mula memiliki ambisi untuk menyatukan umat manusia yang ada di muka bumi, dan mengumpulkannya pada sebuah kota dengan sebuah menara yang tingginya sampai ke langit. Namun, sebelum dia berhasil sepenuhnya, Tuhan menggagalkan usahanya untuk membangun menara yang tingginya hingga mencapai langit. Mengapa Tuhan menggagalkan usaha Nimrod? Karena dia membangun menara yang puncaknya sampai ke langit demi memenuhi ambisi pribadinya dan untuk ”cari nama” (ay. 3-4). Apabila proyeknya ini sampai berhasil, maka seluruh manusia di dunia pada masa itu akan menjadikan Nimrod sebagai “Allah.” Tentu saja sebagian besar umat manusia akan mencondongkan hatinya kepada “Nimrod” yang dianggap sebagai Allah yang terlihat dan nyata pekerjaannya. Allah sangat membenci kesombongan, oleh karena itu maka digagalkanlah rencana tersebut. Allah mengacaubalaukan bahasa mereka, sehingga masing-masing orang tidak mengerti bahasa yang diucapkan di antara sesama mereka sendiri. Ambisi Nimrod untuk mendirikan menara yang tingginya sampai ke langit gagal, karena itu bukan kehendak Allah.

Seringkali, kita terjebak dengan apa yang kita pikirkan baik, namun belum tentu selaras dengan apa yang Tuhan mau. Terkadang juga, kita terjebak dengan pemikiran bahwa “hal yang akan aku kerjakan ini punya tujuan besar untuk kemuliaan nama Tuhan” padahal ada maksud lain yang kita sembunyikan dibalik kata “untuk kemuliaan nama Tuhan”. Kita juga sering sekali terjebak, sampai akhirnya hal itu gagal kita capai dan berujung pada kekecewaan kepada Tuhan dengan berkata “Loh, bukannya baik maksutnya itu. Loh, kan niatnya baik?” Tahan, baik buat siapa dulu? Pertanyaan itu yang harusnya mulai kita jawab terlebih dulu. Baik untuk aku atau untuk Tuhan? Membawa kemuliaan bagi namaNya atau supaya aku terkenal dan di puja?

Berambisi sebenarnya sah-sah saja, berambisi mustinya adalah hal yang baik karena itu sebagai tanda ketertarikan kita untuk mengerjakan sesuatu hal. Namun, perlu kita ingat bahwa ambisi berujung petaka jika ambisi itu adalah ambisi yang salah. Tentu saja, ambisi yang salah adalah ambisi yang tidak selaras dengan Visi Tuhan dalam hidup kita.

Mengerjakan Visi Tuhan dengan ambisi kita, salah dong? TIDAK. Kembali lagi, ambisi adalah bentuk tanda ketertarikan kita mengerjakan sesuatu hal. Artinya, mengerjakan Visi Tuhan dengan disertai ambisi yang benar adalah yang Tuhan kehendaki bagi kita semua. Perbedaan antara ambisi yang benar dan yang salah terletak pada tujuan dan motivasi kita —apakah itu untuk kemuliaan Allah atau untuk kemuliaan diri sendiri.

Perlu diingat jika ambisi itu sudah terlalu besar dibandingkan visi kita sehingga kita mencari dan mempergunakan segala cara untuk mencapai visi itu, pada saat itulah kita mulai kehilangan fokus dari yang awalnya selfless menjadi selfish.

“Dalam niat mengejar kebesaran, kita justru menjadi kerdil.” — Eli Stanley Jones, Misionaris

Bagaimana dapat mengetahui apa yang kita rencanakan itu merupakan visi Allah atau hanya ambisi diri yang salah?

Pertama, Berdoa kepada Tuhan

Apakah sewaktu membuat perencanaan menjabarkan visi kita terlebih dahulu berdoa kepada Tuhan? Apabila belum mendoakannya, apalagi memang sengaja tidak mendoakannya dahulu, maka apa yang semula dianggap sebagai visi dari Tuhan, ternyata hanya ambisi pribadi saja.

Kedua, Mengandalkan dan Melibatkan Tuhan

Apakah sewaktu menjalanakan visi tersebut hanya mengandalkan kekuatan manusia atau melibatkan Tuhan untuk menjalankan visi yang katanya dari Tuhan? Bila hanya mengandalkan kekuatan sendiri, tentu saja akan gagal di tengah jalan.

Ketiga, Mengikuti Waktu Tuhan

Menjalankan visi Tuhan tanpa tergesa-gesa dan harus mengetahui secara rinci apa yang harus dikerjakan dan Tuhan pasti akan membuka jalan untuk mencapai visi yang Tuhan berikan kepada kita. Percayalah Waktu Tuhan selalu tepat dan terbaik.

Tugas kita adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk siap dengan rencanaNya Tuhan dikerjakan dalam kehidupan kita.

“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan.” Yesaya 55:8 TB

Komitmenku hari ini

Aku mau terus mempersiapkan diriku dengan baik, apa yang bisa aku kerjakan sekarang akan aku kerjakan dengan baik, karena Tuhan terus berkaya untuk mengerjakan rencanaNya dalam hidupku

ER040921 – MLE

Taat dan Jangan Menunda

Taat dan Jangan Menunda

Renungan Harian, Senin 06 September 2021

Setiap kita pasti suka jika belanja dengan promo, jika kita tahu sebuah promo tetapi menunda untuk membelinya bisa jadi kita akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan promo tersebut. Berbicara mengenai menunda melakukan sesuatu bisa berdampak kepada hal yang besar. Contohnya dalam hal kesehatan, jika tidak dijaga dengan hal yang sederhana namun tidak pernah dikerjakan.

Demikian juga dalam melakukan Firman Tuhan, kita punya bagian untuk melakukan Firman namun faktanya seringkali kita menunda untuk melakukannya.

Contoh Kisah Nebukadnesar (Daniel 4:27-28)

Jadi, ya raja, biarlah nasihatku berkenan pada hati tuanku: lepaskanlah diri tuanku dari pada dosa dengan melakukan keadilan, dan dari pada kesalahan dengan menunjukkan belas kasihan terhadap orang yang tertindas; dengan demikian kebahagiaan tuanku akan dilanjutkan!”

Daniel mengingatkan Raja agar melakukan keadilan dan belas kasihan namun dia menolaknya sehingga hukuman Tuhan datang dalam hidup Nebukadnesar.

Ketika kita mendengarkan Firman Tuhan, apa yang ada dalam hati kita? Adakah kita mau untuk menaati dan melakukannya? Perhatikan nasehat Rasul Yakobus

Yakobus 4:17, Jadi jika seorang TAHU bagaimana ia harus berbuat baik, TETAPI IA TIDAK MELAKUKANNYA, ia berdosa.

Menunda melakukan Firman Tuhan adalah DOSA.

Tahu berbuat baik tetapi tidak melakukannya adalah dosa. Sengaja untuk tidak taat adalah dosa dan tidak berkenan kepada Allah. Dosa tidak hanya tentang hal yang jahat tetapi ketika tidak melakukan Firman Tuhan. Akibat dari penundaan adalah ada begitu banyak berkat-berkat yang akan hilang dan tidak kita terima. Ada kesempatan-kesempatan yang akan hilang.

Berkat-berkat yang hilang ketika kita menunda untuk melakukan Firman Tuhan

Kehilangan Pertumbuhan Rohani.

Ketika tidak ada pertumbuhan Rohani maka yang terjadi adalah kebusukan didalam hidup kita, tidak ada yang didapatkan tanpa ketaatan melakukan Firman Tuhan. Hidup yang tidak akan berbuah dan tidak akan berubah.

Yohanes 15:5, Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Jika hidup kita memilih untuk dalam kedagingan maka hidup kita tidak bertumbuh dalam kerohanian. Sebaliknya ketika manusia rohani bertumbuh maka kedagingan akan dimatikan.

Jika Tuhan bicara sekarang..Mari kita lakukan sekarang!
Jangan tunda kewajiban kita, jika hak kita tidak mau ditunda.

Kehilangan Keberhasilan

YESAYA 59:2, tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Ingatlah bahwa yang menjadi penghalang dalam kehidupan kita adalah dosa dan pelanggaran kita, tanpa ada penyertaan Tuhan maka tidak akan ada keberhasilan dalam kehidupan kita.

AMSAL 20:4, Pada musim dingin si pemalas tidak membajak; jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa-apa.

Jangan menunda untuk melakukan sesuai dengan waktunya, maka kita akan menuai pada waktunya. Jangan berharap tuaian tanpa mau untuk berjuang menabur dan menanam.

Kehilangan Pelayanan

YAKOBUS 4:13, Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: ”Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok.  Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.

Tidak ada yang tahu keadaan dan waktu serta kesempatan dalam kehidupan kita. Hidup kita seperti uap jangan pernah kehilangan kesempatan untuk melakukan Tugas dan Panggilan kita. Jangan pernah kehilangan kesempatan untuk melayani Tuhan dan sesama. Pergunakanlah setiap kesempatan untuk melayani jangan tunda untuk memakai kesempatan ini.

Tuhan Yesus menolong dan memberkati kita semuanya

Rangkuman Khotbah
Pdt. Ester Budiono