Renungan Harian Senin, 17 Juli 2023
Syalom Bapak ibu yang dikasihi oleh Tuhan Yesus, kiranya kita semua menikmati berkat dan tuntunan Tuhan sepanjang hari ini.
Setelah kisah kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga, murid-murid kembali dari bukit zaitun dan masuk ke dalam Kota Yerusalem untuk mereka menanti janji Tuhan. Kenapa? karena Tuhan Yesus berjanji jangan tinggalkan Yerusalem sampai engkau dipenuhkan dengan kuasa Roh Kudus. Roh Kudus akan memperlengkapi pelayanan murid-murid dan memberikan “dunamos” yang menjadi sumber Gerakan dari Penginjilan. Sehingga murid-murid akan menjadi saksi Kristus baik di Yerusalem Yudea Samaria sampai ke ujung bumi. Murid-murid dengan tekun menanti janji Allah digenapi dan mereka mengalaminya.
Begitu juga dalam kehidupan kita, janji Bapa itu sangat banyak bagi kita orang percaya. Firman Tuhan, Alkitab ini adalah kumpulan dari janji-janji Tuhan. Sampai-sampai kita melihat bahwa Alkitab itu dibagi menjadi 2 bagian besar yang satu janji pada zaman Perjanjian Lama yang satu janji pada zaman Perjanjian Baru. Ada janji keselamatan ada janji pemeliharaan ada janji sukacita ada janji damai sejahtera ada janji bagaimana Tuhan menjamin kita sampai putih rambut pun Tuhan tetap menyertai kita.
Kembali kepada Kisah Rasul 1:12-14, Mereka semua dengan sehati bertekun dalam doa bersama dengan para wanita dan Maria, ibu Yesus, serta saudara-saudara-Nya
“Tekun sehati dan berdoa itu merupakan sesuatu yang harus kita punya sampai sekarang.”
Kita harus bertekun seperti murid -murid Yesus. Mereka bertekun, mereka sehati mereka berdoa Bersama-sama. Ketekunan merupakan sesuatu yang harus kita punya. Dan kita harus dalam kesehatian itulah kita menanti janji Tuhan. Kita harus menjaga hati kita dari roh yang memecah belah dalam kesatuan, baik dalam keluarga maupun gereja. Didalam kesatuan ada berkat namun tidak ada sukacita dan berkat dalam perpecahan. Karena itu hal yang kuat dalam kehidupan jemaat mula-mula adalah ketekunan, dalam kasih kesatuan yang luar biasa dan didalam doa. Sebab doa itu merupakan satu hal yang tidak dapat diganti dengan kegiatan lain dalam satu peribadahan
Sikap hati yang harus terus ada dalam kehidupan kita dalam menantikan janji Tuhan
KETEKUNAN
Ibrani 10:36 Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.
Didalam perjuangan iman satu hal yang diperlukan yaitu ketekunan. Ketekunan sesuatu yang dibutuhkan untuk menanti hal-hal yang dijanjikan Tuhan. Ketekunan juga memiliki artian lain yaitu telaten dan ngeyel. Sikap “Orang yang ngeyel atau tekun” juga penting dalam kehidupan rohani
Kita belajar dari kisah didalam Markus 5:21-43 yang menceritakan kisah Tuhan Yesus membangkitkan Anak Yairuz dan menyembuhkan perempuan yang sakit pendarahan selama 12 tahun. Seperti Yairuz yang meiliki arti sukacita, kita sebagai orang yang percaya kepada Tuhan tetap bersukacita menanti janji Tuhan dan yakinlah bahwa janji Tuhan pasti akan digenapi.
KERENDAHAN HATI
Dari kisah Yairuz yang menanti janji Tuhan, orang-orang yang menanti janji Tuhan dalam Ketekunan harus disertai dengan kerendahan hati. Ada banyak orang tekun yang menanti janji Tuhan tapi ketekunannya itu tidak disertai dengan kerendahan hati malahan dalam menanti janji Tuhan harus disertai dengan sebuah ancaman.
Yairus yang adalah kepala rumah ibadat, dengan kerendahan hati memohon kepada Yesus agar anaknya disembuhkan. Kerendahan hati adalah wujud berserah dengan caranya Tuhan menjawab setiap doa kita. Jangalah kita menjadi pribadi yang memaksakan kehendak kita dalam doa-doa kita dan “seolah-olah” memaksa Tuhan untuk memenuhi kemauan kita. Nantikanlah janji Tuhan dengan ketekunan dan kerendahan hati.
KESABARAN
Orang percaya dengan ketekenan dan kerendahan hati menantikan janji Tuhan juga harus memiliki kesabaran. Kesabaran untuk menerima jawaban dari Tuhan.
Seperti pengalaman Yairus dalam pergumulannya menantikan pertolongan Tuhan, ternyata ada sisipan kisah Tuhan Yesus menyembuhkan perempuan yang sakit pendarahan selama 12 Tahun. Tetunya tidak mudah bagi Yairus, terlebih Ketika dia diberitahu bahwa anaknya sudah meninggal. Secara manusia harapan Yairus sudah pupus dan hilang. Namun ternyata ada karya yang lebih besar yang akan Tuhan kerjakan dan akhir cerita Yesus membangkitkan anak Yairus dari kematian.
Kita belajar bahwa Jangan pernah ragu walaupun waktunya tertunda, kuasa Tuhan itu tidak berubah dulu sekarang sampai selama-lamanya. Kata Percaya dan kata Iman Ini harus kita taruh dalam sebuah penantian akan janji Tuhan. Tetaplah memiliki kerendahan hati untuk mau datang dan berserah kepada Tuhan, didalamnya kita menanti dengan kesabaran akan waktu dari Tuhan.
Tuhan itu sanggup membawa kita masuk kepada kenyataan yang Tuhan janjikan pasti jadi dalam hidup kita. Iman adalah dasar, iman itu adalah kepastian. Iman tidak hanya tentan Ketekunan, namun perlu kerendahan hati dan ditambahkan dengan kesabaran menanti janji Tuhan.
Jangan takut untuk percaya. Walaupun lambat tetap percaya saja, tetap Bersama Yesus saja. Walaupun lambat menurut kita tapi tepat menurut Tuhan.
Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil karena itu nantikan Tuhan dalam kerendahan hati, dalam iman dan dalam kesabaran karena ketiga hal inilah yang akan membawa kita kepada mukjizat.
Tuhan Yesus memberkati
Rangkuman Khotbah
Pdt Stefanus Suwarno