Renungan harian Anak, Senin 18 November 2024
Selamat pagi, adik-adik Elohim Kids! Bagaimana kabar kalian hari ini? Kakak berharap semua dalam keadaan sehat, penuh semangat, dan siap mendengarkan firman Tuhan. Hari ini kita akan belajar tentang Keadilan Allah.
Adik-adik, pernahkah kalian melihat polisi menangkap pengendara motor atau mobil di jalan? Mengapa polisi itu menghentikan kendaraan mereka? Ya, karena mereka mungkin melanggar aturan, misalnya tidak memakai helm, tidak membawa surat kendaraan, atau menerobos lampu merah. Polisi tidak peduli apakah pengendara itu orang kaya atau miskin, semua orang harus menaati aturan. Nah, adik-adik, kalau di sekolah ada yang menyontek saat ulangan, apa yang biasanya dilakukan oleh guru? Apakah guru akan membiarkan saja? Tentu tidak, kan? Guru yang baik pasti akan menegur murid yang menyontek, karena menyontek itu perbuatan yang salah. Menyontek adalah kebohongan, dan bisa merugikan diri sendiri.
Tuhan Menegur dengan Adil
Alkitab memberikan petunjuk bagi kitab awa Allah adalah pribadi yang penuh dengan kasih namun juga Maha Adil. Ketika umat-Nya menyimpang dari perintah-Nya, Tuhan tidak tinggal diam. Dia menegur mereka yang melakukan kesalahan, termasuk raja atau pemimpin.
Mari kita lihat kisah Raja Manasye di dalam 2 Raja-raja 21:1-16. Raja Manasye adalah raja Yehuda yang tidak taat kepada Tuhan. Apa saja yang dia lakukan? Raja Manasye mendirikan bukit-bukit pengorbanan untuk menyembah Baal. Dia menaruh patung Asyera di Bait Allah. Patung itu adalah lambang penyembahan berhala yang sangat dibenci Tuhan. Manasye bahkan membuat bangsa Israel mengikuti perbuatan jahatnya, menjauh dari Tuhan dan tidak lagi taat kepada-Nya.

Adik-adik, perbuatan Raja Manasye membuat Tuhan menjadi sangat marah. Bahkan Alkitab mengatakan bahwa Tuhan merasa sakit hati karena kejahatan yang dilakukan Raja Manasye dan bangsa Israel. Oleh karena itu, Tuhan mengirim nabi-nabi untuk menegur Raja Manasye dan mengingatkan bangsa Israel. Tapi apa yang terjadi? Mereka tidak mau mendengarkan!
Karena Raja Manasye dan bangsa Israel tidak mau bertobat, Tuhan menghukum mereka. Tuhan menyerahkan bangsa Israel ke tangan musuh-musuhnya. Mereka dijajah, dipaksa bekerja keras, dan hidup dalam penderitaan. Bayangkan, adik-adik, apa rasanya dijajah oleh bangsa lain? Pasti tidak nyaman dan sangat menyedihkan, bukan? Itulah akibat dari ketidaktaatan dan perbuatan jahat Raja Manasye serta bangsa Israel.
Adik-adik, dari kisah ini kita belajar bahwa Tuhan tidak pilih kasih dalam menegur dan menghukum. Siapa pun yang bersalah, baik raja maupun orang biasa, akan mendapat teguran. kita harus siap dan mau menerima teguran dari orang lain. Adik-adik, Tuhan menegur kita karena Dia sayang kepada kita. Dia ingin kita kembali ke jalan yang benar. Oleh karena itu, jangan menolak teguran dari Tuhan atau orang lain. Ingat, teguran adalah bentuk kasih Tuhan agar kita hidup lebih baik dan benar di hadapan-Nya.
Ayat Hafalan:
“Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa.” Ayub 5:17
Komitmenku hari ini
Tuhan adalah penuh kasih dan Maha Adil. Aku mau senantiasa belajar dengar-dengaran kepada Nasehat dan teguran yang diberikan Tuhan melakui Firman Tuhan, orang tua dan juga guru supaya aku menjadi anak yang lebih baik lagi
Adik-adik, mari kita belajar menjadi anak Tuhan yang taat dan berani untuk berubah lebih baik lagi Tuhan Yesus memberkati! 😊
Elkids 171124 – SP