Renungan Harian, Sabtu 12 Oktober 2024
Ulangan 6:1-9
Nats: Ulangan 6:7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu , apabila engkau sedang dalam perjalanan , apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun .
Saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan,
Setiap orang tua akan mewariskan hal terbaik yang dimilikinya kepada anak-anaknya. Perihal terbaik ada banyak pengertian pada setiap orang tua. Ada yang menilai harta sebagai hal terbaik yang dapat diwariskan kepada anak-anaknya. Ada pula nama baik, kebijaksanaan, ataupun nilai-nilai yang diwariskan kepada anak-anaknya. Lalu, apakah hal terbaik yang dapat diwariskan oleh orang tua Kristen?
Firman Tuhan hari ini mengingatkan tentang ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturanNya yang harus diajarkan kepada anak-anak kita dengan berulang-ulang dalam setiap waktu dan keadaan, adalah baik ketika kita bisa mewariskan rumah, kendaraan, uang dan harta-harta yang lain kepada anak-anak kita. Tetapi lebih baik kalau kita mewariskan pendidikan terbaik dan kepinteran bagi mereka,…TETAPI jauh lebih baik dan lebih penting adalah mewariskan PENDIDIKAN KARAKTER didalam Tuhan.
Perikop Ulangan 6:1-9 dimulai dengan pernyataan tegas dari Musa tentang bagaimana seharusnya umat Tuhan hidup di tanah perjanjian. Umat Tuhan dibebaskan dari perbudakan di Mesir untuk suatu kehidupan yang berkenan kepada Tuhan, yaitu kehidupan yang sesuai dengan ketetapan Tuhan (1-2) dan untuk hidup dalam iman (4-5). Itulah pernyataan iman bangsa Israel.
Umat Tuhan diselamatkan dari perbudakan Mesir untuk suatu kehidupan yang baru, yaitu hidup dalam iman. Hidup dalam iman berarti terhubung dengan dengan Allah dalam sebuah relasi yang dilandasi oleh kasih. Umat Tuhan bukan hanya mengakui Tuhan, tetapi mengasihi Dia dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan.
Sebelum umat Tuhan sampai ke tanah perjanjian, Tuhan mengingatkan umat-Nya melalui Musa bahwa hal yang terutama dalam hidup mereka adalah memiliki kehidupan yang beriman. Iman kepada Allah yang menyelamatkan mereka menjadi bagian hidup yang terpenting dan paling berharga turun-temurun. Itulah warisan terbesar umat Tuhan kepada anak-anaknya: iman yang hidup.
Hal yang terutama, terpenting, dan paling berharga bagi umat Tuhan di sepanjang masa adalah iman yang hidup kepada Allah di dalam Yesus yang menyelamatkan manusia dari dosa. Karena itu, seharusnya setiap orang tua Kristen mewariskan iman yang hidup itu kepada anak-anaknya. Mewariskan iman memang harus dilakukan dengan cara mengajarkan dan menunjukkan sikap hidup sehari-hari di dalam mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan. Mari kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan dalam setiap aktivitas kita.
Saudara yang kekasih, Kita semua memiliki peran yang sangat besar dalam memperkenalkan kasih Allah kepada semua anggota keluarga kita. Karena itu, hendaklah setiap kita menghidupi kasih Allah dan mengajarkannya kepada semua anggota keluarga kita.Tuhan memerintahkan pada umat untuk terus mengajarkan kasih kepada Allah secara turun-temurun. Tidak hanya disimpan sebagai konsumsi pribadi, tetapi umat harus mengajarkannya berulang-ulang pada generasi di bawah mereka, dan terus-menerus mengajarkannya di mana pun mereka berada dan beraktivitas (ay. 6-9). Mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, dan mengajarkannya berulang-ulang ini dikenal sebagai Shema Israel.
Biarlah hari ini kita siap mewariskan nilai-nilai penting keTuhanan yang takkan hilang bagi anak-anak kita sejak usia dini. Dan kita patut mengucap syukur untuk anugerahNya, pengampunanNya, dan berkat-berkat dalam segala hal dalam hidup kita sehingga kita boleh ada seperti apa adanya.
Warisan harta dunia bernilai sementara, tetapi warisan nilai-nilai Firman Tuhan bernilai kekal.
Tuhan memberkati…
EW
Bacaan Alkitab hari ini : Kitab Mazmur pasal 9-10