Elohim Ministry youth ALLAH MENGHARGAKAN IMAN KITA

ALLAH MENGHARGAKAN IMAN KITA



Renungan Harian Youth, Kamis 04 Januari 2024

Syalom rekan-rekan semuanya, salam semangat buat rekan-rekan yang sudah mulai beraktifitas setelah liburan Natal dan tahun Baru kemarin. Semoga berkat dan penyertaan Tuhan melimpah dalam kehidupan kita semuanya.

Merlin R. Carothers dalam bukunya Answer To Praise, menuliskan sebuah kesaksian yang mengharukan tentang iman anaknya. Berikut penggalan kisahnya …

Anak perempuan Merlin yang berumur 7 tahun mengalami kecelakaan di sekolah, yang mengakibatkan sebuah tulang lengannya patah. Merlin  membawanya ke rumah sakit dan Ketika tiba di ruang darurat, dokter segera menyiapkan segala suatu untuk menyambung tulang yang patah itu. Pada saat yang bersamaan, sebelum dokter melakukan operasi, seorang siswa sekolah lanjutan dibawa masuk ke ruang karena tulang lengan yang patah ketika sedang bermain sepak bola. Dokter memeriksa lengan anak itu dan berkata kepada Merlin bahwa keadaannya lebih parah, maka ia harus ditolong lebih dahulu. Pertolongan bagi anak Merlin akan dilakukan setelah itu. Kemudian dia kembali ke ruang tunggu untuk menanti giliran. Dari luar, Merlin mendengar anak yang sedang ditolong itu menjerit kesakitan, sementara dokter mengerjakan tulang yang patah. Mendengar suara jeritan itu, Merlin menjadi takut bahwa anaknya akan terpengaruh. Namun di luar dugaan, anak Merlin memandang kepadanya dan berkata: “Saya berterima kasih untuk lengan saya yang patah ini dan saya percaya bahwa Allah akan menjaga sehingga saya tidak merasa sakit.” Anaknya telah belajar Firman Tuhan tentang belajar mengucap syukur kepada Allah untuk segala hal, yang kecil sekalipun. Namun, tidak pernah terpikir bahwa anak Merlin  sangat mengerti arti mengucap syukur dan memuji Allah untuk segala perkara.

Meskipun Merlin khawatir pengalaman yang luar biasa ini dapat menggoyahkan imannya, akan tetapi sekalipun pemuda yang sedang ditolong itu menjerit kesakitan, Merlin dapat menyaksikan ada ketenangan dan kepercayaan akan Allah dalam wajah putrinya. Ketika tiba giliran Merlin memasuki ruang dokter, dokter menerangkan kepada anak Merlin  bahwa apa yang akan dikerjakan olehnya itu akan mengakibatkan rasa sakit, namun hal itu penting untuk menyembuhkan lengannya. “Tidak, hal itu tidak akan menyakitiku” demikian kata anak Merlin kepada dokter. ’’Saya mengucapkan syukur kepada Allah dan percaya bahwa Dia akan menjaga dan menolong saya, sehingga saya tidak akan merasa sakit” Dokter kemudian tersenyum simpatik kepadanya, dan kemudian ia memandang kepada Merlin dan berkata: “Saya menyesal sekali bahwa justru sayalah orang yang telah menyakiti imannya

Lalu dokter segera mengerjakan tugasnya untuk menyambung tulang lengan anak Merlin yang patah. Anak itu tenang sekali dan dapat tersenyum. Dokter itu berkali-kali memandang anak Merlin, kemudian kepada Merlin; seperti ia tidak dapat mengerti hal itu. Berulang-ulang dia berhenti dan bertanya: “Apakah kamu merasa sakit ? Tidak, dokter, sama sekali tidak sakit,” anak Merlin  menjawab dengan tenang. Ketika dokter selesai mengoperasi lengan anak Merlin , ia berkata, “Selama saya praktik, belum pernah saya menyaksikan hal seperti ini.

Padahal sebelumnya Merlin mengaku bahwa putrinya selalu tidak tenang apabila mengalami sakit. Inilah pertama kalinya, ia memberi respons secara luar biasa. Merlin dapat menyaksikan bahwa Allah telah mengerjakan salah satu dari mukjizat-Nya yang indah untuk anak perempuanya , la tidak akan bebas dari perasaan sakit, tetapi ia akan selalu ingat bahwa Allah menghargai imannya yang percaya kepada Allah dengan sepenuhnya.

Rekan-rekan Youth Allah tidak berjanji untuk selalu menjauhkan kita dari rasa sakit, tetapi la berjanji untuk menghargai iman kita. Seperti anak Merlin yang dengan Iman yang sederhana berani untuk percaya bahkan bersyukur dan memuji Allah walaupun dia sedang menghadapi situasi yang buruk. Belajarlah untuk senantiasa bersyukur dan percaya bahwa Allah memegang kendali kehidupan kita senantiasa.

Memasuki tahun yang baru ini, jangan melangkah dengan ketakutan dan kekhawatiran, belajarlah untuk memegang Iman kita akan pemeliharaan dan kasih Allah dalam kehidupan kita. Teruslah belajar untuk percaya dan terwujud dalam ucapan Syukur kita bahwa Tuhan itu baik.

Dalam perjalanan pelayanan Yesus, beberapa kali perahu murid-murid dihantam oleh Badai yang ganas, namun solusinya adalah tetap sama yaitu PERCAYA ada TUHAN YANG MENYERTAI MEREKA, karena itulah Tuhan Yesus menegor mereka dalam Injil Matius  14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?

Mari kita mengarahkan hati kita untuk senantiasa mau percaya kepada Allah yang menopang dan menyertai kehidupan kita.

Yesaya  26:4 Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.

Tuhan Yesus memberkati

YNP – SCW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *