Elohim Ministry umum Rahasia Iman

Rahasia Iman



Renungan Harian Selasa, 27 Juni 2023

Bacaan : Roma 5:1-5

Nats : Roma 5:3-4, Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan

Syalom Bapak Ibu Saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus ……

                Pohon cemara Bristlecone adalah pohon tertua di dunia. Beberapa di antaranya diperkirakan berumur 3.000 sampai 4.000 tahun. Pada tahun 1957, ilmuwan Edmund Schulman menemukan sebatang di antaranya, dan menamainya “Metusaleh”. Pohon cemara berbongkol dan sangat tua ini hampir berumur 5.000 tahun! Pohon ini sudah ada saat rakyat Mesir membangun piramid.

Pohon Bristlecone tumbuh di atas pegunungan AS bagian barat, di ketinggian kira-kira 3.050-3.350 meter. Mereka mampu bertahan hidup, bahkan di saat kondisi lingkungan yang sangat buruk sekalipun: suhu udara yang amat dingin, angin topan, lapisan udara yang tipis, dan curah hujan yang rendah.

Sebenarnya, lingkungan ganaslah yang menjadi salah satu faktor sehingga mereka mampu bertahan hingga abad milenium ini. Kesengsaraan telah menumbuhkan kekuatan yang luar biasa dan tenaga yang tak kunjung habis.

                Menyerah karena sulitnya perkara yang kita hadapi dalam hidup ini adalah satu pilihan yang paling mudah kita ambil. Apalagi setelah mengetahui kita telah berjuang berkali-kali banyaknya untuk terus mencoba dan tetap mencoba … tetapi, nihil.

Dengan menyerah, maka kita tidak akan bertemu lagi dengan kesulitan yang sejak dulu telah mengeluarkan seluruh daya pikir kita dan kekuatan kita untuk berjuang dan membawa kita kepada jalan sengsara. Rasul Paulus di dalam Roma 5:1-5 menggunakan kata Yunani, thlipsesin, untuk menyebutkan kesengsaraan (Roma 5:3), yang artinya secara harafiah adalah tekanan bahkan persekusi.

                Tetapi yang aneh adalah karena Rasul Paulus menyatakan justru bahkan dengan situasi sesulit itu, kita sebagai orang percaya harus tetap bermegah – bersukacita (Roma 5:3).  Rasul Paulus memberikan alur tentang sebuah proses kepada kita dalam menghadapi segala kesengsaraan. Terdapat pada satu alur yang sangat menarik untuk kita lihat bersama, ayat 3-5.

Roma 5:3-5

Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Kesengsaraan -> Ketekunan -> Tahan Uji -> Pengharapan -> Tidak Kecewa (karena Allah mengasihi kita)

                Paulus mengajarkan kita bahwa proses yang Allah pakai untuk mendatangkan kebaikan dalam hidup kita. Permasalahan yang membuat kita datang kepada Tuhan, sebenarnya dapat mendatangkan kebaikan bagi kita. Hal itu membuat kita sepenuhnya bergantung kepada-Nya.

                Dalam berdoa, hendaknya kita tidak hanya memohon pelepasan dari penderitaan, tetapi juga kasih karunia Allah, supaya Allah memakai penderitaan itu untuk menyatakan kehendak-Nya dalam hidup kita. Maka, kita akan kuat di tengah malapetaka, dan merasa damai di mana pun Allah menempatkan kita/

Inilah Bapak Ibu yang disebut “rahasia iman” yang harus kita temukan di perjalanan kehidupan kita masing-masing. Sehingga ketika kita sedang dalam keadaan sengsara sekalipun kita tidak akan kecewa tetapi akan semakin berpengharapan dalam iman kita.

ALLAH MEMAKAI KESULITAN KITA UNTUK MENJADIKAN KITA TAHAN UJI

Tuhan Yesus Memberkati

TC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *