Renungan Harian Kamis, 30 Maret 2023
Bacaan : Mazmur 121
Ayat Pokok : Mazmur 121:1-2, Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.
Shalom… Selamat pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus.
Ada sebuah ilustrasi tentang seseorang yang mengendarai motor dalam keadaan hujan deras melintasi jalan berkelok-kelok di sebuah kawasan perbukitan dalam kegelapan malam dengan jurang yang berada di sisi kanan dan tebing tinggi di sisi kiri. Dalam kondisi gelap dan karena kondisi jalan yang licin, di sebuah tikungan tiba-tiba motor tersebut mengalami slip (tergelincir), akibatnya sang pengemudi ini jatuh berguling-guling ke arah jurang. Sang pengemudi berusaha dengan tangannya untuk meraih sesuatu, dan pada akhirnya ia berhasil memegang sebuah benda yang ternyata adalah batang pohon. Si pengemudi ini terus bergantungan, dan dalam keadaan malam yang sangat gelap, dan tidak dapat melihat apapun, Ia berdoa dan berseru kepada Tuhan, “Tuhan aku percaya kepada-MU, nyatakan pertolongan-MU, kiranya ada orang yang akan mengulurkan tali sehingga bisa mengangkat aku.
Tiba-tiba pengemudi ini merasa ada suara yang berbicara di hatinya, “Jika engkau percaya kepada-Ku, lepaskan gantungan tanganmu.” Merasa keadaan gelap dan dan tidak bisa melihat keadaan sekitar, maka si pengemudi ini memutuskan untuk berjuang tetap bergantungan sepanjang malam, sambil terus berharap agar ada orang yang akan ulurkan sebuah tali bantuan untuk menarik dirinya. Saat pagi datang dan cahaya matahari mulai menyinari, akhirnya orang ini bisa melihat, bahwa ternyata jarak tanah dengan posisinya tergantung hanya tinggal sekitar 50 cm, artinya jika ia melepaskan pegangan tangannya semalam, maka Ia bisa mendarat di tanah dan beristirahat hingga pertolongan datang.
Bapak, ibu dan saudara yang terkasih. Betapa kerapkali kita berdoa minta pertolongan Tuhan, tetapi bentuk pertolongannya tidak sesuai cara atau imaginasi kita. Kita sering kali beranggapan bahwa cara kita adalah cara yang terbaik. Ketika ada permasalahan keuangan, ada orang yang berdoa menumpangkan tangan kepada bungkus-bungkus sabun atau kopi yang dikirimkan agar mendapat undian berhadiah, atau menumpangkan tangan ke atas buku rekening kita dan “cling” tiba-tiba nominal dalam rekening oita bertambah. Kalau itu terkait masalah kesehatan, maka kita berdoa agar tidak perlu penanganan dokter, melakukan program treatment dan secara tiba-tiba langsung sembuh. Dan banyak contoh masalah-masalah yang lain.
Jika kita mau jujur pertolongan yang kita harapkan dari Tuhan adalah sebuah proses pertolongan yang memberi kita kemudahan solusi, dan jika perlu kita tidak perlu lakukan apapun.
Bisakah Tuhan melakukan mujizat sesuai harapan kita? Tentu saja bisa, tapi kita harus menyadari bahwa tujuan utama pertolongan Tuhan adalah mengubahkan kita lebih dahulu sebelum mengubah masalah kita. Daud menyadari bahwa Allah “Gunung Pertolongannya” sanggup menolongnya. Bagaimana caranya? Semuanya terserah kepada Tuhan.
Tuhan tidak pernah kekurangan cara dan metode dalam menolong kita, DIA punya banyak metode dan cara, yang menjadi perhatian Tuhan adalah karakter kita.
Pemazmur menuliskan dalam Mazmur 144:1, “Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang.”
Bukan solusi kemudahan yang Tuhan berikan namun perubahan dirilah solusi terbaik yang Tuhan berikan. Amin
Tuhan memberkati
DS