Renungan Harian Youth, Jumat 14 Juli 2023
Syalom sahabat Youth, Gimana kabarnya hari ini?Saya doakan semoga semua selalu sehat dan selalu ada dalam pemeliharaan TUHAN.
Saat itu Tuti lagi suntuk, tiba-tiba bapak Gembala berkata kepadanya, “Tuti, minggu depan, kamu yang melayani di kebaktian youth, ya…”. Tanpa sempat Tuti menjawab, oh…oh…bapak Pendeta telah berlalu begitu saja. Seketika Tuti berteriak, “Pusiiiing….lagi banyak kerjaan eh ketambahan beban pelayanan”
Rekan-rekan mungkin kita tersenyum dengan kisah diatas karena pengalaman Tuti bisa jadi juga pernah kita alami juga. Masalah seabrek, tugas membukit, target belum terpenuhi, tiba-tiba diminta melayani di gereja, kira-kira diterima, nggak, ya..? Pasti kita akan mikir dua kali, sebab dalam kondisi penuh beban biasanya kita akan merasa berat untuk melakukannya. Tetapi bukanlah menjadi tolok ukur bahwa apabila menghadapi problema atau tantangan lantas itu menjadi alasan berhenti pelayanan atau tidak melayani. Kita harus dapat membedakan antara beban dan tanggung jawab sebagai seorang pelayan Tuhan.
Kita tahu bahwa Setiap manusia memang tidak luput dari problema hidup, tetapi jangan memandang problema sebagai hal yang paten, statis dan serius.
Kita tidak boleh gentar dengan gertakan problema, sebaliknya bersikap tenang dalam menghadapi problema, sebab Tuhan sudah menyediakan jalan keluarnya. Memang problema itu pahit rasanya, maka banyak diantara kita lebih memilih untuk menghindar dari problema dengan lari dan mengasingkan diri, bahkan terpisah dari teman rohani dan berhenti melayani!
mari kita renungkan tentang semangat melayani dan tidak menyerah, dengan mengambil inspirasi dari kehidupan nabi Yeremia. Dalam Kitab Yeremia, pasal 9, kita melihat betapa gigihnya Yeremia dalam melaksanakan panggilan-Nya meskipun menghadapi tantangan dan penderitaan. Ketika berada diantara bangsa Israel yang hidupnya tak sesuai dengan Firman Allah, dia menjadi tidak betah dan ingin sekali meninggalkan bangsa yang tidak taat itu. Bahkan Yeremia juga ingin berhenti melayani, tetapi Firman Tuhan membakar hatinya hingga Yeremia memutuskan untuk tetap melayani.
Melayani adalah Anugerah
Yeremia menyadari bahwa pelayanan adalah anugerah dan dia memiliki panggilan yang jelas dari Allah untuk menjadi seorang nabi. Meskipun panggilan tersebut tidak selalu mudah atau menyenangkan, dia tetap setia dalam memenuhi tugasnya. Demikian pula penting bagi kita untuk mencari dan mengerti panggilan Tuhan dalam hidup kita. Ketika kita tahu panggilan kita, kita akan memiliki semangat yang kuat untuk melayani dengan tekun.
Melayani harus dengan Kesetiaan
Yeremia melayani dengan setia meskipun dihadapkan pada kesulitan dan penolakan. Dia berbicara kebenaran dan mengumumkan firman Allah, meskipun banyak yang tidak mendengarkan atau bahkan menentangnya. Dalam melayani, kita mungkin menghadapi tantangan, tetapi kita dipanggil untuk tetap setia dan tidak menyerah. Terkadang pelayanan menuntun harga yang harus dibayar, namun komitmen kita untuk melayani akan memampukan kita untuk mengerjakannya.
Kesetiaan walaupun tidak ada yang menilai dan memperhatikan, walaupun kecil dan tidak ada tepuk tangan disana. Namun kerjakanlah pelayanan itu dengan hati yang besar, hati yang penuh dengan ucapan syukur kepada Tuhan atas kepercayaan yang diberikan.
Pusat dari pelayanan adalah Allah sendiri
Pelayanan adalah anugerah Tuhan, dari Dia dan untuk kemuliaan nama Tuhan. Ketika kita menyadarinya maka kita akan memilih untuk mengandalkan Tuhan ketika kita mengambil bagian dalam pelayanan. Yeremia mengandalkan Allah sepenuhnya dalam pelayanan-Nya. Dia menyadari bahwa kekuatannya datang dari Tuhan, bukan dari kekuatan atau kemampuannya sendiri. Ketika kita melayani, kita juga harus bergantung pada Allah. Yeremia terus menyuarakan kebenaran dan keadilan meskipun di tengah situasi yang tidak menyenangkan. Dia tidak pernah kompromi dengan kebenaran Firman Tuhan
Rekan-rekan Youth jangan menyerah pada problema, hadapi, karena itu pekerjaan Iblis. Percayalah, Roh Kudus sanggup membakar hatimu sehingga beroleh kekuatan dalam menghadapi problema dan tetaplah setia melayani Tuhan walau tantangan itu sedang menindihmu.
Ingatlah bahwa pelayanan kita adalah kesempatan untuk memuliakan Allah dan memperluas Kerajaan-Nya di dunia ini. Tuhan memberkati kita dalam perjalanan kita melayani Tuhan dengan semangat dan tidak menyerah.
Tuhan Yesus memberkati
YNP – TVP