Elohim Ministry umum Cara Tuhan Dalam Bekerja

Cara Tuhan Dalam Bekerja



Renungan Harian Jumat, 17 Maret 2023

God Method/ Metode / Cara Tuhan dalam bekerja. Metode/me·to·de/ /métodé/ : cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki

2 Korintus 12 : 7-10. Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

Paulus adalah rasul yang luar biasa: menulis 13 surat dalam Perjanjian Baru, mendirikan banyak gereja, dan mampu bertahan di tengah pelayanan yang sangat berat. Paulus sering tertekan dalam kondisi yang sulitKondisi sulit di dalam bagian ini adalah, ketika Paulus menuliskan adanya “duri dalam daging.”

Menggocoh aku ( buffet me) kolaphizō (kol-af-id’-zo) memiliki arti  Memukul dengan kepalan tangan / meninju dan Paulus berulang kali (kiasan dari “tiga kali” dalam ay. 8) meminta supaya Tuhan melepaskannya.

Namun apa yang menjadi jawaban Tuhan? “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna” ayat 9

Tuhan memiliki Metode / Cara dalam bekerja METODENYA TUHAN itu yang terBAIK, Ini yang disebut sebagai, cara / metode Tuhan untuk menjagai diri Paulus tetap RENDAH HATI

Ayat 7, Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.

Terkadang Tuhan mengizinkan kita tetap berada dalam kondisi tidak senyaman yang kita inginkan, supaya kita menyadari bahwa kita adalah manusia yang lemah, penuh keterbatasan, dan pada akhirnya menyadari bahwa hanya oleh kasih karunia-Nya saja, kita dimampukan.

Ada tiga hal penting yang perlu kita pahami

Pertama, kesulitan hidup atau penderitaan adalah hal yang wajar.

  • Paulus mengalaminya, sepertiga lebih kitab Mazmur berisi ratapan, bahkan Tuhan Yesus sendiri hidup-Nya tidak lepas dari penderitaan.
  • Namun MEREKA semua mengajarkan kepada kita, bahwa walaupun dalam PENDERITAAN namun mereka TIDAK MENDERITA.

Kedua, kekuatan kita berasal dari kasih karunia Tuhan.

  • Ayat 10, Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat
  • Dunia mengajarkan kita untuk selalu tampak kuat, unggul, dan mampu mengatasi segala masalah Tetapi, lupa bahwa manusia adalah makhluk yang rapuh.
  • Namun melalui kasih karunia Tuhan, kita akan mampu menjalaninya.

Ketiga, Kasih karunia Tuhan cukup bagi kita.

  • Ayat 9,Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku

Tuhan Yesus Memberkati

Pdt. Budi Wahono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *