Renungan harian Youth, Kamis 12 Januari 2023
Syalom rekan-rekan Youth semuanya … salam sehat dan tetap semangat selalu buat kita semua yang terus mau untuk belajar dan merenungakan Firman Tuhan setiap hari
Filipi 3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
Sebuah kesaksian Iman yang luar biasa dinyatakan oleh Rasul Paulus, yang notabene dia adalah seorang Rasul yang besar, dengan segala hal besar yang dia sudah lakukan … namun diakhir kehidupannya Paulus menuliskan sebuah kerinduan yang mendalam : “yang kukehendaki adalah mengenal Dia” …
Apa yang rasul Paulus bicarakan? Bukankah dia sudah memiliki pemahaman dan pengenalan akan Kristus yang mendalam? Sebuah Fakta kehidupan rohani adalah semakin mendalam Paulus mengenal Yesus, maka semakin besar keinginan dan kerinduanya untuk mengenal Dia. Makin bertambah kekuatan rohaninya, Paulus semakin haus akan Tuhan.
Kehausan akan Allah adalah sebuah TANDA KEROHANIAN yang SEMAKIN BERTUMBUH. Setiap manusia, walaupun tidak senantiasa dapat dirasakan, setiap jiwa memiliki suatu kehausan …
Tepat seperti yang dinyatakan oleh Agustinus “Engkau telah menciptakan kami untuk Engkau sendiri, dan hati kami resah sampai kami dapat menemukan ketenangan didalam Engkau” … Setiap manusia digambarkan memiliki sebuah lubang jiwa, dan setiap manusia akan berusaha untuk mengisi dan memuaskannya.
ADA 3 JENIS JIWA YANG HAUS
- RASA HAUS DARI JIWA YANG KOSONG
Semua manusia memiliki jiwa yang kosong. Tanpa Tuhan mereka akan terus mengejar sesuatu yang dapat mengisi kekosongan tersebut. Manusia berusaha mengisinya dengan segala kenikmatan duniawi, kekuasaan, nafsu birahi (seks), kekayaan, hobby, hiburan, pangkat dll. Namun semuanya itu tidak akan dapat kekosongan tersebut, karena kekosongan itu hanya bisa diisi oleh Tuhan. Seseorang yang memiliki jiwa yang kosong ini tidak akan pernah mendapatkan kepuasan yang sejati dan selalu merasa kurang. Dia akan mudah untuk kecewa dalam kehidupannya dan juga sebaliknya dia akan merasa memiliki kepuasan yang semu, namun semuanya adalah kepuasan yang sementara.
- RASA HAUS DARI JIWA YANG KERING
Perbedaan jiwa yang kosong dan kering adalah jiwa yang kosong tidak pernah mengalami “aliran-aliran hidup” (Yoh 7:38), sementara jiwa yang kering pernah mengalaminya dan menyadari ada sesuatu yang hilang dari hidupnya. Beberapa Penyebab Jiwa yang Kering adalah ketika ada begitu banyak kenikamtan dunia yang telah menggantikan kepuasan didalam Tuhan.
Terlalu sering “Mengabaikan Tuhan” ~ tidak membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, atau bahkan karena pergumulan kehidupan yang dihadapi membuat semangat dan gairah mencari Tuhan menjadi kendor. Setiap orang percaya harus memiiki kesadaran bahwa tidak ada sesuatu apapun yang dapat memuaskan jiwanya selain daripada Tuhan.
- RASA HAUS DARI JIWA YANG PUAS
Tidak seperti jiwa yang kering, Jiwa yang puas adalah seseorang yang telah mengecap dan merasakan kepuasan didalam Tuhan, namun merindukan lebih dalam lagi untuk dipuaskan oleh Tuhan. Seperti kesaksian Rasul Paulus dalam surat Filipi 3 ayat 7-8 … Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.
Tuhan tidak menginginkan Rasa Puas diri itu ada dalam kehidupan anak-anakNya sehingga mereka meninggalkan kehausannya akan Allah, namun Pengenalan akan Kristus tidak terbatas dan jauh lebih mulia dari apapun juga.
Mari kita menyadari keberadaan kita sekarang ini yang jauh dari Tuhan. Mohonlah kepada Allah untuk memberikan hati yang diperbaharui untuk memiliki hati yang haus kepada Tuhan karena Roh Kudus lah yang akan memprakarsai timbulnya dahaga rohani. Ambilah keputusan untuk membangun saat teduh bersama dengan Tuhan … tidak ada cara yang lain yang dapat menggantikan saat teduh. Mulailah dengan merenungkan Firman Tuhan, bukan hanya membaca tetapi meresapi kebenaran firman Tuhan. Kemudian setiap bagian yang sudah direnungkan jadikanlah itu doa kita dihadapan Tuhan.
Tetaplah Setia melakukannya, karena mencari dan mengenal Allah bukanlah sesuatu yang Instan, tetapi sebuah proses kesungguhan hati. Tuhan melihat hati dan kerinduan kita, dan Tuhan pasti akan memuaskannya.
Amsal 2:4-5 jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah.
Tuhan Yesus memberkati
YNP – SCW