Elohim Ministry youth MENGALAMI KASIH ILAHI

MENGALAMI KASIH ILAHI



Renungan Harian Youth, Rabu 13 Agustus 2025

Roma 5:8, Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Kitab Roma, surat Paulus kepada jemaat di Roma, adalah surat yang mendasari banyak topik penting dalam iman kekristenan. Kasih Allah diberikan kepada kita bukan karena kita layak untuk menerima kasih itu. Kita dikasihi bukan karena kita telah berbuat baik, hidup saleh dan mengasihi Allah. Tidak ada sesuatu dalam diri kita yang dapat menggerakkan hati Allah untuk mengasihi kita. Allah mengasihi kita hanya karena inisiatif, kemauan, dan kehendak-Nya sendiri. Oleh karena itu, kasih Allah merupakan anugerah atau kasih karunia.

Di dalamnya, Paulus menggambarkan hidup kita sebelum mengenal Tuhan sebagai hidup yang jauh dari Tuhan, dan bahkan musuh dari Tuhan–kita memilih hidup melawan rencana Tuhan bagi kita. Dia juga berbicara mengenai kebaikan dan kemurahan Yesus yang disediakan bagi kita sebagai jalan untuk kembali kepada Tuhan melalui keselamatan.

Menariknya, di mata Paulus kepastian pengharapan tidak hanya ditentukan oleh respons kita yang tepat terhadap kesengsaraan. Yang penting adalah apa yang dilakukan oleh Allah kepada kita. Kasih Allah yang memastikan bahwa pengharapan kita tetap teguh. Di ayat 5 Paulus berkata: “Dan pengharapan tidak mengecewakan (lit. “tidak memalukan”), karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita”.

Inti argumen dan pengalaman Paulus sebagai umat Kristen ditemukan dalam Roma 5:8. Hal ini juga menyatakan bahwa Allah menunjukkan kasih-Nya kepada manusia dengan cara mengutus Yesus Kristus untuk mati bagi mereka, bahkan ketika mereka masih berdosa. Ini menunjukkan bahwa kasih Allah tidak bersyarat dan tidak bergantung pada perbuatan baik manusia, tetapi diberikan secara cuma-cuma. Dia mengatakan bahwa saat kita masih jauh dari Tuhan dan lari dari-Nya, Tuhan mengutus Yesus untuk mati bagi kita. Melalui inilah Tuhan menunjukkan kasih-Nya yang sempurna bagi kita sebagai anak-anak-Nya.

Setiap orang Kristen yang sejati pasti pernah mengalami kasih ilahi. Kata “telah dicurahkan” (enkechytai) dalam teks Yunani berbentuk perfek, sehingga menyiratkan sebuah tindakan yang terjadi di masa lampau tetapi hasil atau akibatnya masih dirasakan sampai sekarang. Kasih yang sedang dibicarakan di sini lebih tepat digambarkan seperti sebuah mata air yang sekali keluar akan terus-menerus keluar. Bukan seperti air di kran yang kadang tertutup kadangkala terbuka. Bukan seperti air di poci yang bisa kering dan perlu diisi ulang.

Rekan-rekan youth, Paulus tidak sekadar memaparkan teori–dia berbicara dari pengalaman! Tuhan menemui Paulus di tengah-tengah aksinya menganiaya para pengikut Kristus. Dan saat Paulus masih menjadi musuh Tuhan, Tuhan masih membuka jalan bagi Paulus untuk kembali ke hati Yesus.

Kapan kasih itu mulai mengalir dalam diri kita? Pada saat Roh Kudus diberikan kepada kita! Dengan kata lain, tatkala Roh Kudus mempertobatkan kita. Karya Roh Kudus dalam proses pertobatan membuat kita menjadi anak-anak Allah (8:15-16). Sejak momen itulah Roh selalu meyakinkan kita tentang status kita sebagai anak-anak Allah. Sebagai anak-anak Allah, kita akan selalu menjadi objek kasih-Nya.

Hal yang sama juga berlaku bagi kita. 

Kita adalah orang berdosa, dan Allah membenci dosa. Allah membenci segala jenis kejahatan, dan kita semua bersalah di hadapan-Nya dan dihukum, karena upah segala dosa adalah maut. Kita ditakdirkan untuk kebinasaan kekal dan tanpa secercah harapan pun di dunia. Dan justru ketika kita berada dalam keadaan yang menyedihkan dan menyedihkan ini, Allah menunjukkan betapa besar kasih-Nya kepada kita. Allah membuktikan kasih-Nya kepada kita, ketika kita masih berdosa, Kristus mati untuk kita.

Kematian Kristus menjadi bukti nyata dan konkret dari kasih Allah yang begitu besar bagi umat manusia. 

Kita kadangkala memang tidak mampu memahami rencana dan kebaikan Allah, namun sebagai anak-anak-Nya kita seharusnya meyakini bahwa Bapa di surga pasti selalu memberikan yang terbaik bagi kita. Dia akan mengaruniakan segala pemberian yang baik dan anugerah yang sempurna. Dia tidak mungkin memberikan yang jahat kepada anak-anak-Nya.

Walau bagaimanapun wujud hidup kita, kita semua mulai dari tempat yang sama seperti Paulus–kita pernah jauh dari Tuhan. Dan hanya melalui Yesus kita telah ditebus kembali untuk dekat dengan Tuhan, dan sekarang menjadi bagian dari keluarga Allah. Anda punya jalan untuk kembali kepada Tuhan, berkat pengorbanan Yesus!

Kita diberi warisan kekal dan diangkat menjadi ahli waris bersama Kristus di kerajaan surgawi-Nya. Kuasa dosa dan maut dalam hidup kita dipatahkan selamanya, dan karena kita ditempatkan di dalam Kristus dan diidentifikasikan dengan-Nya, kita ditempatkan di surga di dalam Kristus.

AMIN,Tuhan Yesus Memberkati

RM – SCW

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800

Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *