Renungan Harian Anak, Senin 07 Oktober 2024
Hai … syalom adik-adik yang dikasihi Tuhan!
Siapa di antara kalian yang pernah merasa disakiti oleh teman? Mungkin pernah ada yang diejek, didorong sampai jatuh, atau bahkan dicubit hingga sakit? Saat mengalami itu, bagaimana perasaan kalian? Sedih, marah, atau kecewa, ya? Apa yang biasanya kalian lakukan? Apakah kalian pernah terpikir untuk membalas mereka atau malah memaafkan?
Nah, hari ini kita akan belajar dari seseorang yang luar biasa bernama Stefanus. Dalam Kisah Rasul 7:54-60 diceritkan bahwa Stefanus adalah seorang pengikut Yesus yang penuh dengan kasih dan kuasa dari Tuhan. Dia selalu mengajarkan tentang Yesus kepada banyak orang. Tapi, ada orang-orang yang tidak suka dengan apa yang Stefanus katakan. Mereka marah dan memfitnah Stefanus, sampai-sampai dia dibawa ke Mahkamah Agama. Akhirnya, Stefanus dihukum mati dengan cara dilempari batu. Sedih sekali ya, adik-adik!
Tapi yang luar biasa adalah, di tengah-tengah rasa sakit dan penderitaannya, Stefanus tidak marah atau membalas mereka. Apa yang Stefanus lakukan? Ia berdoa! Bukan hanya berdoa untuk dirinya sendiri, tapi Stefanus juga berdoa untuk orang-orang yang menyakitinya. Ia berkata, “Tuhan, jangan tanggungkan dosa ini kepada mereka.” (Kisah Rasul 7:60) Luar biasa, bukan? Stefanus meminta Tuhan untuk mengampuni orang-orang yang telah menyakitinya, sama seperti Yesus yang berdoa di kayu salib, “Ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Apa yang bisa kita pelajari dari kisah Stefanus ini?
Adik-adik, Stefanus menunjukkan kepada kita contoh pengampunan yang luar biasa. Walaupun dia disakiti, dia tetap berdoa agar Tuhan mengampuni mereka. Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk mencintai musuh kita dan berdoa bagi mereka yang menganiaya kita. (Matius 5:44) Ini adalah pelajaran yang penting untuk kita semua. Mungkin kalian pernah disakiti oleh teman, dan rasanya sulit sekali untuk memaafkan, apalagi mendoakan mereka. Tapi, ingatlah bahwa Tuhan ingin kita mengampuni dan berdoa untuk kebaikan orang lain, bahkan untuk mereka yang mungkin tidak baik kepada kita.
Bagaimana kita bisa mulai mendoakan orang lain?
Cobalah adik-adik mulai dari hal kecil. Jika ada teman yang pernah membuat kalian sedih atau marah, sebelum tidur, berdoalah kepada Tuhan. Katakan kepada Tuhan, “Tuhan, tolonglah teman saya ini, supaya dia mengerti bahwa perbuatannya salah dan tolonglah saya supaya bisa memaafkannya.” Dengan berdoa seperti ini, kalian sedang meniru teladan Stefanus yang mengasihi orang lain meskipun mereka menyakitinya.
Adik-adik, meskipun tidak ada yang meminta maaf kepadamu, tetaplah doakan orang-orang yang telah menyakitimu. Seperti Stefanus yang berdoa agar orang-orang yang menyakitinya diampuni, kita juga bisa berdoa agar Tuhan memberkati dan mengampuni orang lain.
Yuk, mulai sekarang, kita belajar untuk selalu berdoa untuk kebaikan orang lain. Tuhan Yesus pasti senang melihat adik-adik yang mau mengampuni dan mendoakan orang lain, termasuk mereka yang pernah membuat kita sedih. Semakin kita belajar untuk berdoa seperti Stefanus, kita akan menjadi anak-anak Tuhan yang penuh kasih dan pengampunan.
Ayat Hafalan
Matius 5:44, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu”
Komitmenku hari ini
Anak mau belajar belajar untuk Berdoa bagi Kebaikan Orang Lain, termasuk mereka yang mungkin telah menyakiti hati kita. Ini adalah bentuk kasih dan pengampunan yang Tuhan ajarkan
Tuhan memberkati adik-adik semua!
Elkids261024 – SP