“TENANGLAH dan ambil Bagian terbaik”

“TENANGLAH dan ambil Bagian terbaik”

Renungan Harian Anak, Sabtu 11 September 2021

Bacaan: LUKAS 10:38-42

Selamat pagi adik-adik semua…. Gimana kabarnya sehat semua kan ya? Jaga kesehatan kita dengan makan yang cukup dan olahraga yang teratur, jangan lupa vitamin juga ya. Terlebih lagi yuk sama-sama kita merenungkan Firman Tuhan pada hari ini.

Ada sebuah kisah …

Seekor ikan mempersoalkan sikap kura-kura yang dianggap suka bersembunyi di balik rumah cangkangnya ketika menghadapi masalah. Setelah kura-kura mengatakan ia menemukan keteduhan di dalam rumah pemberian Tuhan itu, ikan menyelanya dengan berkata, “Ya, tapi semua makhluk berkomentar memperbincangkanmu.” “Hmm, ” jawab kura-kura. Mungkin ini penyebab umurku panjang. Aku tidak sibuk bergunjing tentang makhluk lain, sebaliknya aku jalani saja apa yang kuyakini itu benar.”

Nah adik-adik penting untuk kita menjalani hibup kita dengan benar, tidak perlu repot untuk memikirkan omongan negatif dari orang lain, berani melakukan apa yang benar walaupun harus berbeda dengan banyak orang disekitar kita.

Alkitab menceritakan, Ketika Tuhan Yesus singgah di rumah ketiga sahabat di kampung Betani, Yesus sedang dalam perjalanan ke Yerusalem (lih. Luk 9:51). Artinya, Dia sedang menuju kematian-Nya di kayu salib, dan ini berarti Waktu tak banyak lagi bagi Yesus. Momen berharga ini, Maria tak ingin melewatkan kesempatan untuk duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya (ay. 39). Tanpa berpaling kiri dan kanan. Sebaliknya dengan Marta. Marta menyibukkan dirinya dengan melayani Yesus yang singgah di rumahnya (38-39). Bahkan karena kesibukannya yang melelahkan ini, ia sempat protes pada Yesus karena saudaranya, Maria yang sama sekali tidak membantunya (39). Tuhan malah menilai tindakan Marta hanya menyusahkan diri sendiri.

Maria sama sekali tidak memperdulikan kesibukan Marta. Ia memilih untuk duduk dekat kaki Tuhan untuk mendengarkan pengajaran-Nya. Sekalipun Marta memprotesnya justru tindakan Maria dikomentari Yesus sebagai “memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya”(42). Adik-adik bukan karena Maria malas bekerja, tetapi kesempatan untuk mendengarkan pengajaran Yesus adalah hal yang sangat berharga dan lebih berharga dari yang lainya.

Hal apa yang dapat menjadi pelajaran bagi kita?

kesibukan kita, apa pun jenisnya, ingat yang terutama adalah bagaimana adik-adik bersekutu bersama dengan Tuhan Yesus.

Ayo ditengah kesibukan yang ada, ingatlah untuk mendahulukan bersekutu bersama dengan Tuhan tentunya melalui Doa dan membaca Firman Tuhan. Adik-adik setiap hari mau rajin untuk mendengarkan renungan Firman Tuhan supaya kita semua memiliki Firman Tuhan dalam kehidupan ini.

Duduk di kaki Tuhan dan mendengarkan perkataan-Nya harus menjadi prioritas hidup orang percaya. Karena ini merupakan hal yang utama, Tuhan adalah sumber kehidupan kita. Justru dari duduk mendengarkan Tuhan, kita dapat memiliki pelayanan yang diperbarui sesuai dengan kehendak Tuhan, dan bukan untuk motivasi lainnya.

Mari kita meneladani Maria yang memprioritaskan waktu untuk bersekutu dengan Tuhan. Baik dalam waktu teduh pribadi kita, ataupun dalam persekutuan dengan saudara seiman yang lainnya.

Jangan menyusahkan diri dengan kehilangan hal yang paling penting, yaitu untuk selalu memiliki kedekatan dengan Tuhan. Waktu kita berharga dan Tuhan masih punya kepentingan dengan kita untuk mengerjakan rencana-Nya.

Ayat hapalan

Mazmur  84:11 Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.

MEK – AEP

PENGUMUMAN

Jangan lupa adik-adik semuanya, untuk mengikuti ibadah Elohim Kids di acara Sunday Funday Besok … hari minggu jam 08.15 di channel Youtube Elohim ministry dengan tema :

“ALU BELAJAR BERINISIATIF”

Ayo kita bersukacita Bersama memuji Tuhan dan juga yang paling penting kita belajar Firman Tuhan.

Sampai jumpa besok ya … Tuhan Yesus memberkati.

Mengenal Kitab Suci

Mengenal Kitab Suci

Renungan Harian Sabtu, 11 September 2021

Syalom rekan-rekan youth, salam semangat buat rekan-rekan semuanya.

Rekan-rekan sejak kecil kita sudah didorong untuk rutin membaca Alkitab. Bisa dikatakan bahwa Membaca Alkitab merupakan kewajiban dan kebutuhan semua anak Tuhan. Tanpa kehidupan membaca Alkitab, maka kehidupan rohani Kristen akan kering dan berhenti bertumbuh, jadi sangat penting bagi kita membaca Alkitab, ini merupakan dasar dan akar dari pertumbuhan kehidupan rohani kita. Beberapa orang dapat memahami kebenaran melalui membaca Alkitab, sehingga kehidupan mereka memperoleh pembekalan; tetapi beberapa orang telah membaca Alkitab selama bertahun-tahun, mereka dapat membahas tentang pemahaman Alkitab, tetapi mereka tidak memiliki pertumbuhan dalam kehidupan mereka. Apa alasannya? Adalah bagaimana menempatkan Alkitab didalam kehidupan kita.

Alkitab tertulis yang kita pegang sekarang ini adalah “kanon” yang menunjuk pada peraturan atau pengakuan iman. Kata ini dipakai pada awal kekristenan untuk menunjuk pada pokok-pokok ajaran para rasul yang menjadi penguji terhadap setiap ajaran dan penafsiran yang muncul.

Alkitab adalah firman Allah yang merupakan fondasi, batas, dan patok kehidupan orang percaya.

Sebagai Informasi kita dalam sejarah gereja Peristiwa penganonan Alkitab oleh Konsili di Kartago tahun 397 M harus dipahami sebagai penerimaan iman oleh gereja bahwa Alkitab kanonik itu diinspirasikan oleh Allah, dan diterima sebagai standar iman dan kehidupan. Tangan Tuhanlah yang telah memimpin para Bapa-bapa Gereja dengan otoritas dari Kristus untuk mengumpulkan kitab-kitab kanonik sehingga disusun menjadi Alkitab.

Sebagai orang percaya kita harus memahami hal mendasar tentang keistimewaan Alkitab, karena melalui Alkitablah kita mengetahui dan mengenal pribadi Allah, memberikan hikmat yang menuntun kita kepada keselamatan didalam Kristus Yesus

2 Timotius 3:14-15 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.

Kita akan bersama melihat sifat-sifat dari Alkitab

1.  Authority – Otoritas

Arti sifat Alkitab yang authority adalah bahwa Alkitab memiliki wibawa ilahi. Ayat-ayat yang menuliskan “demikianlah firman Allah….” Menyatakan otoritas dari Allah sendiri dan menmyatakan kewibawaanya. Karena Roh Kuduslah yang memberika otoritas dan kewibawaan ilahi kepada para penulis Alkitab untuk menuliskan pesan Allah dan Firman-Nya, bukan hasil dari pemikiran manusia saja.

2. Inerrancy – tidak ada kesalahan

Inerrancy adalah sifat firman Allah yang ditulis tanpa salah pada naskah aslinya (naskah Ibrani dan Yunani). Karena Alkitab adalah wahyu Allah jadi tidak mungkin salah. Roh Kudus adalah Sumber yang memberikan Ilham keapda para penulis Alkitab. Walaupun Alkitab sudah diterjemahkan untuk memudahkan kita memahaminya, dengan berbagai latar belakang penerjemahan namun Alkitab tidak kehilangan sifat “tanpa salahnya”

Yohanes 16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

3.     Kejelasan (clarity)

Alkitab memiliki kejelasan dalam pemberitaan, Pengajaran, dan penerapan bagi orang percaya. Alkitab menyatakan karakter Allah dan kehendakNya bagi umat manusia. Alkitab menyatakan ketetapan yang dibuat Allah dan nilai-nilai kebenaran yang harus dijalankan oleh manusia, Alkitab memberikan tuntunan yang jelas mengenai jalan keselamatan dan kehidupan yang kekal.

Roh Kudus adalah sumber hikmat yang akan menuntun orang percaya dapat memahami Firman Allah, Roh Kudus akan menerangi hati dan pikiran kita untuk bisa mengerti kehendak Allah melalui Alkitab bagi kehidupan kita.

BACALAH ALKITABMU … ini adalah pengingat bagi kita semuanya, banyak anak Tuhan yang tahu Alkitab itu Firman Allah namun tidak pernah dengan sengaja memberikan waktu untuk membaca Alkitab. Berdoalah dan mintalah kepada Tuhan hati yang haus dan lapar akan Firman Allah, bukalah Alkitabmu dan belajarlah untuk mengenal pribadi Allah dan kehendakNya bagi hidupmu.

Adakah membaca Alkitab sudah menjadi disiplin rohanimu? Beri makan manusia rohani mu dengan membaca Firman Tuhan dan merenungkannya, supaya iman kita dapat bertumbuh didalam kebenaran.

2 Timotius 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Komitmenku Hari ini

Aku mau mendisiplin diriku untuk Kembali membaca Alkitab setiap hari bukan karena hanya kewajiban namun kesadaran akan pentingnya Firman Allah dalam kehidupanku

YNP – AdS

PENGUMUMAN …

Buat rekan-rekan youth … jangan lupa nanti sore di chanel youtube Elohim ministry … Nanti sore ada EL-Rei jam 16.30 yang akan menemani kalian untuk memahami isu-isu yang banyak anak muda hadapi, dan tentunya kita akan belajar juga dari sudut pandang Firman Tuhan … dan tema kita nanti sore adalah “JUST DO IT”… ketaatan adalah nilai penting dalam kekristenan, bagaimana kita menjalani ketaan … selengkapnya akan dikupas tuntas jadi jangan lupa saksikan El Rei nanti sore.

Dan Juga jangan lupa buat besok Ibadah Onsite digedung gereja GPdI Elohim sudah dimulai ,,, jam 06.00 tentunya tetap dengan protokol Kesehatan. Ibadah online jam 07.00 pagi dan Ibadah Sunday Funday jam 08.15 di channel youtube Elohim ministry.

Kebahagiaan yang Langgeng

Kebahagiaan yang Langgeng

Renungan Harian, Sabtu 11 September 2021

Bacaan: Mazmur 32:1-8

Saudara-saudara yang kekasih didalam Kristus …

Beberapa orang berkata “ bahagia itu sederhana ”, mereka menganggap demikian karena menurut mereka  bahagia itu hanya sebatas rasa senang yang dialaminya. Bisa berkumpul dengan teman lama, berkumpul dengan keluarga, atau makan bareng sahabat.

Perasaan senang seperti tersebut diatas bukan bahagia, itu kesenangan yang sifatnya hanya sementara dan singkat, segera hilang setelah kegiatan selesai hanya menyisakan kenangan yang tidak makan waktu lama juga hilang atau dilupakan ditelan kesibukan sehari-hari. Atau malahan ada yang setelah kegiatan yang menyenangkan itu selesai merasa kesepian, kehilangan dan stress.

Bahagia yang sifatnya langgeng, merupakan ciri kehidupan itu sebabnya orang berkata keluarga itu bahagia  atau dia orang yang bahagia. Itu kan bukan sekedar ketawa ha..ha..ha hi..hi..hi, tetapi karena sehari-hari keluarga atau orang yang dimaksud hidupnya damai sejahtera, bisa tertawa dan menangis juga pada tempatnya.

Di dalam Mazmur 32 ini memberitahukan kepada kita bahwa bahagia itu akan dimiliki, oleh :

Orang yang pelanggarannya atau dosanya diampuni

Mazmur 32: 1 – 2, “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi ! Berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan, dan yang tidak berjiwa penipu !. Sehingga hati nuraninya murni tidak dikejar rasa bersalah.

Mereka orang-orang yang berbahagia karena Tuhan sudah mengampuni pelanggaran mereka. Karena mereka selama ini tertekan jiwanya seperti pada ayat 3 dan 4, “Selama aku berdiam diri, tulang -tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari, sebab siang malam tanganMu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. Sela.”

Orang yang rendah hati untuk mengakui dosanya

Ayat 5, “Dosaku kuberitahukan kepadaMu dan kesalahanku tidaklah  kusembunyikan , aku berkata aku akan mengaku kepada Tuhan pelanggaran-pelanggaranku, dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela”

Kerendahan hati mengakui segala kesalahan kita menunjukan dengan jujur bahwa kita tidak berusaha menyembunyikan kesalahan kita dan datang pada Tuhan yang memberi pengampunan.

Orang yang hidup akrab dan bersekutu dengan Tuhan

Mazmur 32: 6-8, “Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepadaMu, selagi Engkau dapat ditemui ; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi itu tidak melandanya, Engkaulah persembunyian bagiku terhadap kesesakan Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak. Sela. Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kau tempuh Aku hendak memberi nasehat, mataKu tertuju kepadamu.”

Saat kita memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan maka Tuhan tidak segan-segan melindungi dan memberi pertolongan kepada kita.

Sehingga saudara-saudara yang terkasih kebahagiaan yang langgeng menurut Mazmur 32:1-8 bukan kebahagiaan yang sementara. Kebahagiaan tersebut dapat kita dapatkan asal kita dekat dengan Tuhan, disaat itulah kita akan memniliki kerendahan hati untuk mengakui segala pelanggaran kita dan saya percaya kalau Tuhan pasti mengampuninya.

Itulah arti bahagia yang langgeng . . . . .

Tuhan Yesus memberkati.

EW