Renungan Harian Anak, Rabu 06 Mei 2026
Syalom adik-adik! Semoga kalian semuanya dalam keadaan sehat dan baik-baik semuanya …
Adik-adik, pernahkah kamu melakukan kesalahan lalu merasa menyesal? Hari ini kita akan belajar dari kehidupan Raja Hizkia. Ia adalah raja yang pernah mengalami pertolongan Tuhan yang luar biasa. Tetapi, ada satu hal penting yang bisa kita pelajari dari kisahnya, yaitu tentang pengampunan dan perubahan hati.
Dewi adalah seorang anak yang pernah mengalami kesulitan saat mengerjakan tugas sekolah. Ia tidak mengerti pelajaran itu dan merasa hampir menyerah. Untungnya, ada seorang temannya Ani yang dengan sabar menolong Dewi sampai ia mengerti. Dewi sangat senang dan berterima kasih. Ia berjanji dalam hatinya untuk tidak melupakan kebaikan Ani. Namun, setelah beberapa waktu, Dewi mulai melupakan pertolongan itu. Ia menjadi lebih percaya diri, bahkan sedikit sombong. Ia merasa bisa melakukan semuanya sendiri dan tidak lagi mengingat kebaikan teman-temannya.

Suatu hari, Dewi melakukan kesalahan saat mengerjakan tugas kelompok. Ani mencoba mengingatkan dengan baik, tetapi awalnya Dewi tidak mau mendengarkan. Setelah dipikir-pikir, akhirnya Dewi sadar bahwa ia sudah bersikap tidak baik. Ia pun merasa bersalah. Dewi kemudian datang kepada Ani, meminta maaf dengan tulus, dan mengakui kesalahannya. Ani dengan senang hati memaafkan Dewi. Hati Dewi menjadi lega dan hubungan mereka pun kembali baik seperti semula. Sejak saat itu, Dewi belajar untuk tidak melupakan kebaikan orang lain dan selalu bersikap rendah hati. Nah Begitu juga dengan hubungan kita dengan Tuhan.
Dalam Renungan hari ini dalam 2 Tawarikh 32:24-33, Raja Hizkia pernah sakit parah dan hampir meninggal. Ia berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan, dan Tuhan menjawab doanya dengan menyembuhkan dia serta memperpanjang hidupnya. Namun setelah sembuh, Hizkia justru menjadi sombong dan melupakan kebaikan Tuhan. Tuhan pun menegurnya melalui nabi. Untungnya, Hizkia mau menyadari kesalahannya. Ia merendahkan hati, mengakui dosanya, dan kembali kepada Tuhan bersama rakyatnya. Tuhan melihat hati yang mau bertobat, dan Tuhan mengampuni Hizkia serta memulihkan keadaannya.

Dari kisah ini kita belajar:
- Jangan melupakan kebaikan Tuhan dalam hidup kita.
- Jika kita berbuat salah, kita harus mau mengakuinya.
- Tuhan selalu siap mengampuni dan memulihkan kita jika kita datang kepada-Nya dengan hati yang tulus.
Adik-adik dari renungan hari ini kita bisa belajar melakukan Firman dengan mengucap syukur setiap hari atas kebaikan Tuhan. Jika kamu melakukan kesalahan, jangan takut untuk mengakuinya dan meminta maaf, baik kepada Tuhan maupun kepada orang lain. Belajarlah untuk memiliki hati yang rendah dan mau ditegur. Dengan begitu, hidupmu akan semakin dekat dengan Tuhan.
Kesimpulan Renungan
Tuhan adalah Allah yang penuh kasih. Dia mau mengampuni dan memulihkan kita ketika kita datang kepada-Nya dengan hati yang rendah. Jangan pernah melupakan kebaikan Tuhan, dan selalu belajar untuk hidup benar di hadapan-Nya.
Ayat Hafalan
Mazmur 103:2 “Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!”
Komitmenku Hari Ini
Hari ini aku mau bersyukur, tidak sombong, dan mau meminta ampun kepada Tuhan saat berbuat salah.
Doa Penutup
Tuhan Yesus yang baik, terima kasih atas kebaikan-Mu dalam hidupku. Ampuni aku jika aku pernah melupakan-Mu atau berbuat salah. Ajarku untuk selalu rendah hati dan hidup benar di hadapan-Mu. Terima kasih karena Engkau selalu mengampuni dan memulihkanku. Amin.
Hikmat Hari Ini
Tuhan mengampuni dan memulihkan hati yang mau bertobat.
Tuhan Yesus memberkati
YNP
JOIN GRUP
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f
Atau klik tombol dibawah ini >>>