Elohim Ministry umum Bangkit Lagi dan Lagi

Bangkit Lagi dan Lagi



Renungan Harian Rabu, 29 Maret 2023

Bacaan: Amsal 24:16, Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.

Setiap orang pasti pernah merasakan berbagai macam kegagalan didalam hidupnya. Kegagalan tersebut bisa terjadi baik karena disengaja maupun tidak disengaja yang terkadang membuat seseorang merasa stres dan rendah diri karena tidak mengerti bagaimana cara mengatasi kegagalan tersebut. Mungkin kita gagal menjadi juara dalam sebuah pertandingan, gagal lulus ujian, gagal diterima bekerja di perusahaan impian. Atau, kita gagal berumah tangga, gagal menjalin hubungan, bahkan gagal menjadi orang tua yang baik. Kegagalan tentulah bukan pencapaian yang kita inginkan, karena setiap orang ingin sukses dan berhasil dalam hidupnya.

Kita mungkin dapat dengan mudah mengatakan kepada teman kita yang sedang bersedih karena gagal, “Ayo, kamu harus bangkit dari kegagalan.” Namun, jika kita sendiri yang berada di posisi itu, kita tahu bahwa mempraktekkannya tidak semudah mengucapkannya. Tokoh-tokoh sepanjang masa dalam Alkitab pun pernah gagal. Sebut saja Musa, Daud, Elia, dan Petrus. Mereka gagal dalam area hidup yang berbeda. Namun, tak hanya berhasil bangkit kembali, mereka juga menjadikan kegagalan sebagai peluang bertumbuh. Mereka belajar dari kesalahan.

Bagaimana cara mengolah kegagalan menjadi kemenangan?

  1. Percayalah, Tuhan Bersama kita

Kegagalan bisa membuat seseorang menjadi rendah diri. kita mengurung diri, menarik diri dari pergaulan, dan percaya bahwa kita seorang pecundang karena kita telah gagal. Padahal, kegagalan itu sifatnya sementara. kita bisa mengubah kekalahan menjadi kemenangan.

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Filipi 4:13

Kita boleh saja gagal, dan kita bisa gagal. Terimalah kenyataan itu. Namun, jangan lupa: Tuhan tidak pernah gagal. Seburuk apa pun kegagalan itu tidak akan mengurangi nilai kita di mata Tuhan. Ketika kita berusaha bangkit lagi, Tuhan akan menolong kita.

Anda harus percaya diri, serta yakin pada diri sendiri karena Tuhan bersama kita. kita dapat melalui masa-masa berat ini karena Tuhanlah yang memberikan kita kekuatan. Mungkin dengan kekuatan sendiri, kita tidak mampu dan tak berdaya. Namun, adakah hal yang terlalu sulit bagi Allah?

  • Bangkit Kembali, Lagi dan Lagi

Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana. Amsal 24:16

Kegagalan bukan akhir segalanya. Sebaliknya, kegagalan adalah permulaan dari hal baru yang lebih baik daripada yang kita jalani sebelumnya. Terus meratapi dan menyesali kesalahan yang menyebabkan kegagalan itu tidak ada faedahnya. kita hanya akan menjadi pribadi yang sama, tidak bisa berjiwa besar dengan menerima kekalahan. kita juga tidak menjadi lebih dewasa dan memiliki karakter yang kuat.

Untuk bertahan, kita harus memiliki daya tahan dan daya juang yang mumpuni. Orang-orang yang kita kenal sukses tidak serta-merta sukses begitu saja. Ada yang harus memulai dari nol dan mengalami jatuh-bangun, bukan hanya sekali, tetapi berkali-kali dalam hidup. Bangkitlah kembali, berapa kali pun Anda gagal. Tidak usah malu, apalagi berkecil hati. Hanya orang-orang yang berani bangkit setelah gagal yang akan berhasil dalam hidupnya.

  • Lihat Sisi Positifnya

Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Roma 5:3-5

Tentu, kita sengsara ketika gagal. kita patah hati, putus asa, frustasi, marah, atau sedih. Namun, firman Tuhan mengatakan bukan itu yang seharusnya menjadi respon kita ketika gagal. Tuhan ingin kita menjadikan kegagalan sebagai bagian dari proses pertumbuhan dan pendewasaan.

Jadikan kegagalan sebagai cambuk kita untuk bertekun lebih lagi. Menilik apa yang salah di masa lalu, dan berusaha melakukan apa yang lebih baik saat ini. Dengan demikian, kita akan menjadi pribadi yang tahan uji. Lewat kegagalan, kita dilengkapi dengan bekal pengalaman agar siap menghadapi situasi sulit di kemudian hari. Ketika kita tahan uji, kita punya pengharapan akan keberhasilan dan kemenangan!

Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. Filipi 3:13-14

Lupakan kegagalan Anda. Jangan terus melihat ke belakang, tetapi arahkan fokus Anda ke depan. Berlarilah sedemikian rupa; kejar impian dan cita-cita Anda, sampai Anda memperoleh upahnya! Tidak ada usaha yang sia-sia!

Tuhan Yesus memberkati.

CM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *