Elohim Ministry youth TANGKI KOSONG

TANGKI KOSONG



Renungan Harian Youth, Senin 27 Januari 2024
Yeremia 2:13, “Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air”
Apakah kalian pernah berpikir bahwa kita ini seperti sebuah tangki. Kita sering mendengar bahwa manusia sering dianalogikan dengan kertas, kolam, atau hal yang lainnya. Namun, kali ini saya akan menganalogikan bahwa kita semua di sini adalah sebuah tangki. Saya akan menganggap bahwa kita terdiri dari dua tangki, tangka pertama untuk kita dan tangka kedua untuk orang lain. Jika berbicara soal tangki milik kita sendiri tentu berbicara dengan hal-hal yang kita perlukan.
Seorang ahli psikologi, Abraham Maslow berpendapat bahwa setiap manusia memiliki 5 kebutuhan; kebutuhan pertama adalah kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan, kebutuhan sosial, kebutuhan ego, dan kebutuhan aktualisasi diri. Semua kebutuhan ini akan berusaha diraih apa pun caranya dan bagaimana pun bentuknya. Namun, apa yang terjadi jika ada salah satu atau salah dua kebutuhan tidak terpenuhi? Tentu akan ada hal-hal lain yang tidak benar atau berusaha kita gapai dengan cara yang salah. Misalnya saja, jika kita tidak mendapat cinta dari orang tua, maka kita akan berusaha memenuhinya mungkin dengan berpacaran dengan dua orang atau mungkin juga selingkuh. Nah ternyata, semua isi tangka ini berpengaruh pada tangka yang kita miliki untuk orang lain.
Jika kita berbicara fungsi tangki, kita tahu bahwa tangki berfungsi untuk menampung dan menyimpan air atau gas yang sewaktu-waktu kita alirkan. Nah kita semua adalah tangki yang menampung berkat Tuhan dan mengalirkan berkat Tuhan untuk orang lain.

Artinya apa? Sebagai orang Kristen, kita tahu bahwa kita punya sumber air hidup yang selalu siap mengisi tangki kita ini.
Di dalam Yeremia 2:13 dinyatakan bahwa Tuhan adalah sumber air hidup yang sebenarnya sangat bisa memenuhi kedua tangki kita, bahkan selalu penuh. Sayangnya kadang kita nggak membiarkan itu. Bagaimana itu bisa terjadi? Namun kenapa sebuah tangki bisa kosong?

  1. Kebutuhan kita yang kita rasa tidak terpenuhi Karena apa yang kita butuhkan tidak kita dapatkan, kita merasa Lelah, kita merasa kehilangan sukacita dalam melayani.
  2. Kelelahan spiritual
    seorang Pelayan yang kelelahan spiritual merasa beban tanggung jawab pelayanan sangat berat karena melakukannya dengan kekuatan sendiri. Padahal, kekuatan untuk melayani seharusnya berasal dari Tuhan, bukan dari usaha manusia semata.
  3. Kering Rohani
    Seorang pelayan gereja yang sibuk mempersiapkan program, tetapi lupa menyediakan waktu untuk doa dan firman Tuhan. Akhirnya, ia merasa kelelahan dan frustrasi karena tidak ada kekuatan rohani yang menopang pelayanannya.
  4. Pelayanan yang egois
    Ketika motivasi pelayanan adalah mendapatkan pujian, pengakuan, atau keuntungan pribadi, pelayanan kehilangan maknanya sebagai bentuk kasih kepada Tuhan dan sesama. Pelayanan menjadi aktivitas kosong yang tidak membawa sukacita sejati.

Jadi bagaimana agar kita tidak menjadi tangki kosong?

Menjaga diri agar tidak menjadi “tangki yang kosong” memerlukan kesadaran, kedisiplinan, dan hubungan yang terus-menerus dengan Tuhan.

  1. Melekat dengan Tuhan
    Kita harus terhubung dengan sumber air dengan melakukan doa yang konsisten (1 Tesalonika 5: 17“Berdoalah senantiasa”) dan merenungkan firman Tuhan (Mazmur 119:105 “FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku”).
    Yohanes 15:5, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”
  2. Hindari kebocoran
    Kita harus menghindari penyebab kebocoran seperti mengajar pengakuan manusia, terjebak dengan materialisme, atau terlalu sibuk sampai melupakan waktu dengan Tuhan.
    Galatia 6:8, “Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.”
  3. Isi ulang secara teratur
    Tangki yang terus menerus digunakan akan menjadi kosong jika tidak diisi ulang, jadi istirahatlah, datang ke persekutuan, dan puasa.
    Yesaya 40:31, “Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Ayat ini menggambarkan pentingnya mengisi ulang kekuatan kita dengan menantikan Tuhan.
    Matius 11:28-30, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” Tuhan mengundang kita untuk datang kepada-Nya agar mendapat kelegaan dan pembaruan.
  4. Pahami konsep pelayan sebagai saluran
    Tangki dirancang untuk mengalirkan air, bukan hanya menampungnya. Pelayanan adalah bagian penting dari kehidupan rohani, tetapi pelayanan yang dilakukan tanpa hubungan dengan Tuhan dapat membuat tangki Anda cepat kosong. Saat kita menjadi saluran, maka kita harus memiliki motivasi yang tepat dan bersandar pada kasih karunia Tuhan.
    1 Petrus 4:10 “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.”
    Pelayanan adalah tanggung jawab kita sebagai tangki yang mengalirkan berkat kepada orang lain.
  5. Waspada
    Kita harus tau ketika tangki kita mulai kosong, misalnya kita sudah kehilangan sukacita saat beribadah atau melayani, merasa lelah secara emosional atau spiritual, dan juga merasa jauh dari Tuhan.
    Amsal 4:23 “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”
    Kewaspadaan dalam menjaga hati adalah kunci untuk memastikan kehidupan rohani yang sehat dan benar.

Rekan-rekan youth, Kita semua adalah tangki karena kita semua adalah pelayan. Tugas utama kita adalah memastikan tangka kita terisi penuh oleh Tuhan agar dapat mengalirkan berkat kepada orang lain. Jangan biarkan diri kita menggali “sumur bocor” yang tidak bisa menahan air, seperti yang diperingatkan dalam Yeremia 2:13.

Amin, Tuhan Yesus Memberkati

EYC 25012025-YDK

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

1 thought on “TANGKI KOSONG”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *