Renungan Harian Kamis, 17 Oktober 2024
Ayat Pokok : Mazmur 16
Shalom… Selamat pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus.
Bicara tentang kata bahagia, semua orang ingin bahagia. Ada usaha-usaha yang dilakukan oleh seseorang agar dia bisa bahagia. Dengan berolah raga, dengan memiliki hobi, berkumpul dengan orang-orang terdekat, berkumpul dengan keluarga. Bahagia itu sendiri tidak memiliki ukuran yang tunggal, hal ini disebabkan karena setiap orang berasal dari latar belakang yang berbeda, sehingga memiliki cara pandang dan konsepnya sendiri tentang bahagia.
Hari ini kita mau belajar bersama dari Perikop dalam Mazmur 16, yang oleh Lembaga Alkitab Indonesia diberi judul “Bahagia Orang Saleh” dan melalui teks tersebut kita boleh tahu apakah yang membuat seorang saleh berbahagia.
Paling tidak kita akan menemukan dua alasan bahagia dari orang saleh;
1. Memiliki Allah Sebagai Tempat Perlindungan. [Mazmur 16:1]
Tempat perlindungan dalam konteks perjanjian lama bicara tentang penjagaan, keamanan dan keselamatan. Keamanan menjadi salah satu kebutuhan utama manusia, karena ketika seseorang merasa aman maka orang tersebut akan tenang. Rasa tenang itu sendiri berdampak positif kepada fisik seseorang dan memiliki kontribusi terhadap kebahagiaan seseorang.
Seorang hamba Tuhan menaikan doanya berangkat dari teks dalam Mazmur 16:1,2 demikian; “Jagalah aku, ya Allah. Dari maut, dan terutama dari dosa-dosa yang terua menerus menggempurku, sebab pada-MU dan hanya pada-MU saja aku berlindung.”
Memiliki Allah sebagai tempat perlindungan lahir dari hubungan yang dekat dengan Allah. Pemazmur mengatakan pada ayat 2 “Engkaulah TUHANku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau.” Frasa ini merupakan ekspresi iman yang nyata dari pemazmur yang menunjukkan betapa dekat hubungannya dengan Allah. Orang saleh merasa aman dan tenteram karena mereka memiliki Allah sebagai tempat perlindungan. Di tengah segala bahaya, penderitaan, dan ketidakpastian dunia ini, mereka tahu bahwa Tuhan adalah benteng yang kokoh. Mereka tidak perlu merasa takut karena Tuhan berjanji untuk melindungi mereka. Perlindungan ini bukan sekadar fisik, tetapi juga secara rohani, karena Tuhan melindungi jiwa mereka dari kejatuhan dan kehancuran. Hidup dalam naungan Tuhan memberikan rasa damai yang mendalam, yang melampaui pemahaman manusia.
2. Memiliki Allah Sebagai Penasehatnya [Mazmur 16:7]
Ada sebuah fakta yang menarik dimana ada sebuah negara di eropa yang menghabiskan banyak uangnya tiap tahun hanya untuk pergi ke tukang ramal dan meminta petunjuk. Mereka lebih memilih untuk meminta petunjuk pada peramal dari pada kepada seorang rohaniwan. Ketakutan dan kekuatiran atas masa depan yang tidak pasti yang membuat seseorang dengan usahanya sendiri mencari petunjuk kepada manusia.
Dalam Mazmur 16:7 pemazmur mengatakan; “aku memuji Tuhan yang telah memberi nasehat kepadaku, ya pada waktu malam, hati nuraniku mengajariku.” Frasa ini menunjukkan betapa pemazmur bersyukur karena TUHAN yang memberikan nasehat kepadanya. Melebihi banyaknya penasehat ahli yang dimilikinya, pemazmur (Daud) bersukacita karena memiliki Tuhan yang memberinya nasehat.
Tuhan tidak hanya melindungi, tetapi juga menuntun umat-Nya dengan hikmat-Nya yang sempurna. Dia memberikan nasihat yang tidak pernah salah dan selalu tepat untuk setiap situasi yang dihadapi. Saat kita mencari Tuhan dalam doa dan merenungkan Firman-Nya, Roh Kudus akan berbicara kepada hati kita, memberikan panduan yang benar. Dalam keputusan besar maupun kecil, kita tidak sendirian; Tuhan selalu hadir sebagai penasehat yang setia.
Bapak, ibu dan saudara yang terkasih. Sudahkan kita bahagia??? Marilah kita belajar dari Mazmur yang Daud tulis, bahagia kita adalah ketika kita memiliki Tuhan yang menjadi tempat perlindungan kita sehingga kita jangan lagi takut dan gelisah karena DIA menjadi perlindungan dan keselamatan kita. Dan bahagia kita adalah ketika kita memiliki Tuhan yang menjadi penasehat kita, yang senantiasa ada disisi kita, membimbing dan memberikan petunjuk bagi kita apa yang harus kita lakukan. Kita tidak akan takut lagi menghadapi masa depan karena Tuhan menjamin hidup kita. Kebahagiaan orang saleh bukanlah kebahagiaan yang didasarkan pada keadaan dunia, melainkan pada hubungan yang intim dengan Tuhan. Mereka bahagia karena memiliki Allah sebagai tempat perlindungan dan sebagai penasehat yang setia. Amin.
Tuhan Memberkati
DS
Bacaan Alkitab hari ini : Kitab Mazmur pasal 21-22