Renungan Harian Kamis, 11 Juni 2025
Ayat Pokok: Yesaya 40:26, Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? Satu pun tiada yang tak hadir, oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat.
Syalom Bapak, Ibu, dan Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan.
Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus menyertai hidup kita semua. Hari ini kita akan merenungkan sebuah tema yang membukakan mata rohani kita untuk melihat keagungan Tuhan dalam segala jalan-Nya: “Cara-Nya yang Ajaib.” Kita hidup di dunia yang sering kali membuat kita bertanya-tanya: “Mengapa Tuhan izinkan ini terjadi? Mengapa jalan keluar belum juga kelihatan?” Namun melalui Yesaya 40, Tuhan ingin meneguhkan iman kita dengan menunjukkan bahwa cara Allah, meski sering kali tidak dapat dimengerti oleh logika manusia, selalu ajaib dan sempurna. Walaupun dalam pembuangan, Allah tetap berkarya bagi umat-Nya
Melihat ke Langit dan Mengingat Siapa Allah Kita
Nabi Yesaya menyampaikan pesan ini kepada bangsa Israel yang sedang mengalami masa pembuangan di Babel. Mereka hidup di tengah bangsa asing, dikelilingi oleh dewa-dewa palsu, tekanan budaya, dan penderitaan. Dalam kondisi seperti ini, mudah bagi mereka untuk merasa ditinggalkan, kehilangan harapan, dan meragukan kuasa Allah. Namun Yesaya mengajak umat Tuhan untuk mengarahkan mata ke langit dan merenungkan kebesaran Allah: “Siapa yang menciptakan semua bintang itu?” (Yes. 40:26). Allah memanggil tiap bintang dengan nama, dan tidak satu pun yang hilang. Ini menunjukkan bahwa Allah mengatur alam semesta dengan presisi dan perhatian yang sempurna. Jika Ia sedemikian teliti terhadap bintang-bintang, terlebih lagi terhadap hidup kita.
Cara-Nya dalam Penciptaan: Sebuah Pola dan cara yang Ajaib
Lihatlah bagaimana Allah bekerja sejak awal penciptaan:
- Hari pertama, terang — sebuah persiapan agar kehidupan bisa terjadi.
- Hari kedua, cakrawala — ruang untuk nafas dan atmosfer.
- Hari ketiga, daratan dan tumbuhan — tempat berpijak dan sumber makanan.
- Baru kemudian Allah mengisi ruang-ruang tersebut dengan kehidupan: matahari dan bulan, binatang laut dan burung, binatang darat, dan akhirnya manusia.
Pola ini mengungkapkan bahwa Allah tidak pernah bekerja secara sembarangan. Ia mempersiapkan lebih dulu sebelum mengisi. Demikian pula dalam hidup kita, mungkin saat ini Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang besar dan kita belum melihat hasilnya. Tapi percayalah, cara-Nya tetap ajaib — dan pada waktunya, kita akan melihat karya-Nya dinyatakan.
Seorang Anak Tuli yang Menjadi Pujangga
Helen Keller adalah seorang wanita luar biasa yang menjadi simbol harapan dan kekuatan di tengah keterbatasan. Sejak kecil, ia mengalami kebutaan dan ketulian akibat penyakit, namun melalui bimbingan guru setianya, Anne Sullivan, Helen belajar berkomunikasi dan akhirnya menjadi orang tunanetra dan tunarungu pertama yang berhasil meraih gelar sarjana. Ia menulis puluhan buku dan artikel, menyuarakan pesan tentang iman, keberanian, dan ketekunan. Bagi Helen, penderitaan bukanlah akhir, melainkan jalan untuk membentuk karakter dan menemukan makna hidup.
Pelayanannya meluas ke seluruh dunia—menginspirasi jutaan orang melalui pidato, tulisan, dan kunjungan ke lebih dari 35 negara. Ia aktif membela hak penyandang disabilitas dan menyampaikan bahwa keterbatasan fisik bukan halangan untuk hidup berdampak. Helen juga memiliki iman yang kuat kepada Tuhan dan percaya bahwa hidupnya adalah alat untuk menyatakan kasih dan kuasa Allah. Hidupnya menjadi bukti nyata bahwa cara Tuhan memang ajaib, dan bahkan dalam “masa pembuangan”, Tuhan tetap sanggup memakai hidup seseorang untuk kemuliaan-Nya.
Helen tumbuh menjadi penulis dan pembicara terkenal yang menyentuh jutaan orang dengan kisahnya. Ia pernah berkata: “Kehidupan adalah petualangan yang berani, atau tidak sama sekali.” Dari kisah ini, kita belajar bahwa Tuhan bisa memakai keterbatasan dan penderitaan untuk memunculkan kemuliaan-Nya. Bagi manusia, jalan itu mungkin tertutup. Tapi bagi Tuhan, tidak ada yang mustahil. Cara-Nya memang ajaib.
Mari kita merefleksi Diri
- Apa masa “pembuangan” yang sedang Anda alami saat ini? Apakah itu penyakit, kehilangan, kegagalan, atau kesendirian?
- Apakah Anda bisa percaya bahwa Allah sedang mempersiapkan sesuatu, meskipun Anda belum bisa melihat hasilnya sekarang?
Tetap percaya. Bahkan saat tidak ada yang masuk akal.
Tetap berharap. Karena Allah yang memanggil bintang-bintang juga memanggil kita dengan nama.
Tetap berjalan. Karena langkah iman bukan berdasarkan penglihatan, tetapi berdasarkan janji-Nya.
Pokok Doa
Ya Allah, aku mengucap syukur karena Engkau Allah yang besar dan penuh kasih. Sungguh ajaib jalan-Mu, dan tak terselami pikiran-Mu. Meskipun aku sedang ada dalam masa “pembuangan”, aku percaya Engkau bekerja di balik layar hidupku. Kuatkan aku selalu ya Roh Kudus, agar aku terus berpegang teguh dan tidak menyerah. Dalam nama Yesus aku berdoa, amin.
Hikmat Hari Ini
Masa ‘pembuangan’ bukan akhir cerita, melainkan ruang untuk menyaksikan karya ajaib Allah yang tidak terduga. Tetap arahkan mata kepada Yesus. Jalan-Nya ajaib, dan waktu-Nya sempurna.
Tuhan Yesus memberkati!
YNP