Matius 6: 26, Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
Tuhan Yesus tahu, manusia sering takut dan khawatir. Khawatir kalau-kalau nanti tidak ada makanan, minuman, pakaian, dan sebagainya. Dalam tingkatan tertentu, kekhawatiran yang berlebihan bisa menjadi semacam penyakit jiwa. Para ahli ilmu jiwa menemukan bahwa kekhawatiran dapat menekan jiwa seseorang yang berpengaruh pada melemahnya fisik seseorang. Tak heran kekhawatiran sering disebut sebagai “penyakit utama manusia”.
Kekuatiran bisa datang dalam hidup hidup kita secara berlapis.
Rekan-rekan youth, Rasa kuatir bisa muncul dari luar diri kita, bahkan bisa dari dalam diri kita. Yesus tidak ingin menghilangkan rasa kuatir dalam diri manusia. Yesus sedang berkata bahwa, kuatir tidak akan pernah menambah sehasta dalam hidup kita. Yesus tidak sedang melarang dan mengutuk yang merasa kuatir. Namun Yesus ingin pendengar-Nya memahami, bahwa ketika kita kuatir, hal tersebut justru tidak berkontribusi dalam hidup kita.
Siapa pun orangnya, entah itu pria atau wanita, tua atau muda, orang kaya atau miskin, orang berpangkat atau pegawai rendahan, tinggal di kota, desa, di lereng gunung atau di daerah pelosok, semuanya pasti pernah merasa kuatir.
Adalah bohong jika ada orang yang berkata, “Seumur hidup aku tidak pernah kuatir.”, karena rasa kuatir adalah bagian dari kehidupan manusia. Merasa kuatir itu wajar, tapi kita tidak boleh larut dalam kekuatiran setiap hari atau keterusan hidup dalam kekuatiran.
Di dalam ayat emas hari ini, Yesus menguatkan kembali kepercayaan kita terhadap Bapa di Sorga dengan memberi ilustrasi kehidupan burung. Walaupun burung tidak menjalankan pekerjaan petani (menabur, menuai, lalu mengumpulkan padi/gandum), tetapi ia bisa terus menerima makanan dari Tuhan. Walaupun burung itu tidak menjalankan pekerjaan petani (menabur, lalu menuai, lalu mengumpulkan dalam lumbung), namun binatang itu menerima makanan dari Tuhan. Kalau Tuhan memelihara binatang itu, apalagi anak-anak-Nya, Ia pasti memelihara mereka. Orang-orang itu telah menjadi anak-anak Allah, sebab kepercayaannya/ keimanannya mempunyai tempat yang lebih penting daripada burung-burung.
Tuhan Yesus di sini tidak menganjurkan supaya kita tidak bekerja. Sebab burung-burung juga “bekerja” dalam mencari makanan. Tuhan Yesus hanya mau menghilangkan kekuatiran dan kegelisahan kita dan menggantikan itu dengan kepercayaan.
Bila kita saat ini sedang mengalami kesulitan hidup karena himpitan ekonomi atau kesulitan dalam pekerjaan, maka cobalah kita ingat pada burung. Burung setiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan tanpa mengetahui ke mana ia harus mendapatkannya. Terkadang di sore hari ia pulang dalam keadaan perut kenyang, kadang pula membawa oleh-oleh makanan untuk anak-anaknya, tetapi sering pula pulang ke sarangnya dalam keadaan perut masih keroncongan. Meskipun burung tampaknya lebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidak punya “kantor” yang tetap tetapi yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri. Kita tidak pernah melihat burung yang tiba-tiba terbang menukik membenturkan kepalanya ke batu cadas atau burung yang sekonyong-konyong meluncurkan dirinya ke dalam sungai agar tenggelam terbawa arus air sungai.
Burung tidak pernah khawatir.
Kalau Tuhan saja memelihara binatang, terlebih kita anak-anak-Nya, pasti Dia pelihara. Kepercayaan kita terhadap pemeliharaan-Nya mempunyai makna yang penting di dalam iman Kristiani kita. Serahkanlah segala kekhawatiran kita kepada-Nya, sebab Dia yang memelihara kita. Tuhan Yesus pasti menyatakan kuasa pemeliharaan-Nya bagi orang yang berharap kepada-Nya. Tugas kita adalah bekerja keras dengan segala kemampuan yang ada dan Tuhan akan memberkati semuanya. Tidak ada yang bisa menguras tubuh seperti kekhawatiran dan orang yang mempunyai iman kepada Yesus harus malu jika khawatir tentang apa pun secara berlebihan.
Dalam Matius 6:30 mengatakan, “Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?” Jika kita percaya kepada Tuhan, maka kita tidak perlu merasa kuatir tentang apapun juga. Mengapa? Karena Ia telah berjanji untuk memenuhi segala sesuatu yang kita perlukan dan butuhkan: “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” (Flp. 4:19).
Jadi, mulai hari ini, tinggalkan setiap jenis kekuatiran yang menguasai hidup kita dan letakkan iman percaya kita kepada Sang Pencipta kita, karena Ia sendiri yang akan menyediakan segala yang kita perlukan pada waktu-Nya.
Rekan-rekan youth, Kita tidak boleh berhenti melakukan apa-apa karena kuatir. Namun jika benar bahwa kita merasa demikian, biarkan kita bertindak dengan yakin dan berjalan dalam Iman kepada Allah. Jika kuatir tidak akan pernah menambah sehasta pada jalan hidup kita, maka kita hanya perlu percaya kepada pemeliharaan Allah. Karena itu, percayakan hidupkita kepada TUHAN, sebab Dialah yang berkuasa melakukan, jauh dari apa yang dapat kita lakukan.
KALAU BURUNG PUN ALLAH PELIHARA, TERLEBIH ANDA SEBAGAI MANUSIA CIPTAAN ALLAH YANG BEGITU DIKASIHI-NYA.
Amin, Tuhan Yesus Memberkati
RM – IT