Nats: Kisah Para Rasul 3:11-16
Syalom bapak ibu sudara yang terkasih dalam TUhan yesus Kristus . . . .
Dalam nats kita hari ini dikisahkan sebelumnya ketika Petrus dan Yohanes menyembuhkan orang lumpuh di pintu gerbang bait suci, banyak orang terheran-heran melihat kesembuhan orang Lumpuh itu. Mungkin mereka tidak habis pikir bagaimana kesembuhan itu dapat terjadi, padahal orang tersebut sudah lumpuh sejak lahir. Namun satu hal yang pasti bagi kerumunan orang di Bait Allah adalah Petrus dan Yohanes yang menyembuhkan orang lumpuh tersebut. Tentu saja kedua rasul tidak bermaksud seperti itu. Mereka sama sekali tidak memiliki andil dalam mukjizat penyembuhan itu. Keduanya hanyalah hamba Yesus yang bekerja untuk melanjutkan misi Kerajaan Allah di dunia.
Kehebohan itu mendorong Petrus membuat pernyataan di Serambi Salomo bahwa Yesus yang telah dibunuh oleh para pemimpin agama dan orang Yahudi, namun dibangkitkan Allah Israel dari antara orang mati, itulah Penyembuh yang sesungguhnya (15-16). Pernyataan Petrus sangat mengejutkan orang banyak. Bukannya berhenti berbicara, malahan Petrus dengan lantang dan panjang lebar menjelaskan tentang janji dan nubuatan Allah mengenai kedatangan Mesias sebagai Juru Selamat manusia. Untuk tujuan itulah Yesus harus menderita, bahkan ditolak oleh bangsa sendiri (14, 18).
Petrus menyadari bahwa apa yang dikatakannya belum tentu dapat dipahami dan diterima oleh orang banyak. Baginya tidak menjadi soal, namun yang terpenting adalah bagaimana mereka dapat mengenal Yesus dan karya keselamatan-Nya. Memang mewartakan hal semacam ini tidaklah mudah. Sebab dibutuhkan keberanian yang besar dan kesiapan untuk mati sebagai martir. Tetapi, Petrus tidak peduli dengan keselamatannya. Ia sepenuhnya menyerahkan hidupnya kepada Allah. Ia berharap orang yang mendengar khotbahnya menyadari kesalahan dan mengambil tindakan pertobatan (19-20).
Kita semestinya bersyukur karena Allah dalam Kristus mengasihi kita dan mau mengampuni segala dosa kita. Karena itu, janganlah kita menunda-nunda untuk percaya kepada Yesus Kristus. Sebab Allah telah menetapkan bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan keselamatan abadi.
Pandanglah kepada Yesus
Hal pertama yang Petrus sampaikan adalah Kristuslah yang mengerjakan semua ini. Kristuslah yang harus dilihat, bukan sang pengkhotbah. Petrus tidak mau menjadi pusat perhatian. Biar Kristus saja yang menjadi fokus perhatian. Itu sebabnya seruan pertama Petrus adalah seruan keheranan dan teguran bagi orang banyak karena mereka mengagumi Petrus dan Yohanes. Seolah Petrus ingin mengatakan bahwa orang banyak itu terlalu bodoh kalau tidak sadar siapa yang menyembuhkan orang lumpuh itu. Bukan karena kuasa Petrus, bahkan bukan karena kesalehan Petrus, tetapi hanya karena kuasa Kristus. Kristus yang bekerja, dan ketika orang-orang gagal untuk mengetahuinya, maka Petrus berseru dengan tegas untuk mereka berhenti memandang kepada dirinya dan mulai mengalihkannya kepada pemilik kuasa yang sejati, yaitu Kristus. Inilah tanda karya Roh Kudus. Roh Kudus memenuhi seseorang dan membuat dia meninggikan Kristus. Roh Kudus memuliakan Kristus. Roh Kudus meninggikan Kristus. Siapa penuh dengan Roh Kudus akan meninggikan Kristus dan sukacitanya akan penuh kalau nama Kristus ditinggikan.
Bapak ibu sekalian jangan pernah lepaskan pandangan kita dari Kristus, jangan terlena dengan dunia ini, percayalah bahwa hanya kepadaNYa kita beroleh pertolongan
Tuhan Memberkati
TC