Renungan harian Rabu, 25 Maret 2026
Ayat Pokok : Mazmur 141:3 (TB) “Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!”
Syalom. . . Selamat pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Teks pokok kita hari ini adalah sebuah doa yang dinaikkan oleh Daud. Menyadari tentang betapa rawannya seseorang untuk bersalah dalam perkataannya. Oleh karena itu Daud meminta kepada TUHAN agar mengawasi mulutnya dan berjaga pada pintu bibirnya.
Dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal science pada tahun 2007, James Pennebaker, dari University of Texas Austin mangumpulkan data tentang pola obrolan dari 396 mahasiswa [210 perempuan dan 186 laki-laki] di perguruan tinggi di Texas, Arizona dan Meksiko. Ia menemukan bahwa dalam 17 jam terjaga wanita yang mereka uji di AS dan Meksiko mengucapkan rata-rata 16.215 kata sementara pria berbicara 15.669 kata. Tentunya karakteristik seseorang dan topik bahasan bisa membuat perbedaan lagi. Namun poin penting yang dapat kita tangkap adalah betapa dalam sehari kita itu berpotensi untuk berkata-kata dalam jumlah kata yang begitu banyak. Dan dengan begitu banyak jumlah kata maka kita juga berpeluang lebih banyak bersalah dalam perkataan kita.
Salomo dalam Amsal 18:21 berkata; “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” Ada kehidupan dan kematian yang menjadi dampak dari perkataan kita. Apakah perkataan kita menghidupkan atau perkataan kita mematikan. Yakobus dalam suratnya kepada orang-orang yahudi kristen diperantauan memberikan juga peringatannya tentang perkataan mereka. Dia berkata dalam Yakobus 3:2 demikian; “Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.” Lebih lanjut lagi dia berkata bahwa walaupun lidah adalah suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar.
Bapak, ibu dan saudara yang terkasih, Tuhan Yesus berkata dalam Matius 12:36-37 (TB) “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.
Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.” Ini adalah sebuah peringatan besar bagai setiap kita agar kita hati-hati dengan perkataan kita, sebelum kita berbicara harus sudah kita pikirkan dahulu apa dampak yang mungkin timbul dari ucapan kita. Dalam diskusinya Yesus berkata bahwa perkataan yang keluar dari mulut bersumber dari hati [Matius 12:34].

Dalam diskusi lain dengan orang farisi dan ahli taurat Yesus mengatakan bahwa bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang [atius 15:11]. Kata “Menajiskan” dalam teks aslinya adalah “Kionoo” yang bisa berarti membuat umum, menajiskan, membuat tidak suci, menodai, polusi.
Jadi perkataan yang sia-sia akan membuat dampak yang tidak baik, bukan hanya tidak baik namun bisa menajiskan atau membuat kotor (Polusi) hubungan kita dengan sesama.
Perkataan yang tidak bijaksana membuat orang lain sakit hati, kecewa, marah dan bisa merencanakan sesuatu yang jahat.
Inilah yang dimaksud Tuhan Yesus dengan kata “Menajiskan” diatas. Dan memang faktanya adalah seseorang bisa sakit hati dan memutuskan persahabatan serta menyimpan dendam, bahkan bisa membunuh dikarenakan kata-kata atau ucapan yang keluar dari mulut seseorang.
Mengingat hal-hal tersebut diatas, maka kita sadar betapa berbahaya perkataan tetapi disisi lain juga betapa mulianya perkataan jika digunakan dengan bijaksana. Allah memberikan kita mulut untuk dapat menyampaikan pesan-pesan atau hikmat-Nya, maka mulut yang sama tidak boleh untuk memuji Tuhan, tetapi juga untuk mengutuk orang. Sebagaimana pesan Rasul Yakobus kepada jemaat di perantauan, “Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi. Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama? [Yakobus 3:9-11]
Refleksi Renungan
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa setiap hari kita mengucapkan begitu banyak kata, dan di dalam banyaknya perkataan itu kita sangat mungkin bersalah. Kita sering tidak menyadari bahwa kata-kata yang keluar dari mulut kita dapat membawa dampak besar bagi orang lain—baik membangun maupun melukai. Karena itu kita perlu belajar menyerahkan mulut dan hati kita kepada Tuhan. Ketika hati kita dipenuhi oleh kasih dan firman Tuhan, maka perkataan yang keluar dari mulut kita akan menjadi perkataan yang membangun, menguatkan, dan memberkati orang-orang di sekitar kita. Dengan demikian, melalui kata-kata kita, orang lain dapat merasakan kasih Tuhan dan terdorong untuk semakin bertumbuh dalam iman.
Hikmat Hari Ini
Perkataan yang keluar dari hati yang dipenuhi firman Tuhan akan menjadi berkat yang membangun, tetapi perkataan yang tidak dijaga dapat melukai dan merusak hubungan.
Tuhan Memberkati.
DS
JOIN GRUP
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f
Atau klik tombol dibawah ini >>>
Amin, terima kasih Tuhan untuk berkat firman Mu pada pagi hari ini.