Renungan Harian Senin, 08 Januari 2024
Matius 1:18-23, Kisah tentang kelahiran Tuhan Yesus Kristus … belajar dari kisah kehidupan Yusuf
Matius 1:23 “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” –yang berarti: Allah menyertai kita.
Immanuel – Immanu (Menyertai – tidak pernah ditinggalkan) dan El (Allah), Allah menyertai dan tidak pernah meninggalkan kita.
Kata Imanuel muncul 3x dalam Firman Tuhan – Dalam Matius 1:23; Yesaya 7:14 dan Yesaya 8:8.
Dalam Injil Matius kisah kelahiran Tuhan Yesus dilihat dari sudut pandang kehidupan Yusuf yang sedang mengalami kebingungan perihal kehamilan dari MARIA. Yusuf memiliki keputusan yang sulit bahkan ia hampir mengambil keputusan untuk menceraikan Maria. Namun Allah memberikan tuntunan secara pribadi kepada Yusuf melalui mimpi.
Hari ini kita akan belajar bagaimana kita menjalani kehidupan dalam tuntunan dan penyertaan Allah setiap hari
PENTINGNYA UNTUK HIDUP DALAM TUNTUNAN TUHAN
- KETULUSAN HATI
Yusuf memiliki ketulusan hati, orang yang tulus adalah orang yang tidak mau menyakiti orang lain. Yang dia pikirkan bukan hanya kepentingannya sendiri namun dia juga memikirkan kebaikan Maria. Apa yang dialami oleh Yusuf adalah penggenapan Firman Allah sehingga sang Mesias dilahirkan diatas muka bumi ini.
“JANGAN TAKUT MENGAMBIL MARIA” – sebuah keteguhan hati untuk berani ikut tuntunan Tuhan dalam hidupnya.
Kita akan melihat kata Immanuel dalam Perjanjian Lama
Yesaya 7:14, Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.
Latar belakang ayat ini adalah Firman yang disampaikan kepada Raja Ahas, Ahas adalah anak Yotam yang adalah penyembah Baal bahkan dia mempersembahkan anaknya kepada dewa Molokh. Pada waktu itu Ahas menghadapi pilihan yang sulit, karena Israel mengajak bersekutu melawan Asyur, sedangkan Asyur mengajak bersekutu melawan Israel. Ditengah kebingungannya datanglah Yesaya dengan Firman diatas, untuk Ahas meminta tuntunan kepada Tuhan.
Dalam kebingungannya Yesaya mengingatkan Ahas untuk tetap mau percaya kepada Allah, walaupun pada akhirnya Ahas memilih bersekutu dengan Asyur yang membuat Yehuda akhinya akan jatuh. Namun dari kisah ini kita tetap melihat bahwa tetap ada tuntunan dan kebaikan yang Tuhan limpahkan, kita belajar bahwa Allah rindu untuk menuntun kita, karena Dia telah berjanji. Terkadang dalam kelemahan dan ketidaktaatan kita Allah tetap menyatakan belas kasihannya kepada kita.
Dia adalah Allah Immanuel yang senantiasa rindu untuk menyatakan tuntunan-Nya dalam kehidupan kita. Kita perlu tuntunan Tuhan dalam kehidupan kita, tidak ada yang lebih kuat yang menuntun kita kecuali tuntunan Allah sendiri.
2. KETAATAN KEPADA TUNTUNAN TUHAN
Matius 1:24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,
Ketaatan adalah bagian penting untuk kita menikmati tuntunan Tuhan, dalam ketaatan ada kerendahan hati untuk bersedia dan terbuka dengan kehendak Tuhan
Ketaatan adalah wujud kepercayaan dan iman kita kepada Allah yang akan menyertai kita, bahwa Tuhan sedang berkarya untuk mengerjakan kebaikan dalam kehidupan kita.
Memasuki tahun 2024 ini Allah Immanuel rindu untuk senantiasa menuntun kehidupan kita, bagian kita adalah memilihi siap hati yang penuh dengan Ketulusan dan Ketaatan sehingga kita akan dimampukan untuk senantiasa berjalan dalam ketaatan dan kebenaran.
Tuhan Yesus memberkati kita senantiasa
Rangkuman Khotbah
Pdt.Stefanus Suwarno