Renungan harian Anak, Senin 30 September 2024
Syalom adik-adik semuanya, kakak berdoa adik-adik semua tetap semangat dan bersukacita hari ini… Adik-adik, siapa di sini yang suka mendengarkan cerita? Wah, pasti banyak ya! Sekarang, siapa yang suka bercerita kepada teman-temannya? Apa saja yang biasanya kalian ceritakan? Apakah kalian juga suka bercerita tentang Tuhan Yesus? Nah, hari ini kakak mau bercerita tentang Tuhan Yesus yang bertemu dengan seorang perempuan dari Samaria yang tertulis dalam Injil Yohanes 4:4-39. Yuk, kita dengarkan!
Pada suatu hari, Tuhan Yesus sedang berjalan melintasi Samaria. Saat itu, Ia sangat lelah dan berhenti beristirahat di dekat sebuah sumur yang dikenal sebagai sumur Yakub, di kota Sikhar. Ketika itu sudah siang hari, dan para murid Tuhan Yesus sedang pergi ke kota untuk membeli makanan. Tiba-tiba, datanglah seorang perempuan Samaria yang hendak menimba air di sumur itu. Nah, adik-adik, pada zaman itu orang Yahudi dan orang Samaria tidak bersahabat, mereka sering bermusuhan. Tetapi Tuhan Yesus tidak memandang perbedaan itu, Ia mengasihi semua orang, dan bersahabat dengan siapa saja. Tuhan Yesus menyapa perempuan Samaria itu dan meminta air minum darinya.
Perempuan Samaria itu terkejut! Ia bertanya, “Masakan Engkau, seorang Yahudi, meminta minum kepadaku, seorang Samaria?” Tapi Tuhan Yesus menjawab dengan sangat istimewa. Ia berkata bahwa Ia bisa memberikan air hidup, yang adalah Firman Tuhan, kepada perempuan itu. Perempuan Samaria sangat heran dan senang, karena Tuhan Yesus mengenalnya dengan baik, bahkan tahu segala hal tentang hidupnya. Setelah berbincang-bincang, perempuan itu menyadari bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan, Sang Juruselamat. Karena begitu gembira, perempuan itu meninggalkan tempayannya di sumur dan segera pergi ke kota untuk memberi tahu orang-orang.

Perempuan itu bersaksi kepada orang-orang di kota, ia berkata, “Mari lihat! Di sana ada seseorang yang memberitahukan segala sesuatu yang telah aku lakukan. Mungkinkah Dia adalah Kristus?” Orang-orang di kota sangat penasaran dan berbondong-bondong datang untuk melihat Tuhan Yesus. Karena kesaksian perempuan Samaria itu, banyak orang percaya kepada Yesus. Tidak hanya itu, setelah orang-orang mendengar Yesus berbicara sendiri, mereka semakin percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Juruselamat dunia. Mereka berkata, “Sekarang kami percaya, bukan hanya karena perkataan perempuan itu, tetapi karena kami sendiri telah mendengar dan bertemu dengan Yesus.”
Nah, adik-adik, kita juga bisa seperti perempuan Samaria ini. Kita bisa bercerita kepada orang lain tentang Tuhan Yesus dan betapa baiknya Dia dalam hidup kita. Kita bisa mulai dari keluarga kita, Mama, Papa, teman-teman di sekolah, dan bahkan orang lain. Ceritakan apa yang sudah Tuhan Yesus lakukan dalam hidup kita, dan juga tunjukkan lewat sikap dan perbuatan baik kita. Siapa di sini yang mau bersaksi dan bercerita tentang Tuhan Yesus kepada orang lain? Kakak percaya, adik-adik semua bisa menjadi saksi yang baik bagi Tuhan Yesus, seperti perempuan Samaria yang berani bercerita kepada banyak orang. Yuk, kita sama-sama belajar bersaksi tentang kebaikan Tuhan setiap hari!
Adik-adik Bercerita tentang Tuhan Yesus saja tidak cukup. Kita juga perlu menunjukkan sikap dan perbuatan yang baik. Ketika kita bersikap baik, orang akan lebih percaya pada apa yang kita ceritakan. Kesaksian kita tentang Tuhan akan lebih kuat jika orang bisa melihat perubahan baik dalam hidup kita. Setelah kita mengenal Tuhan Yesus dan mengalami kebaikan-Nya dalam hidup kita, kita juga harus mau bercerita tentang Dia kepada teman-teman, keluarga, dan orang-orang di sekitar kita.
Ayat Hafalan
Roma 10:15, Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!”
Komitmenku hari ini
Tuhan Yesus mengasihi semua manusia dan semakin banyak orang yang mendengar tentang kasih-Nya. Aku mau menceritakan kasih dan kebaikan Tuhan dalam hidupku kepada banyak orang.
Tuhan Yesus memberkati!
ElKids290924 – SP