Ambisi yang Tak Terkendali

June 8, 2024 0 Comments

Renungan Harian, Sabtu 08 Juni 2024.

Nats: Hakim-hakim 9:1- 6

Syalom saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus ……

            Ambisi merupakan keinginan yang besar untuk mencapai sesuatu dalam hidup. Ambisi bisa mendorong individu untuk terus berkembang untuk mencapai kesuksesan. Ambisi melibatkan keinginan yang besar untuk meraih pencapaian tertentu, seperti kemajuan pribadi, popularitas, kekuasaan, pangkat, atau posisi. Ini bisa menjadi dorongan untuk terus belajar, mengembangkan keterampilan, dan berusaha melebihi batas yang ada.

            Renungan kita pada hari ini dalam Hakim-hakim 9 ini tentang kisah Abimelekh yang  menjadi contoh seorang yang ambisius meraih kekuasaan. Untuk mewujudkan ambisinya, ia menghalalkan segala cara. Cara yang ditempuhnya adalah mencari dukungan dengan memprovokasi massa. Biasanya dukungan yang terbaik datangnya dari keluarga dan sanak saudara. Ia pun berhasil mendapatkan dukungan keluarga ibunya. Provokasinya membangkitkan semangat identitas mereka sebagai sesama orang Sikhem. Penduduk Sikhem memverukan dukungan penuh untuk mewujudkan ambisinya untuk menjadi raja. Bahkan demi ambisinya itu mereka melakukan pembunuhan terhadap ketujuh puluh saudaranya. Pembasmian dilakukan karena menganggap orang lain sebagai penghalang meraih tahta. Ambisinya untuk berkuasa tidak lagi mempedulikan saudara. Setiap penghalang pasti akan dilibasnya, ambisi yang tidak terkendali sangat berbahaya jika sampai menghalalkan segala cara bisa mengorbankan orang lain.

Firman Tuhan mengajarkan seseorang menjadi pemimpin karena pilihan Allah, bukan karena keinginan manusia. Sekalipun jadi raja selama 30 tahun, tetapi Abimelek mati secara hina.

            Tuhan Yesus banyak mengajarkan bagaimana mengelola dan mengarahkan ambisi melalui firman-Nya. Pertama, ambisi tidak boleh diarahkan kepada jabatan, baik di dunia rohani maupun sekuler. Sebuah jabatan atau posisi adalah sebuah kepercayaan yang harus dilakukan dengan tanggung jawab. Kedua, ambisi harus mendatangkan manfaat bagi orang lain dan menjadi berkat.

Ketiga, ambisi yang benar harus didasarkan pada hati yang tulus (Markus 9:35-37). Mulai saat ini miliki ambisi yang benar. Ketika ambisi kita diarahkan pada hal-hal yang baik dan benar, maka kehadiran kita akan dirindukan banyak orang dan Tuhan sendiri yang akan mengangkat dan melipatgandakan kehidupan kita.

            Mari kita memohon pertolongan Tuhan untuk mengarahkan kita pada ambisi yang benar. Biarlah apapun yang kita kerjakan untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus saja. Ubah ambisi yang salah dan pusatkan pekerjaan kita pada perkenanan Tuhan.

Lukas 2:14, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera b di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

Membawa kemuliaan nama Tuhan bagi orang-orang di sekitar kita lebih berharga dari ambisi kita.

Tuhan memberkati

EW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *