Bacaan: Matius 5
Nats: Matius 5:8, “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.”
Syalom Bapak Ibu Saudara sekalian yang dikashi Tuhan Yesus dan yang mengasihiNYA ….
“Dalamnya laut dapat diukur, dalamnya hati siapa yang tahu?” Sebuah peribahasa yang menyatakan bahwa sulit untuk menduga dan mengetahui pikiran dan hati seseorang. Sedangkan murni itu artinya tidak bercampur dengan unsur lain atau tulen, tulus, suci, cinta yang sejati/murni/asli, tidak di pengaruhi dari luar atau lugu/polos. Renungan kita hari ini berbicara tentang hati yang murni, seperti nats kita yang telah disampaikan saat Yesus khotbah dibukit.
Hati merupakan faktor penting yang sangat menentukan kualitas hubungan kita dengan Tuhan. Bagaimana hati akan sangat menentukan dan menunjukkan seperti apa kehidupan kita. Tuhan pun sangat mementingkan hati. “… Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” (1 Samuel 16:7). “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23). Jaga hati bukan dengan asal-asalan, ala kadarnya atau seadanya, dengan standar kewaspadaan rendah, tapi dikatakan dengan segala kewaspadaan, karena dari sanalah hidup itu terpancar.
Sekarang, bagaimana kita menjaga kemurnian hati?
Lahir baru
Dalam Efesus 4 dikatakan: “yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.” (ay 22-24). Lahir baru membuat kita menjadi manusia baru, diperbaharui dalam roh dan pikiran, yang memungkinkan kita untuk hidup dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya/seharusnya. Sebuah proses lahir baru membuat kita bisa terus menerus diperbaharui untuk semakin dalam mengenal Allah secara benar. “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:7). Tanpa menjadi ciptaan yang baru akan sangat sulit bagi kita untuk bisa memiliki hati yang murni.
Hidup oleh Roh dan dipimpin oleh Roh
Dalam Galatia 5:16-26 Paulus menguraikan panjang lebar akan pentingnya hidup oleh Roh dan dipimpin oleh Roh. Itu akan membuat kita terhindar dari hidup yang mementingkan keinginan-keinginan daging yang menyesatkan bahkan membinasakan. “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” (ay 19-21). Sedang buah roh adalah “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” (ay 22-23). Jadi “hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging” (ay 16) Dan “Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh” (ay 25).
Semakin murni hati kita, maka semakin besar pula kesempatan kita untuk membangun hubungan berkualitas dengan Tuhan. Dan semakin besar pula kesempatan kita untuk menikmati hidup yang berkemenangan, penuh sukacita dalam perlindungan dan perhatian Tuhan tanpa tergantung dari situasi dan kondisi yang tengah kita alami.
Tuhan Yesus Memberkati!
TC