Elohim Ministry umum Kaya Tapi Miskin

Kaya Tapi Miskin



Renungan harian Senin, 31 Maret 2025

đź“– Ayat Pokok: Wahyu 3:17 “Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang.”

Syalom Jemaat yang dikasihi oleh Tuhan Yesus …

Gereja Laodikia: Kaya Secara Duniawi, Miskin Secara Rohani

Gereja di Laodikia adalah gambaran jemaat yang makmur secara materi tetapi miskin secara rohani. Laodikia adalah kota komersial yang kaya, terkenal dengan perbankan, industri wool hitam yang mahal, dan sekolah medis yang terkenal dengan pengobatan mata.

Namun, meskipun tampak makmur dan sukses, Yesus melihat mereka dalam kondisi yang menyedihkan secara rohani.

  • Mereka bangga karena kaya secara finansial, tetapi Yesus berkata mereka melarat dan malang (Wahyu 3:18).
  • Mereka memiliki pusat perbankan, tetapi Yesus berkata mereka miskin dan membutuhkan “emas yang telah dimurnikan dalam api” (Wahyu 3:18).
  • Mereka memiliki sekolah medis yang terkenal dengan obat mata, tetapi Yesus berkata mereka buta dan membutuhkan “minyak untuk melumas mata” agar bisa melihat (Wahyu 3:18)
  •  Mereka memproduksi wool hitam yang mahal, tetapi Yesus berkata mereka telanjang dan membutuhkan “pakaian putih” yang melambangkan kebenaran dan kekudusan (Wahyu 3:18).

Laodikia adalah contoh nyata bahwa kekayaan dunia tidak selalu mencerminkan keberhasilan rohani. Mereka hidup dalam kepuasan diri, merasa tidak membutuhkan Tuhan, dan akhirnya menjadi suam-suam kuku.

Bahaya Kekristenan yang Suam-Suam Kuku

Yesus memberikan teguran keras kepada jemaat di Laodikia:

đź“– Wahyu 3:15-16 “Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.”

Apa artinya suam-suam kuku?

Meskipun kota yang maju Kekurangan Kota Laodikia adalah tidak memiliki sumber air sendiri, sehingga mereka harus mengambil air dari Hierapolis (sumber air panas) dan Kolose (sumber air dingin). Saat air itu sampai di Laodikia, airnya menjadi suam-suam kuku, tidak lagi menyegarkan, justru menimbulkan rasa muak jika diminum. Yesus menggunakan gambaran ini untuk menegur jemaat Laodikia yang suam-suam kuku.

Ciri-ciri orang Kristen yang suam-suam kuku:

  • Lebih mengandalkan harta dan kenyamanan dunia daripada Tuhan.
  •  Hidup dalam kepuasan diri, merasa tidak butuh pertolongan Tuhan.
  • Berkompromi dengan dunia, tidak memiliki komitmen penuh kepada Kristus.
  • Tidak berbuah dalam kehidupan rohani, hanya mengikuti kebiasaan agamawi tanpa hubungan yang hidup dengan Tuhan.

Yesus berkata bahwa orang kaya itu kurang beruntung secara rohani (Mat. 19:23-24). Masalahnya tentu saja bukan karena Allah tidak mengasihi orang kaya. Mereka punya banyak hal lain untuk dicintai. Siapa yang butuh Allah ketika kita punya segalanya? Itu sebabnya Yesus tidak berkata, “Kamu tidak seharusnya mengabdi kepada Allah dan Mamon,” tapi “Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan Mamon” (Mat. 6:24). Mengapa? Sama seperti seorang wanita tidak dapat mempunyai dua suami. Saat kita mencintai dunia ini, kita jatuh ke dalam perzinahan rohani – Randy Alcorn

Kekayaan yang Sejati: Kaya dalam Kebajikan

Bagaimana seharusnya kita hidup sebagai orang percaya?

đź“– 1 Timotius 6:17-19 “Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi, dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.”

Ayat ini menyatakan kebenaran bagi kita

âś… Jangan tinggi hati dan sombong karena kekayaan duniawi.
âś… Jangan berharap pada harta yang tidak bisa memberi jaminan kekal.
âś… Gunakan kekayaan untuk berbuat baik dan berbagi dengan sesama.
âś… Investasikan hidup dalam hal-hal rohani yang bernilai kekal.

Tom Conway berkata:
“Saya menikmati kepuasan yang sejati dengan berinvestasi dalam kerajaan Allah. Di sanalah saya akan hidup selamanya dan saya ingin menolong sebanyak mungkin orang supaya bisa masuk ke sana. Anda tidak akan pernah salah berinvestasi dalam pekerjaan Tuhan. Berbagi kepunyaan kita dalam cara yang menghasilkan buah kekekalan adalah sukacita yang sejati.”

Hari ini, mari kita mengevaluasi diri dan memilih untuk menjadi kaya dalam kebajikan, bukan hanya dalam harta dunia.

Hikmat Hari Ini

đź’ˇ Kekayaan sejati bukan diukur dari jumlah harta, tetapi dari hubungan kita dengan Tuhan dan dampak yang kita berikan bagi sesama.

Tuhan Yesus memberkati! ✨

Rangkuman Khotbah
Pdt. Soerono Tan

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *