Renungan Harian Youth, Selasa 13 Juni 2023
1 Samuel 13:14, Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. TUHAN telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan TUHAN telah menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN kepadamu.”
Saya pernah mendengar beberapa julukan disematkan kepada seseorang, misalnya “Beruang”, “Minion”, “Batu” atau “Sultan”. Orang-orang biasanya memberikan julukan dengan melihat fakta kehidupan, baik itu yang positif atau negatif. Misalnya, seorang dengan ciri-ciri fisik kurang ideal dijuluki beruang atau minion. Orang yang keras kepala dipanggil kepala batu. Atau yang lain punya kekayaan melimpah dijuluki sultan. Daftar julukan ini akan sangat panjang jika diteruskan. Intinya, julukan tidak bisa diberikan kepada seseorang tanpa terlebih dahulu mengetahui kisah hidupnya.
Menarik jika mengamati julukan yang disematkan kepada Daud.
Ia dijuluki sebagai seorang yang berkenan di hati Allah, dalam bahasa Inggris, “a man after God’s own heart”. Jika diterjemahkan secara bebas dapat berarti seseorang yang dekat atau ada di hati Allah. Dari sekian banyak tokoh Alkitab dan berbagai karya hebat yang menjadi kisah hidup mereka, hanya Daud yang mendapat julukan yang menggambarkan keintiman relasi dengan Allah yang begitu luar biasa.
Berbeda dari cara umum sebuah julukan diberikan, “orang yang berkenan di hati Tuhan” adalah julukan yang diucapkan Nabi Samuel sebelum ia tahu kisah hidup Daud. Julukan ini adalah bagian dari nubuatan yang disampaikan Samuel kepada Saul terkait akan berakhirnya kepemimpinannya sebagai raja. Julukan ini bukan dari Samuel, melainkan firman Allah. Julukan ini bukan berasal dari penilaian Samuel atas hidup Daud, melainkan dari Tuhan. Allah dalam kemahatahuan-Nya mengetahui kisah hidup Daud dari awal hingga akhir dan Dia menilai kehidupan Daud.
Rekan-rekan youth, TUHAN bukanlah Pribadi yang memilih berdasarkan perspektif manusia. Manusia melihat fisik, pengalaman, kepintaran, serta hal-hal lahiriah sebagai cerminan dari keseluruhan pribadi dan kehidupan orang itu. Tetapi TUHAN melihat jauh kedalam hati, TUHAN melihat dan menilai dari hal-hal yang tidak kelihatan.
TUHAN melihat keseluruhan kehidupan dan kepribadian seseorang yang sesungguhnya.
Daud dipilih TUHAN bukan karena TUHAN terkesan dengan riwayat pengalamannya, namun karena Daud adalah pribadi yang berkenan di hati TUHAN. Daud adalah seorang pribadi yang jujur, berani, dan rendah hati. Daud mengasihi TUHAN dengan hati yang tulus. Mazmur yang ditulis Daud menunjukkan cintanya pada Tuhan yang begitu dalam dan bagaimana ia sungguh-sungguh hidup hanya mengandalkan TUHAN saja. Daud adalah seorang pemuji dan penyembah yang memiliki hati yang menyukakan hati TUHAN. Mazmur bercerita tentang kedalaman hubungan Daud dengan TUHAN. Di saat galau maupun di tengah kesulitan dan ketakutan, bagaimana Daud berlari ke Hadirat TUHAN mencari pertolongan dan beroleh ketentraman.
Perjalanan hidup Daud tidak mudah, ia berpindah dari peperangan yang satu ke peperangan yang berikutnya, ia hidup dikejar-kejar musuh, pengikutnya adalah orang-orang bermasalah dan para preman yang kemudian terbukti menjadi pahlawan-pahlawan gagah perkasa yang bersumpah setia kepada Daud. Walaupun pastinya melewati proses yang sulit, tetapi Daud adalah seseorang yg rendah hati yang bersedia dibentuk oleh TUHAN menjadi seorang pemimpin sejati dan pantas menjadi raja Israel.
Daud memiliki hati dan kualitas kepribadian yang berkenan bagi TUHAN. Itulah alasan mengapa Daud dipilih oleh TUHAN.
Bagaimana dengan kehidupan kita? Tuhan Yesus mengetahui awal dan akhir kisah hidup kita. Dia tidak pernah berhenti untuk melihat dan menilai kehidupan kita. Kita mungkin bisa menutupi kisah hidup kita dari sesama, tetapi tidak di hadapan Tuhan. Sesama kita mungkin bisa memberi julukan bagi kita, entah positif atau negatif, tapi ingat! Julukan dari Tuhan adalah yang paling benar dan yang paling penting untuk kita ketahui.
TUHAN tidak mencari orang-orang hebat atau gagah untuk melakukan pekerjaanNya, tetapi TUHAN memerlukan alat-alat yang berkenan bagiNya, agar pekerjaanNya dapat dilakukan dengan tepat, sesuai kehendakNya. Hari ini mari kita renungkan, apa yang TUHAN lihat saat DIA melihat kita? Apakah TUHAN menemukan kualitas kepribadian yang DIA inginkan dari hidup kita? Apakah kita sudah berkenan bagi DIA?
Kiranya ini menjadi salah satu focus kita dalam mengiring Tuhan. Semakin kita mengenal Tuhan, semakin kita memahami apa yang Dia inginkan dalam hidup kita.
Amin, Tuhan Yesus Memberkati.
RM – DOT