Penerapan Metode AIR ( Auditory, Intelectually, Repetition) untuk Meningkatkan Partisipasi Belajar Pendidikan Agama Kristen (PAK) di SDN Kebon 1 Ngawi
Ester Wijayanti
esterwijayanti2402@gmail.com
STT Anugrah Indonesia
Pendidikan merupakan suatu wadah untuk mendorong setiap individu mengalami suatu peristiwa belajar dalam hidupnya. Pendidikan juga memiliki peranan penting dalam pembangunan sebuah negara. Melalui pendidikan diharapkan akan lahir sumber daya manusia yang berkualitas dan membangun bangsa yang lebih baik. Salah satu hal yang penting dalam dunia pendidikan adalah keaktifan belajar dimana siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran. Sugihartono (2007) berpendapat, pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dengan sengaja untuk mengubah tingkah laku manusia baik secara individu maupun kelompok untuk mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan.

Model pembelajaran AIR (auditory, intellectually, repetition) yang dicetuskan oleh Dave Meier yang merupakan guru sekaligus mentor dan tokoh accelerated learning, memiliki pengertian salah satu model pembelajaran dengan pendekatan kontruktivis yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indera yang dimiliki oleh siswa, dengan adanya penggunaan banyak panca indra yang terlibat, maka akan meningkatkan pemahaman konsep siswa. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan model AIR (auditory intellectually repetition) memberikan kesempatan pada siswa untuk belajar dan bekerjasama bersama kelompoknya.
Artikel ini disusun sebagai salah satu tugas akademik dalam Ujian Ahir Semester ( UAS) pada mata Kuliah “ Metode Pembelajaran” pada semester VI Prodi PAK di bawah bimbingan Bpk. Andry Handiyanto, M.Th selaku dosen pengampu.

Gambar 1. Pekuliahan Online dengan Mata Kuliah “ Metode Pembelajaran AIR”
Harianto (2021) mengemukakan pendapatnya bahwa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Adalah“Usaha sadar dan terencana untuk meletakkan dasar Yesus Kristus (2 Kor. 3:13) dalam pertumbuhan iman Kristus dengan cara mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, yaitu melandaskan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan Masyarakat. Dalam pelajaran PAK daan budi pekerti yang bertujuan untuk mendidik jiwa sehingga menjadi bait Tuhan. “Haruslah kamu sempurna sama seperti Bapamu yang disurga adalah sempurna” (Mat. 5:48), hal ini berarti pembelajaran PAK dan budi pekerti perlu dipelajari untuk mendidik peserta didik menjadi orang yang beriman dan memiliki perilaku yang lebih baik lagi sesuai dengan kehendak Tuhan. Seharusnya peserta didik menaruh perhatian dan ketertarikan dalam mempelajarinya, namun pada kenyataannya kebanyakan peserta didik kurang tertarik belajar PAK dan budi pekerti, oleh sebab itu guru PAK harus lebih kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran agar peserta didik memiliki ketertarikan dan merasa senang dalam belajar, sehingga peserta didik memahami materi yang disampaikan, serta dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam mencapai suatu tujuan tersebut adalah diantaranya guru harus mampu memilih model pembelajaran yang tepat. Model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan minat belajar PAK dan budi pekerti peserta didik adalah model pembelajaran Auditory Intelectually Repetition (AIR).

Gambar 2. Penerapan Metode AIR pada mata Pelajaran PAK
Pengaruh Model Pembelajaran AIR (Auditory Intelectually Repetition) terhadap minat belajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi pekerti model AIR (Auditory Intellectually Repetition) merupakan salah satu model pembelajaran yang inovatif dalam menstimulus minat belajar peserta didik. Bahkan model AIR ini dapat berdampak untuk merubah minat belajar peserta didik.

Gambar 3. Guru sebagai fasilitator
Penerapan metode AIR (Auditory, Intellectually, and Repetition) dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) merupakan pendekatan holistik yang menyatukan stimulasi sensorik, penalaran kritis, dan penguatan memori untuk mendalami nilai-nilai teologis. Pada tahap Auditory, pembelajaran dimulai dengan mengaktifkan indra pendengaran melalui pembacaan Firman Tuhan, cerita alkitabiah yang ekspresif, atau diskusi kelompok. Fokus utama tahap ini adalah memastikan siswa mampu menangkap pesan moral melalui interaksi verbal dan menyuarakan pendapat mereka sendiri, sehingga iman tidak hanya menjadi konsep pasif melainkan sesuatu yang dideklarasikan secara lisan. Selanjutnya, tahap Intellectually berperan sebagai jembatan untuk mengubah informasi yang didengar menjadi pemahaman yang mendalam. Di sini, siswa tidak sekadar menghafal dogma, melainkan dilatih untuk memecahkan dilema etika, menganalisis relevansi ajaran Kristiani terhadap isu sosial modern, dan melakukan refleksi pribadi. Fase intelektual ini sangat krusial dalam PAK karena mendorong siswa untuk “menguji segala sesuatu” (sesuai pesan alkitabiah) dan membangun fondasi iman yang rasional dan kokoh melalui proses berpikir kritis serta pemecahan masalah secara mandiri maupun kolaboratif.Terakhir, tahap Repetition berfungsi untuk memastikan bahwa pemahaman yang telah terbentuk dapat terinternalisasi dan menjadi bagian dari karakter siswa dalam jangka panjang. Pengulangan dilakukan bukan melalui hafalan yang membosankan, melainkan lewat peninjauan kembali poin-poin utama di akhir sesi, pemberian tugas aplikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari, serta kuis interaktif yang memperkuat ingatan. Dengan pengulangan yang terstruktur, nilai-nilai kristiani seperti kasih, kejujuran, dan pengampunan tidak hanya berhenti sebagai pengetahuan di kelas, tetapi menjadi kebiasaan hidup yang menetap dalam diri peserta didik.
Sebagai kesimpulan, penerapan metode AIR dalam mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa. Melalui tahapan Auditory, Intelectuall, dan juga repetition siswa tidak hanya sekedar menghafal teori, namun juga mengalami pertumbuhan iman secara utuh. Metode ini mampu menyentuh tiga aspek penting dalam pembelajaran, yaitu pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan ketrampilan ( psikomotorik) sesuai dengan ajaran Firman Tuhan.

Gambar 4. Murid melakukan diskusi
Sumber :
Harianto, G. P. (2021). Pendidikan Agama Kristen dalam Alkitab dan dunia pendidikan masa kini. Pbmr Andi.
Sugihartono dan Nurfathiyah, “Psikologi Pendidikan”, . (Yogyakarta: UNY Press, 2007)
Sihite, D. E., Sitompul, S. R., & Naibaho, D. (2026). PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AIR (AUDITORY INTELECTUALLY REPETITION) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN SISWA KELAS VIII SMP N 3 TARUTUNG TAHUN PEMBELAJARAN 2023/2024. Jurnal Psikososial dan Pendidikan, 2(1), 1360-1371.
Sitanggang, A. A., Simatupang, H., Gultom, R., Simorangkir, N., & Simangunsong, R. K. (2024). Pengaruh Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition Terhadap Minat Belajar Pendidikan Agama Kristen Dan Budi Pekerti Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 2 Sosorgadong TA 2024/2025. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 3(4), 4630-4650.