Elohim Ministry youth I DO LOVE YOU

I DO LOVE YOU



Renungan Harian Youth, Kamis 29 Agustus 2024

1 Petrus 4:8, Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.

ketika kita melakukan segala sesuatu dengan kasih, dosa-dosa kita, seberapa pun banyak atau besarnya, dapat diampuni—kecuali dosa menghujat Roh Kudus (Matius 12:31). Namun, kita tidak boleh berpikir bahwa kita bisa terus berbuat dosa karena pasti akan diampuni. Itu adalah cara berpikir yang salah.

Pernyataan ini tidak menyesatkan, tetapi mengingatkan kita bahwa TIDAK ADA DOSA yang tidak bisa diselesaikan oleh pengorbanan Yesus di kayu salib. Yesus telah menyerahkan nyawa-Nya, mati di atas kayu salib demi kita. Melalui darah Yesus yang penuh kuasa, kita disucikan dari dosa. Pengorbanan-Nya telah menebus semua dosa kita, baik di masa lalu, masa kini, maupun masa depan. Semua dosa sudah ditanggung-Nya dan telah diselesaikan.

Dalam Yohanes 14:15, Yesus berkata bahwa jika kita mengasihi Dia, kita akan menuruti perintah-Nya. Apa perintah-Nya? Yohanes 15:12 menjelaskan, “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.” Dan Yohanes 15:17 menambahkan, “Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”

Kita diperintahkan untuk mengasihi sesama, dan ini adalah tugas yang harus kita jalani dengan kasih. Dalam hidup ini, kita pasti memiliki iman dan pengharapan yang kuat, tetapi jika tidak ada kasih, semua itu menjadi sia-sia. Kasih adalah dasar dari ajaran Yesus dan hal yang ingin Ia kita lakukan sebagai pengikut-Nya. Karena kasih, Yesus rela berkorban bagi kita.

Hidup kita tidak lepas dari dosa, bahkan dalam hal-hal kecil seperti tersenyum karena terpaksa. Senyum yang tidak tulus tidak membawa berkat atau sukacita. Contoh lain adalah ketika kita dihadapkan pada seseorang yang telah melakukan kesalahan dan kita diminta untuk memaafkannya. Jika hati kita belum siap, perasaan itu bisa berubah menjadi KEBENCIAN, yang kemudian berkembang menjadi KEPAHITAN.

Kita bisa belajar dari kisah Yusuf dan saudara-saudaranya. Yusuf tidak melakukan dosa apa pun terhadap saudara-saudaranya, tetapi mereka membencinya tanpa alasan. Mereka melemparkannya ke dalam sumur (Kejadian 37:23-24) dan menjualnya kepada orang Ismael (Kejadian 37:28). Namun, apakah Yusuf membenci mereka? Tidak. Yusuf tetap mengasihi mereka dan memahami bahwa semua yang ia alami adalah bagian dari rencana Tuhan untuk memberkatinya, seperti yang dijelaskan dalam Kejadian 50:19-20 Tetapi Yusuf berkata kepada mereka: “Janganlah takut, sebab aku inikah pengganti Allah? Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.

Kasih luar biasa ini yang ditunjukkan oleh Yusuf adalah contoh yang harus kita teladani.

Tuhan menunjukkan bahwa jika kita bisa menjalankan kasih dalam hidup kita, kita akan menerima berkat seperti yang Yusuf terima. Pertanyaannya, apakah kita bisa mengasihi dan mengampuni orang-orang yang telah menyakiti kita, seperti Yusuf?

Sama seperti Yesus yang rela disalibkan demi memenuhi janji keselamatan Allah, yang sangat mengasihi kita sebagai umat-Nya. Kita diminta untuk percaya dengan sungguh-sungguh, tanpa ragu, menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita. Dengan tindakan mengakui dengan mulut dan percaya dalam hati bahwa Allah telah membangkitkan Yesus dari kematian, keselamatan tersedia bagi kita.

Selama hidup di dunia ini, kita diminta untuk mengasihi Allah dan sesama manusia, karena Allah telah terlebih dahulu mengasihi kita.

1 Petrus 4:8 berkata, “Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.” Artinya, ketika kita melakukan segala sesuatu dengan kasih, dosa-dosa kita, seberapa pun banyak atau besarnya, dapat diampuni dengan peretobatan Kembali kepada Allah. Namun, kita tidak boleh berpikir bahwa kita bisa terus berbuat dosa karena pasti akan diampuni. Itu adalah cara berpikir yang salah.

Yohanes 3:16 berkata, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Iblis tidak bisa lagi menuduh atau mendakwa kita, karena kita telah merdeka dalam Kristus.

Yesus telah mengalahkan iblis, dan kita menjadi umat yang lebih dari pemenang. Itulah sebabnya, tidak ada lagi dosa permanen dalam kehidupan orang percaya. Semua dosa kita, termasuk dosa warisan, dosa yang terhubung, dan dosa yang kita lakukan, tidak dapat membatalkan atau memisahkan kita dari kasih Kristus. Inilah yang disebut dengan KASIH KARUNIA Allah dalam Yesus Kristus bagi kita, dan kasih KARUNIA INILAH yang MENYELAMATKAN.

Jadi, lakukanlah segala sesuatu berdasarkan kasih. Kasihilah sesama dengan sungguh-sungguh, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. Ini adalah kebenaran utama. Dengan melakukan segala sesuatu yang didasari oleh kasih, iman dan pengharapan kita akan berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan.

Tuhan Yesus Memberkati

LW – SCW

1 thought on “I DO LOVE YOU”

  1. Just wish to say your article is as surprising The clearness in your post is just cool and i could assume youre an expert on this subject Fine with your permission allow me to grab your RSS feed to keep updated with forthcoming post Thanks a million and please keep up the enjoyable work

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *