Renungan Harian Youth, 08 Mei 2023
I Korintus l:l-3, “Dari Paulus yg oleh kehendak Allah dipanggil mjd rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes saudara kita. Kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yg dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yg dipanggil mjd org-org kudus, dg semua org di segala tempat yg berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita. Kasih Karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.”
Kasih Karunia dan damai sejahtera merupakan ringkasan dari semua berkat.
Seluruh berkat yg diterima oleh jemaat terangkum dalam dua kata tersebut; Dua hal ini adl berkat dr Allah bagi orang-orang yg dipanggil. Melalui kasih karunia kita memperoleh damai sejahtera, terutama dengan Allah, tetapi adanya damai sejahtera dengan Allah memungkinkan adanya damai sejahtera yg sejati dengan manusia.
Rekan-rekan youth,Secara sederhana kata shalom ini berasal dr bhs Ibrani yg artinya Sejahtera, tidak ad yg hilang, tidak ad perpecahan, kesehatan dan kelengkapan. Org Israel menyebutkan kata shalom dg harapan “semoga kamu dipenuhi dg kedamaian dan kesejahteraan yg sempurna atau juga semoga kesehatan, kemakmuran dan kedamaian menyertai pikiranmu. Damai Sejahtera > ucapan khas Ibrani “Shalom”. Istilah shalom bisa merupakan salam perjumpaan dan perpisahan Ibrani. Kata ini tidak hanya menyiratkan tidak adanya masalah, ttp kehadiran kebaikan dan kesejahteraan. Kata ini juga mengandung pengertian yg kompleks yaitu kemakmuran, kesehatan jasmaniah dan keberhasilan.
Shalom bukan hanya sekedar “damai” atau sebuah hubungan yg harmonis, tetapi shalom juga memiliki arti utuh, tidak robek, sehat dan tidak bau, kesembuhan bahkan pembebasan dan keselamatan.
Konsep Ibrani kuno dari kata damai berakar dr kata “Shalom” yang berarti utuh, komplit [lengkap, sempurna], kesehatan [secara jasmani], kekuatan, kesehatan, kesegaran [dalam pikiran], kebaikan [perusahaan], hal-hal yg menguatkan [dalam argument atau pemikiran], sehat, keselamatan dan kemakmuran, implikasinya kekal.
Shalom dalam alkitab bhs inggris memakai kata peace. Dalam perkembangannya kata ini mengalami banyak sekali degradasi dr pengertian shalom yg sebenarnya. Ada kualitas yg sulit dipahami dari kata “peace”. Karena berarti hal yg berbeda bagi org yg berbeda.
Yohanes 14:27, “Damai sejahtera kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-KU KUberikan kepadamu, dan apa yang kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”
3 kebenaran dari Shalom;
- Shalom adalah inisiatif dari Allah bagi manusia
Yohanes 14:27, “damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-KU Kuberikan kepadamu…”
Damai sejahtera yang Tuhan berikan bagi orang percaya tidak berhubungan dengan situasi sekitar, namun kepada ketenangan berdasarkan pada janji-NYA dan hadirat-NYA. Damai Sejahtera karena hubungan dengan Allah yang telah dipulihkan yang menghasilkan rasa aman atau stabil di tengah situasi sekitar yang sulit. [True peace, then, rests with God].
Melalui korban Yesus di atas SALIB, hubungan kita dengan Allah dipulihkan, “shalom” kembali diberikan kepada kita.
Efesus 2:14 “karena DIAlah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, sebab dengan mati-NYA sebagai manusia…”
Kolose 1:20 “dan oleh DIAlah IA memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-NYA… sesudah IA mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.”
- Damai dengan diri sendiri
“kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan dipanggil menjadai orang-orang kudus…”
Setelah menerima pendamaian dari Allah melalui Iman kepada Yesus, kita harus memiliki cara pandang yang sama dengan Allah tentang bagaimana kita memandang diri kita. “dikuduskan dan dipanggil” – menyatakan betapa berharganya kita dalam pemandangan-Nya.
2 Korintus 5:17 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”
- Damai dengan sesama
“kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang di kuduskan dalam Kristus Yesus dan dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang disegala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita.”
Paulus menuliskan suratnya yang pertama kepada jemaat Korintus dalam rangka menanggapi permasalahan yang muncul di tengah jemaat, diantaranya adalah masalah perpecahan jemaat karena masalah “golongan”. Selain itu perpecahan juga timbul karena ada jemaat yang menyombongkan diri dengan karunia-karunia yang mereka miliki. Paulus mengingatkan jemaat bahwa kita memiliki Tuhan yang sama, panggilan yang sama.
Tuhan tidak menghendaki perpecahan terjadi di tengah jemaat-NYA.
Matius 5:9 Yesus berkata; “berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” [KJV : blessed are the peacemakers] terkadang memang ada gesekan yang menimbulkan sakit, tapi jangan sampai terpecah.
1 Korintus 1:10 “tetapi aku menasehatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan diantara kamu, tetapi sebaiknya supaya kamu erat Bersatu dan sehati sepikir.”
Shalom adalah sebuah Anugerah dari Allah dan menjadi harapan bagi orang KRISTEN atau orang percaya untuk hidup dalam damai sejahtera dengan Tuhan, diri sendiri dan sesama manusia.
Melalui kasih karunia yang kita terima dalam Iman kepada Yesus Kristus, kita memperoleh damai sejahtera dengan Allah dimana pada akhirnya hal tersebut memungkinkan adanya damai sejahtera [tidak ada yg hilang, tidak ada perpecahan, kesehatan dan lengkap] yang sejati dengan diri sendiri dan sesama kita.
Amin. Tuhan Yesus Memberkati
EYC 06052023-YDK