Elohim Ministry umum Ada Hari Ketiga

Ada Hari Ketiga



Renungan Harian Senin, 01 Mei 2023

Syalom, kiranya berkat Tuhan ada atas kita semuanya …

2000 tahun yang lalu tidak ada yang melirik kehidupan Tuhan Yesus, dikarenakan Dia adalah anak seorang tukang kayu, orang biasa yang pendapatan ekonomi keluarganya sangat rendah. Namun ketika Yesus berbicara dirumah-rumah ibadat, dan setiap pertanyaan mereka Yesus mampu jelaskan dengan gamblang, hal itu membuat orang-orang mulai tertarik dengan Yesus. Ketika Yesus mulai banyak melakukan mujizat dibanyak tempat, mereka berpikir bahwa Dialah yang akan membebaskan mereka dari penjajahan yang mereka alami pada saat itu. Karena pada saat itu Israel dijajah oleh bangsa ROMA. Namun ketika Yesus masuk satu babak, dimana DIA ditangkap, diadili, dianiaya, bahkan sampai harus  memberikan hidupNya untuk mati dikayu salib, disitu mulai banyak orang yang bertanya-tanya. Karena hal seperti ini tidak ada didalam konsep yang menggadang-gadang Yesus sebagai orang yang akan membebaskan bangsa Israel dari penjajahan. Konsep mereka adalah seharusnya YESUS sanggup menyatakan siapa Dia, seharusnya DIA sanggup menunjukkan bahwa Ia adalah sosok pemimpin yang tidak tertandingi. Inilah konsep yang mereka pikir pada waktu, dan barangkali kitapun demikian.

Dan ternyata babak kehidupan Yesus ini sangat berdampak bagi orang-orang yang menggadang-gadang Yesus. Dan hal ini pun sama dalam kehidupan kita. Kita sangat yakin bahwa DIA adalah Allah Maha Kasih, bahwa DIA tidak akan pernah meninggalkan hidup kita. Kita begitu yakin bahwa DIA adalah Allah yang Maha Kasih, bahwa DIA akan selalu menyertai kita. Namun ketika kita mulai masuk didalam satu babak dalam kehidupan kita, dan tentu semua orang juga mengalaminya, dan kita mulai mempertanyakan Yesus, mempertanyakan kuasaNya, dan lain sebagainya.

Pada saat Yesus masih hidup dan bersama-sama melayani dengan murid-muridNya, para murid begitu berani menyuarakan tentang Yesus kepada banyak orang, karena mereka begitu yakin bahwa Yesus akan membela mereka, menolong mereka, namun ketika Yesus sudah mati, kehidupan mereka berubah, mereka menjadi takut, bahkan mereka menjadi buronan pemerintahan Roma pada saat itu.  Mungkin dalam satu babak kehidupan, kita pernah alami hal seperti ini, kita pernah alami kita begitu yakin kepada Tuhan, kita berdoa, kita berpuasa, dan bahkan kita memperkatakan firman yang telinga kita sendiri mendengar. Kita percaya bahwa Dia Allah yang menyediakan, namun kita kekurangan, kita percaya Dia Allah yang menyembuhkan, namun kita sakit. Pada saat ini terjadi didalam kehidupan kita, bagaimana respon kita?

Pada saat itupun, orang-orang yang mengandalkan Yesus sangat kecewa, terlebih lagi murid-murid. Mereka sibuk menyelamatkan diri masing-masing, mereka takut, frustasi, putus asa. Namun pada saat mereka alami semua ini, bukannya Yesus tidak bicara apa apa kepada mereka.

Matius 16:21-22. Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.”

Ini adalah ucapan pertama Yesus kepada murid-murid, supaya mereka tidak kaget, dan supaya mereka bisa antisipasi. Dan ayat ini menunjukkan supaya mereka betul-betul paham apa yang akan terjadi kepada pemimpin mereka. Dan Yesus tidak tidak mengatakan hal ini hanya sekali saja kepada para murid-muridNya.

Matius 17:22-23, Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” Maka hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali.

Bahkan pasal 20 Yesus mengulangi lagi perkataan yang sama. Ini menunjukkan bahwa Yesus mempersiapkan mereka. Yesus memberitahukan kematianNya berulang kali kepada murid-murid agar mereka tidak kaget dan terkejut, namun mereka tidak menggubris perkataan Yesus, bahwa Dia akan bangkit pada hari yang ketiga.  

Ada hari ketiga dimana Yesus sudah bangkit dan menggenapi setiap firman-Nya bagi kita semua, Hari ketiga adalah gambaran pengharapan akan kemenangan dalam kehidupan orang percaya

Ketika Yesus bangkit pada hari yang ketiga, dan ketika mereka mulai percaya lagi, semangat lagi, ternyata ada satu orang yang tidak percaya.

Yohanes 20:25,27-29, Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Thomas tidak percaya akan kebangkitan Yesus, ketika para murid-murid yang lain tetap untuk berkumpul bersama, Thomas malah berpikir bahwa mengapa hal it uterus dilakukan, sementara Yesus yang Dia gadang-gadang sebagai pemimpin sudah tidak ada lagi. Itulah sebabnya ketika Yesus menyatakan diri kepada para murid, Thomas tidak ada.

Ada berapa banyak orang, sekalipun dia mendengar ada banyak kesaksian tentang kebaikan Tuhan, kehebatan Tuhan, kedahsyatan Tuhan, dan keluarbiasaan Tuhan, namun kita tetap mengatakan tidak. Seharusnya bagian murid-murid adalah tetap percaya bahwa pada hari yang ketiga Yesus bangkit dari kematian dan mengalahkan maut, namun mereka gagal. Bagian kita saat ini bukan untuk percaya kematian dan kebangkitan Tuhan, itu sudah terjadi 2000 tahun lalu di Betlehem, dan seharusnya kita percaya karena itu sejarah dan fakta. Yang menjadi tugas kita adalah saat ini, apa yang Tuhan telah nyatakan buat kita, hidup kita sudah ditulis oleh Tuhan, bagaimana kita menjalani hidup sudah ditulis oleh Tuhan.

Jangan hidup seperti murid-murid lagi, yang hidupnya penuh dengan berbagai kekecewaan kepada Tuhan, memang setiap manusia tidak terlepas dari kesalahan, namun melakukan kesalahan yang sama adalah suatu kebodohan. Mari kita keluar dari segala kebodohan yang barangkali masih kita lakukan, jangan hidup didalam kekecewaaan terus menerus. Tuhan sudah berkata bahwa kita akan menjadi orang-orang yang lebih dari pemenang, dan Tuhan akan memberikan yang terbaik jauh dari apa yang dapat kita bisa bayangkan.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

Rangkuman Khotbah
Pdt. Ester Budiono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *