Elohim Ministry umum “Cara Tuhan Menjawab Doa”

“Cara Tuhan Menjawab Doa”



Renungan Harian Rabu, 06 Desember 2023

Bacaan: Lukas 1:5-25

Renungan kita hari ini adalah tentang kisah ketekunan Zakharia dalam berdoa. Tentu setiap kita memiliki pergumulan masing-masing, dan sebagai orang percaya pasti kita akan berdoa supaya apa yang kita pergumulkan tersebut mendapatkan pertolongan dari Tuhan. Dari pergumulan kecil sampai pergumulan yang besar pasti kita berharap Tuhan akan menjawab doa-doa kita tersebut. Mari kita belajar dari kisah Zakharia ini.

Meski bukan seorang nabi, Zakharia adalah salah satu tokoh penting yang menjadi jalan pembuka bagi kedatangan Mesias. Maka dari itu, tidak heran jika kisah Zakharia terus dibacakan dalam ibadat perayaan Natal. Zakharia merupakan seorang imam yang taat dan sewaktu-waktu bisa dipanggil untuk bertugas di Bait Suci.

Dikisahkan, ketika Zakharia dan istrinya, Elisabeth, menginjak usia yang cukup tua, mereka belum dikaruniai seorang anak. Namun, di usia yang sangat tua, Elisabeth malah mengandung seorang bayi. Bayi inilah yang kemudian tumbuh menjadi Yohanes Pembaptis. Sebelum mengetahui bahwa sang istri hamil, Zakharia sempat melihat malaikat Tuhan menampakkan dirinya kepada Zakharia. Lalu, bagaimana Tuhan menjawab doa Zakharia melalui ketaatannya dalam beriman? Berikut beberapa hal yang dapat direnungkan dari kisah hidup Zakharia.

    Setiap orang yang sangat menginginkan sekali memiliki keturunan, tentu akan merasa kecewa ketika permohonannya tidak dikabulkan. Zakharia dan Elisabeth memiliki sebuah pergumalan hidup, yaitu mengenai keturunan. Pada masa itu pasangan suami-Istri yang tidak memiliki keturunan akan dipandang sebelah mata dan itu menjadi aib. Meski tidak memiliki keturunan selama puluhan tahun, Zakharia dan Elisabeth tidak pernah menyatakan kekecewaannya pada Tuhan. Bahkan, Zakharia dan Elisabeth terus konsisten hidup dalam kesalehan. Hal inilah yang harus kita teladani, untuk tetap setiap pada Tuhan meski perjalanan hidup terasa sulit.

    Sebagai seorang imam, Zakharia tentu harus siap ketika sewaktu-waktu dipanggil bertugas di Bait Allah. Zaman dulu, untuk mendapat giliran bertugas di Bait Suci, seorang imam harus menunggu berdasarkan urutan undian. Bisa saja seorang imam bertugas setahun sekali atau bahkan hanya sekali seumur hidup. Menunggu giliran bertugas di Bait Suci dibutuhkan kesetiaan akan pelayanan dan iman. Maka dari itu, sama seperti Zakharia, apa pun pergumulan hidup yang sedang dihadapi, tidak boleh mengurangi kesetiaan kita dalam pelayanan.

    Meski selama puluhan tahun tidak kunjung juga dikaruniai seorang anak, Zakharia tetap tekun berdoa untuk meminta keturunan. Suatu hari, ketika sedang bertugas di Bait Suci, Zakharia dihampiri malaikat. Malaikat tersebut memberikan kabar bahwa sang istri, Elisabeth akan mengandung seorang anak. Malaikat juga memberi tahu agar memberi nama anak itu Yohanes. Yohanes inilah yang kemudian menjadi perintis jalan bagi Yesus Kristus. Yohanes juga yang membaptis Yesus di Sungai Yordan. Kisah ini sering disampaikan kembali dalam khotbah natal sebagai renungan bahwa jika kita terus berdoa, Tuhan akan mengabulkan doa itu entah bagaimana caranya dan bahkan melalui cara yang dirasa tidak mungkin bagi akal manusia. 

    Tuhan menjawab doa Zakharia karena dia seorang yang memiliki hidup saleh atau selalu hidup dalam kebenaran, seorang setia dalam melayani Tuhan, dan Zakharia adalah orang yang tekun dalam berdoa.

    Tuhan Yesus Memberkati.

    CM

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *