Renungan Harian Jumat, 27 Juni 2025
Ayat Pokok: Efesus 2:10, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”
Syalom, Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,
Tahukah Anda bahwa Anda adalah karya seni Allah yang istimewa? Firman Tuhan dalam Efesus 2:10 menyatakan bahwa kita ini adalah “buatan Allah”, atau dalam versi bahasa Inggrisnya disebut His workmanship—hasil karya-Nya. Kata yang digunakan dalam bahasa Yunani adalah poiēma, yang artinya bukan sekadar “buatan”, tetapi sebuah karya agung, sebuah mahakarya. Seperti seorang seniman yang menaruh seluruh jiwa dan pikirannya dalam setiap guratan karyanya, demikian pula Allah menciptakan kita bukan sebagai produk massal, tetapi sebagai ciptaan unik dan bernilai tinggi di mata-Nya.
Namun, bukan hanya soal siapa yang menciptakan kita, tetapi juga untuk apa kita diciptakan. Efesus 2:10 dengan jelas menyatakan bahwa kita diciptakan di dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik. Kita bukan hanya milik Allah karena penciptaan kita, tetapi juga karena penebusan Kristus, yang memulihkan gambar Allah dalam diri kita yang telah rusak oleh dosa. Kita telah dipindahkan dari kematian rohani kepada kehidupan yang baru bersama Kristus (Efesus 2:5-6). Maka, identitas kita sebagai milik-Nya seharusnya menuntun pada kehidupan yang mencerminkan Dia: kehidupan yang penuh kasih, kebaikan, dan kebenaran.
Kita adalah Karya Milik Allah
Paulus sangat menekankan aspek kepemilikan Allah atas hidup kita. Dalam teks asli, kata “milik-Nya” bahkan diletakkan di awal kalimat sebagai bentuk penekanan. Kita bukan sekadar ciptaan umum, melainkan ciptaan yang secara pribadi dimiliki dan dibentuk oleh Allah untuk tujuan khusus. Ini berarti hidup kita bukan milik kita sendiri, dan kita tidak bebas menggunakannya sembarangan.
Pikirkan ini: sebuah lukisan yang dibuat langsung oleh tangan pelukis ternama seperti Van Gogh tentu memiliki nilai yang luar biasa. Demikian pula kita, dibentuk oleh tangan Sang Pencipta, bukan untuk dibuang, tapi untuk dipakai sebagai saluran kasih dan kemuliaan-Nya di dunia.
Kita Diciptakan di dalam Kristus
Bagaimana Allah membentuk kita? Bukan dengan hukum Taurat, bukan dengan ritual keagamaan, tetapi melalui Kristus Yesus. Ungkapan “di dalam Kristus” berarti bahwa seluruh identitas dan hidup kita berakar dalam hubungan dengan Dia—dalam kematian-Nya kita mati terhadap dosa, dan dalam kebangkitan-Nya kita hidup dalam kebenaran.
Manusia lama yang dikuasai oleh dosa telah dimatikan, dan manusia baru dihidupkan dalam kasih karunia. Maka, perubahan kita bukanlah hasil usaha moral, tapi hasil karya penebusan Kristus. Ini menjadikan perbuatan baik bukan sebagai syarat, tetapi sebagai buah dari keselamatan.
Kita Diselamatkan untuk Berbuat Baik
Ayat ini sangat jelas menyatakan urutannya: kita diselamatkan lebih dulu, lalu dipanggil untuk melakukan pekerjaan baik. Kita tidak diselamatkan oleh perbuatan baik, melainkan diselamatkan untuk perbuatan baik. Ini adalah kebenaran penting yang membedakan Injil dari ajaran lainnya. Banyak orang berpikir mereka harus “berbuat baik agar diselamatkan”. Tapi Paulus menegaskan bahwa keselamatan adalah anugerah, dan perbuatan baik adalah respons syukur.
Sayangnya, banyak orang Kristen terjebak dalam pemahaman keliru bahwa tujuan utama keselamatan hanyalah masuk surga. Padahal menurut Paulus, tujuan keselamatan adalah menjadi alat Tuhan di bumi ini, untuk mewujudkan rencana kekal-Nya melalui kehidupan yang berbuah.
Allah Sudah Mempersiapkannya Sebelumnya
Yang luar biasa, semua pekerjaan baik yang kita lakukan bukan sesuatu yang kita ciptakan sendiri, melainkan sudah dipersiapkan Allah sebelumnya. Allah yang maha tahu telah merancang setiap langkah hidup kita—pelayanan kita, panggilan hidup kita, momen-momen kebaikan yang kita lakukan—semua sudah ada dalam agenda ilahi-Nya sejak kekekalan.
Ini seharusnya membuat kita sadar bahwa hidup bukan tentang mencari dan memaksa Tuhan mengikuti rencana kita, melainkan menyelaraskan hidup kita dengan rencana kekal-Nya. Kita diciptakan bukan untuk mengejar ambisi pribadi, melainkan untuk menjalani misi ilahi.
Ukurannya: Buah Kehidupan Sehari-Hari
Bagaimana kita tahu bahwa kita sedang hidup dalam pekerjaan baik yang Tuhan rancangkan? Ukurlah dengan pertanyaan-pertanyaan sederhana:
- Apakah kepedulian dan hormat saya terhadap sesama melebihi mereka yang tidak mengenal Tuhan?
- Apakah kejujuran dan integritas saya memuliakan Kristus?
- Apakah kesabaran, kemurahan hati, dan kasih saya terlihat nyata bagi dunia?
Perbuatan baik yang sejati bukanlah tentang pencapaian besar, melainkan tentang karakter Kristus yang hidup dalam keseharian kita.
Saudara, kita adalah karya Allah, bukan ciptaan sembarangan. Kita dimiliki-Nya, diciptakan oleh-Nya dalam Kristus, dan dipanggil untuk menyatakan pekerjaan baik yang telah Dia rancangkan bagi kita. Jangan sia-siakan hidup kita dengan mengejar hal yang fana. Hidup kita adalah karya seni Allah yang dipajang di dunia ini, agar semua orang melihat-Nya dan memuliakan-Nya.
Jadilah cermin dari kasih dan kebaikan Allah. Hidupmu adalah panggilan, bukan kebetulan.
Pokok Doa: Tuhan, terima kasih karena aku adalah ciptaan-Mu yang istimewa. Tolong aku untuk hidup sesuai dengan rencana-Mu. Ajari aku untuk tidak menjalani hidup menurut ambisiku sendiri, tetapi tunduk kepada kehendak-Mu. Biarlah hidupku menjadi saluran kasih dan kebaikan-Mu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.
Hikmat Hari Ini: Keselamatan bukan karena perbuatan baik, tetapi keselamatan sejati akan selalu menghasilkan perbuatan baik.
Tuhan memberkati!
Budi Wahono
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan