Renungan Harian Kamis, 01 Juni 2023
Bacaan : Ulangan 30
Ayat pokok : Ulangan 30:15, “Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan, … “
Shalom… Selamat Pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Di dalam hidup ada waktu dan kesempatan. Dalam melewatinya selalu diwarnai dengan banyak pilihan yang tidak dapat dihindari. Bahkan ketika kita tidak membuat pilihan sebenarnya kita sudah memilih.
Pada dasarnya semua pilihan hanya memiliki dua sifat, yaitu baik dan jahat. Tidak ada di antara keduanya, tidak di dalam Alkitab maupun di dalam kehidupan. Di Lukas 11:23, Tuhan Yesus berkata, “Barang siapa yang tidak bersama Aku melawan Aku.” Tidak ada posisi yang di antara keduanya.
Mulai dari kitab Kejadian, Adam dan Hawa juga diperhadapkan dengan pilihan di Taman Firdaus: mentaati atau mengingkari. Bangsa Israel sebagai umat pilihan Allah juga diperhadapkan dengan pilihan, seperti yang tertulis di dalam Ulangan 30:19, “Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu.“
Pilihan dalam hidup manusia menuntut sebuah konsekuensi
Yosua memberikan pilihan kepada bangsa Israel (Yosua 24:15) “…pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah...”
Didalam ayat bacaan yang menjadi pokok dari renungan firman Tuhan pagi hari ini kepada umat Israel, Yosua menawarkan pilihan. Tapi juga mengajak untuk memilih taat kepada Tuhan supaya tetap menikmati berkat-Nya. Allah Bapa mencurahkan kasih-Nya kepada kita dan menawarkan satu-satunya jalan keselamatan melalui Yesus Kristus. Barang siapa percaya kepada-Nya diselamatkan dan yang menolak akan binasa. Setiap waktu kita diperhadapkan dengan banyak pilihan, termasuk mengikuti kehendak Tuhan atau mengikuti keinginan daging. Pilihan selalu ada di tangan kita.
Di kisah yang lain Elia juga memberikan pilihan kepada bangsa Israel; “Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: “Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia.” Tetapi rakyat itu tidak menjawabnya sepatah katapun (1 Raja- raja 18:21).
Jadi, bagaimana kehidupan kita ditentukan oleh pilihan-pilihan kita, walaupun kita hidup di dalam Perjanjian Baru di mana setiap hidup kita sudah ditebus oleh karya Kristus.
Rasul Paulus menuliskan tentang arti pilihan demikian; “Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus”(Galatia 1:9-10). Menurut Paulus, pilihan yang baik datang dari melimpahnya pengetahuan dan pengertian tentang kebenaran yang di dasari dengan kasih.
Bapak, ibu dan saudara yang terkasih. Hidup ini bukanlah hidup yang mengalir saja seperti apa kata banyak orang. Kita harus bertanggung jawab atas pilihan yang kita sudah ambil dan yang pasti ada konsekuensi dari setiap pilihan kita. Namun kita tidak dapat menentukan apa konsekuensi dari pilihan kita tersebut.
Semakin kita taat dalam pilihan yang baik, semakin tak tergoyahkan kita dalam memilih hal yang baik dan benar.
Jika kita berkomitmen untuk selalu memilih yang baik dan bukan yang jahat, sekalipun itu tidak nyaman bagi daging tetapi itu adalah awal dari kesuksesan hidup kita. Amin.
Tuhan Yesus Memberkati.
DS