Renungan Harian Senin, 26 Februari 2023
Kalau kita ke tempat atau instansi selalu ada pelayanan yang sangat baik dimulai dari pintu masuk, ada yang menyambut para tamu dengan sangat baik. Membantu setiap pengunjung untuk dapat dilayani dengan baik.
Pertanyaan nya adalah jika instansi atau tempat umum lain memberikan pelayanan penyambutan yang baik agar yang datang merasa nyaman, bagaimana dengan gereja dan kehidupan orang percaya? Adakah ketika orang lain datang, apakah mereka bisa menikmati penyambutan dari kita.
Isu besar dari seseorang adalah RASA KETERTOLAKAN, perasaan tertolak ada dalam kehidupan manusia.
Alkitab menceritakan kisah dalam kitab Filemon, yang membahas hubungan antara Onesimus dan Filemon. Onesimus melakukan kesalahan dan membuat dia melarikan diri dan berjumpa dengan Paulus. Perjumpaannya dengan Paulus mengerjakan pemulihan buat Onesimus, Paulus mendapati Onesimus mengalami ketertolakan dari Filemon dan pada akhirnya Paulus meminta agar Filemon menerima Onesimus Kembali. Rasa ketakutan dan ketertolakan Onesimus dipulihkan dengan kasih dan penerimaan.
Manusia yang jatuh dalam dosa – rasa yang muncul adalah RASA KETERTOLAKAN, mereka menjadi takut untuk berjumpa dengan Allah. Dosa menghasilkan Rasa Ketertolakan dan ketakutan.
Seluruh Manusia adalah Budak Dosa, Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah Roma 3 : 23. Setiap manusia memiliki Rasa ketertolakan ini yang seringkali berbuah menjadi dosa dan kesalahan yang lain. Ketertolakan akan membuahkan kekecewaan.
Sambutlah / Terimalah
Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah Roma 15 : 7
Karena itulah penting untuk menjadikan DIRI KITA sebagai PANITIA PENYAMBUTAN bagi jiwa-jiwa untuk diterima dan menerima Persekutuan dengan saudara seiman. Banyak orang berusaha untuk memjadi seseorang yang lebih cantik, pintar, konsumtim dengan alasan bahwa karena ingin diterima oleh lingkungannya. Isu ketertolakan menjadi hal yang penting harus diatasi.
Allah memberikan teladan Penyambutan kasih kepada kita yang adalah manusia berdosa
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa Roma 5 : 8
Allah sangat mengasihi dan menerima kita sehingga Kristus mati untuk kita, bukan karena kebaikan kita namun karena anugerah Tuhan. Setiap orang yang mengenal Allah akan semakin menyadari bahwa hidupnya diterima dan dikasihi oleh Allah dan penuh dengan penerimaan yang berbuahkan sukacita dan sejahtera. Sebaliknya semakin jauh dari Allah maka rasa ketertolakan itu semakin kuat dan semakin mengejar penerimaan dengan cara dunia dan semakin jauh dari kebenaran.
Mari kita menjadi PANITIA PENYAMBUTAN. Apakah makna dari menyambut ?
- Terima dengan sepenuh hati & siap membangun hubungan. Menerima dengan sungguh-sungguh untuk mengasihi dan mengusahakan untuk terus berbagi kasih dengan sesama.
- Mengasihi apa adanya vs ada apanya. Menjadi panitia penyambutan adalah mengasihi apa adanya, sepenuhnya dan tidak ada motivasi ada apanya. Pantia penyambutan menerima semua orang seutuhnya dan sepenuhnya.
Ada beberapa Alasan sulit jadi Panitia Penyambutan :
1. Hidup tidak sesuai Firman
Dalam pikiran kita sudah menghakimi orang lain yang berdosa dan hidup tidak sesuai dengan Firman padahal Alkitab mengingatkan untuk menerima.
Roma 14 : 1, Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya.
Jika kita ingin menjadi panitia penyambutan dari Pekerjaan Allah adalah membuat mental menghakimi namun membangun sikap hati untuk menerima dan membangun dalam kasih. Jangan menilai seseorang hanya dari masa lalunya yang kelam, mari berikan kesempatan untuk berubah dan diubahkan oleh Tuhan.
2. Penampilan
Seringkali kita masih terjebak dengan penampilan dan apa yang kelihatan saja (memandang muka). Jangan hanya melihat casing, setiap kita juga berdosa dan bersalah. Ada banyak orang yang bertumbuh dan mundur karena mengalami penolakan dari saudara seiman. Jangan pernah menolak jiwa yang datang kepada Tuhan apapun dan bagaimana keadaan mereka.
Yakobus 2 : 1, Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.
Pertobatan Paulus dan pelayanan dimulai dari penerimaan dari Ananias dan Barnabas sedang murid dan Rasul yang lainnya takut dan menolaknya, penerimaan Barnabas membuat Paulus diterima dan melayani bersama-sama.
Marilah kita jadi Panitia Penyambutan
Yohanes 13 : 34-35, Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”
Kucinya adalah hati yang saling mengasihi, sama seperti kasih Kristus kepada kita demikianlah kita harus saling menerima dan mengasihi orang lain
Rangkuman Khotbah
Pdt. Ester Budiono